Belajar dari putusan Arema

0
225

Dilansir dari situs PSSI, Arema FC diberi sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga home dan suporter mereka dilarang memberikan dukungan juga pada saat laga away sampai akhir musim kompetisi 2018.

Pelanggaran lainnya, yakni penyalaan flare dan pelemparan botol yang dilakukan suporter Arema FC. Atas pelanggaran ini, Arema didenda Rp. 100.000.000.

Selain kepada klub, Komite Disiplin juga menghukum dua suporter Arema FC, Yuli Sumpil dan Fandy karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Keduanya dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

Sanksi tersebut dijatuhkan oleh Komdis karena pelanggaran pada pertandingan Liga 1 antara Arema FC versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 6 Oktober 2018 lalu.

Melihat sanksi yang diberikan pada Arema yang cukup berat, sudah sepatutnya Bonek maupun Persebaya belajar dari hal tersebut.

Bukan belajar menjadi suporter edan agar mendapat sanksi namun belajar agar dalam laga home Persebaya, tidak ada lagi hal-hal yang membuat Persebaya dihukum berat.

Saya berkeyakinan, palu Komdis tidak akan berhenti sampai di sini, palu komdis akan mengincar Klub lainnya karena PSSI sekarang menjadi sorotan setelah insiden meninggalnya Jak Mania di Bandung, oleh sebab itu perlu ada tindakan pencegahan dari Persebaya dan tindakan menahan diri dari Bonek.

Lalu apa yang bisa dilakukan?

Pertama, untuk Persebaya, silakan dihitung berapa kali Persebaya mendapatkan sanksi karena adanya lemparan botol? Jika dihitung, sudah cukup sering Persebaya mendapatkan sanksi karena hal tersebut. Seharusnya Persebaya sudah bisa memetakan, tribun mana saja yang sering kali melakukan hal tersebut, dan mengapa itu bisa terjadi. Sebagaimana diketahui, di tribun ekonomi, tiap orang yang datang membawa botol minuman diganti dengan plastik. Tapi apakah hal yang sama berlaku untuk tribun VIP? Harusnya hal ini dicarikan solusi, karena lemparan botol sering terlihat dari tribun VIP. Tribun VIP mungkin mendapatkan keistimewaan, tapi jangan sampai keistimewaan tersebut malah menjadi boomerang di kemudian hari.

Kedua, yang juga perlu dilakukan, terus berikan himbauan dan edukasi pada suporter bagaimana mendukung dengan sehat dan tidak merugikan klub. Himbauan dan edukasi ini bisa dilakukan melalui media sosial resmi Persebaya maupun mengadakan sosialisasi-sosialisasi kepada komunitas atau sekolah-sekolah.

Ketiga, terus mendekatkan diri kepada suporter, dengarlah keluhan-keluhan suporter, berikan saluran agar keluhan atau saran tersebut dapat disampaikan dan direspon oleh Persebaya. Kadang kala, karena saluran komunikasi yang buntu dapat mengakibatkan terakumulasinya kekecewaan yang kemudian dilampiaskan menjadi tindakan yang merugikan.

Lalu bagaimana dengan Bonek?

Pertama, sebenarnya ini sudah berjalan lama di tribun GBT, namun perlu juga untuk terus diangkat, yaitu hilangkan segala bentuk nyanyian provokatif dengan lirik seperti “dibunuh saja” dan sejenisnya. Apakah GBT nanti menjadi tidak angker lagi dengan tidak adanya nyanyian tersebut? Yakinlah GBT akan tetap angker, karena atmosfir yang diciptakan Bonek lah yang mengintimidasi lawan bukan karena nyanyian provokatif.

Kedua, menahan diri untuk tidak melemparkan segala sesuatu ke tengah lapangan maupun menyalakan flare. Mau tidak mau, hal ini memang harus dilakukan, karena regulasi di sepak bola Indonesia melarang hal tersebut.

Ketiga, tidak bertindak edan seperti Yuli Sumpil maupun Fandy dengan mengintimidasi pemain langsung di tengah lapangan. Saya yakin teman-teman Bonek lebih waras sehingga tidak melakukan hal yang sama.

Hal-hal tersebut di atas, mau tidak mau harus dilakukan agar Persebaya terhindar dari sanksi yang berat.

Benarkah kita cinta pada Persebaya? Jika cinta tentu tak akan merugikan.

Apabila Persebaya dihukum seperti Arema, tentunya yang rugi adalah kita sendiri, karena menonton Persebaya berlaga sudah menjadi kebutuhan.

Ujian sebenarnya adalah ketika melawan Persija, semoga kita dihindarkan dari hal-hal yang tak kita inginkan.

Adakah usulan lain dari teman-teman semua?

Jakarta, 11-10-2018
@andhi667

Tinggalkan Komentar