Berharap Komitmen Dan Kebijakan PSSI, Persebaya Ingin Permanenkan Uston Nawawi

0
80
Yahya Alkatiri mengatakan bahwa semua keputusan dalam bursa transfer melalui rapat evaluasi menyeluruh managemen dan staff pelatih. Yahya menambahkan bahwa keputusan rekrutmen berdasar kesepakatan semua secara bersama-sama, tidak hanya dari managerial saja. [Foto greenforce.co.id/tonirupilu]

Surabaya, greenforce.co.id – Pekan 10 BRI Liga 1 akan menjadi pekan kedua away Uston Nawawi membesut Persebaya sejak tidak bersama Aji Santoso. Uston Nawawi away pertama saat di dapuk sebagai caretaker Persebaya, dirinya membawa Persebaya meraih tiga poin saat melawat ke markas Bhayangkara Presisi FC, Selasa (8/8) dengan skor 1-2.

Dengan catatan tersebut, tak butuh waktu lama bagi Uston yang sejak lama mendampingi Aji Santoso, pelatih mantan gelandang Persebaya ini tentu memiliki pola dan metode sendiri untuk meramu formula tim sesuai kehendaknya.

Pekan ke-10 menjelang pekan terakhir amanat managemen membawa tim hingga saat menjamu Borneo FC, Uston akan melawan PSS Sleman, Sabtu (26/8) di Maguwoharjo, Sleman. Bajul Ijo terus mempersiapkan diri untuk menghadapi tim yang juga sama-sama meraih tiga kemenangan beruntun.

Uston memang tipikal pelatih yang tak banyak berbicara, namun bukti yang dia berikan adalah jawaban bagaimana mantan pelatih EPA U-20 Persebaya bisa meramu permainan. Saat ditanya apa saja yang harus di waspadai dan di antisipasi, dirinya hanya berkata “lihat Sabtu saja ya mas, gak mungkin saya sampaikan disini” kata legenda Persebaya ini.

Lawatan ini Persebaya membawa 22 pemain ke Kota Gudeg itu. Dalam rombongan tersebut dipastikan Paulo Victor tidak dibawa kesana. “Masih riskan ya, apalagi kita masih ada laga home lawan Borneo, insya Allah fix Paulo main” ujarnya.

Menanggapi di kosongkannya tribun selatan Maguwoharjo yang biasa di isi Brigata Curva Sud (BCS) supporter paling noisy itu, Uston mengatakan bahwa ada tidak ada penonton, anak asuhnya akan bermain fight selama 90 menit.

TEKAD ANDHIKA CLEAN SHEET LAGI

Sejak keberangkatan Ernando Ari ke timnas U-23 ke Thailand pasca melawan Persita Tangerang, Andhika Ramadhani di percaya menjaga mistar gawang Persebaya. Kiper alumni El-Faza ini mengaku bersyukur bisa melakukan nir-bobol saat menjamu PSM Makassar pekan lalu.
“Alhamdulilah mas, apa yang di kasih coach Beni untuk persiapan, saya akan maksimal untuk tampil lebih baik nanti” katanya di lapangan Thor di latihan terakhir Persebaya. Dhika senafas dengan pelatihnya, bahwa semua pemain PSS harus di antisipasi, “mereka sama dengan kita, semua pemain bagus-bagus” sambungnya.

Mantan kiper EPA U-20 Persebaya ini bersyukur bisa nir-bobol saat menghadapi PSM Makassar, Arek Kalimas ini berharap akan bisa tak kebobolan di Sleman dan bisa meraih poin penuh.

Andhika juga menyampaikan cara komunikasi dirinya dengan pemain belakang. Komunikasi tersebut kata Dhika tak boleh terputus, sebab sangat berbahaya jika komunikasi antara kiper dan bek tidak terjalin baik. Dhika sapaan akrab kiper kedua ini menuturkan bahwa secara permainan rekan-rekannya cukup baik, hanya saja dia mengatakan bahwa dia merasa kurang maksimal.

“Kemarin saya blunder, untuk gak masuk” ucap Dhika. Andhika memaparkan cara dia belajar kekuatan tim lawan sehari sebelum match. Andhika memperhatikan penyerang-penyerang lawan. Mulai dari cara shoot on target, crossing, dan lainnya di perhatikan Dhika dari rekaman video.

KOMITMEN PSSI UNTUK PELATIH LOKAL

Tinggal satu pertandingan melawan Borneo FC pada tanggal 3 September 2023, Persebaya masih bersama Uston Nawawi. Namun, capaian Uston Nawawi ini dirasa managemen sangat baik, Persebaya berniat memperpanjang Uston sebagai pelatih tetap.

Yahya Alkatiri ditemui di lapangan Thor mengatakan bahwa sebenarnya Persebaya berniat menggunakan jasa Uston untuk mengarungi musim 2023/2024 ini. “Langkah awalnya kita ingin tetap coach Uston, kita sudah bersurat ke LIB, tinggal menunggu balasan” kata Yahya.

Persebaya sebenarnya telah memiliki pelatih baru yang telah di jalin komunikasinya. Hanya saja, ada plan-A dan plan-B. Rencana memperpanjang Uston menjadi bagian rencana A, dan pelatih baru itu bersedia menunggu balasan federasi terkait permohonan Persebaya kata Yahya.

“Kita pelatih sudah ada, hanya menunggu plan-A, dan dia bersedia menunggu itu” Jelasnya.

Yahya sangat berharap kebijakan PSSI dan PT LIB untuk menjaga komitmen soal pemberdayaan pelatih lokal. Yahya mengatakan bahwa segala proses lisensi Uston Nawawi telah dilakukan dan dijalani, tinggal satu modul yang seharusnya selesai pada bulan Juni 2023.

Dengan begitu, mantan manager Persik Kediri ini meminta kebijakan dan komitmen PSSI soal itu. “Saya berharap ada kebijakan, jangan gara-gara salahnya PSSI mengorbankan pelatih lokal yang bisa berkarya disini” tandasnya.
______________________
greenforce.co.id
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho

Tinggalkan Komentar