Ditahan Imbang Persik Kediri, Aji Santoso: “Kami Di Rampok Wasit”

0
58
Alta Ballah Berjibaku Dalam Hadangan Feri Pahabol Di Lanjutan BRI Liga 1 Antara Persebaya Versus Persik Kediri, Selasa (13/12) Di Stadion Maguwoharjo, Sleman.[Foto Teguh Brilianto/greenforce.co.id]

Sleman , greenforce.co.id – Pekan ke-14 BRI Liga 1 ini Persebaya mengalami apes tak berkesudahan. “Kami sebenarnya mendekati kemenangan, tapi semuanya di rampok wasit” kata Aji Santoso di konferensi pers pasca pertandingan .

Persebaya harus berbagi angka dengan Persik Kediri di Maguwoharjo, Selasa (13/12). Tertinggal lebih dulu dari penalti Arthur Felix Silva di menit ke 10′, Persebaya baru menyamakan kedudukan di menit 60′ oleh Sho Yamamoto.

Babak kedua Persebaya mengurung Persik. Serangan demi serangan di bangun saat Persebaya mulai merubah skema dan mengganti beberapa pemain.

Disaat serangan bertubi-tubi itu, Dandi Maulana harus di ganjar kartu merah di menit 69′. Dengan bermain 10 pemain, posisi Dandi di gantikan oleh Riswan Lauhim, namun sayang skema permainan menyerang justru mengendur.

Hasil 1 poin ini sangat di sayangkan oleh tim. Aji Santoso tampak geram dengan kepemimpinan wasit Ginanjar Rahman Latief.

Aji begitu kecewa dengan kepemimpinan wasit berkepala plontos itu. Di jumpa press itu, mantan bek kiri Persebaya itu mengajak awak media untuk melihat rekaman video tentang pelanggaran kiper persik Dikri Yusron kepada Ahmad Nufiandani di kotak penalti.

“Saya katakan kalau saya memang kena penalti saya akui itu penalti. Fair. Kalau salah ya salah” tegas Aji.

Aji mengatakan bahwa dia akan rela jika memang anak asuh-nya terbukti melakukan pelanggaran, “saya marahi itu pemain belakang kenapa harus sampai penalti” sambungnya.

Persebaya memang dua pertandingan terakhir banyak dirugikan keputusan kontroversi wasit. Sejak melawan Persib Bandung, Persebaya mengalami banyak kerugian. Atas dasar itu pelatih asal Kepanjen Malang itu sangat kecewa.

“Kenapa harus Persebaya dirugikan, kita ini tim yang gak aneh-aneh, kenapa di rugikan terus” keluhnya.

Video yang di perlihatkan Aji bertujuan untuk meyakinkan ke awak media agar tidak menjadi fitnah. “Tolong ya mas, video ini di lihatkan dan diberitakan juga, biar kita gak dibilang fitnah” tegas Aji.

“Jangan lupa, membangun sepak bola dan kompetisi yang baik itu dari wasit” tutup Aji.

( tr / yl )