Dihentikan Persib, Rahmat Irianto ; “Tak Ada Alasan, Ini Pembelajaran, Dan Kami Harus Berbenah”

0
241
Rahmat Irianto Kapten Kesebelasan Dalam Sebuah Latihan. (Dok.Persebaya)

Sleman, Green Force – Persebaya telah menyelesaikan turnamen Piala Menpora 2021 di perempat final. Persebaya terhenti oleh kekalahan 3-2 oleh Persib Bandung. Persebaya memecahkan rekor sebagai tim yang kebobolan tercepat. Di detik 41′ Ezra Wilian stiker naturalisasi berhasil membobol gawang yang di jaga Satria Tama.

Babak pertama menjadi milik Persib Bandung. Persebaya di kurung habis-habisan. Gelandang bertahan Persebaya begitu menumpuk, sehingga Ady Setiawan terlihat kikuk karena di posisi tersebut ada M.Hidayat dan Rahmat Irianto.

Belum genap menit 5 menit, striker Wander Louiz meceploskan gol. Nick Anna Maria Francois Kuipers semakin memperlebar keunggulan menjadi 3-0 di dalam babak pertama.

“Babak pertama menjadi milik Persib, dan babak kedua menjadi milik Persebaya” kata pelatih Persib Robert Rene Alberts di after match press conference. Rene Albert mengapresisasi Persebaya yang memiliki pemain muda berpengalaman di timnas, “ Saya apresiasi Persebaya, mereka berhasil memiliki pemain muda berbakat yang menjadi langganan timnas’ kata pelatih berpaspor Belanda itu.

Persebaya memang sangat menguasai pertandingan babak kedua. Terbukti gol tercipta ketika mereka sedang minus satu pemain akibat dikeluarkannya Satria Tama. Babak kedua Persib juga mengalami pengusiran pemain Wander Luiz karena memukul bek Persebaya Riski Ridho.

“Saya apresiasi anak-anak yang bermain sangat maksimal, terbukti mereka walau kurang satu pemain bisa mencetak gol, itu luar biasa” kata Aji santoso.

Rahmat irianto yang menjadi perwakilan pemain di prescon mengatakan bahwa “tak ada alasan, sekarang harus berbenah, ini menjadi pelajaran untuk kami” kata putra Bejo Sugiantoro.

Meski kalah dan gagal ke babak semi-final, Aji Santoso mengaku sangat puas dengan penampilan Marselino dan kawan-kawan, “Persebaya tidak kehilangan permainan khas Persebaya di babak kedua, terbukti dua gol tercipta”. Untuk penalti yang harusnya diterima persebaya di akhir match, sebab ada sentuhan tangan, coach mantan bek kiri Persebaya mengaku tak melihat dengan jelas, “Wasit yang paling tahu soal itu” tandas Aji.

“Kami akan focus berburu pemain asing” tegas pelatih asal Kepanjen Malang ini.

“Kalau ada pemain lokal diatas rata-rata ya tidak masalah, pokoknya kami focus ke pemain asing, anak-anak muda ini sangat layak bermain di kompetisi mendatang” tutup Aji.

(tr)