Gagal Revans, Persebaya Kembali Seri, Bonek Desak Yahya Mundur

0
51
Bruno Versus Everybody. Bruno masih menjadi pilar bagi serangan Persebaya. Alumni Academy Santos FC ini menjadi penyelamat dari kekalahan saat menjamu Persija Jakarta. Gol ini mengukuhkan dirinya sebagai top skor di Persebaya. [Foto Djoko Kristiono/EJ]

Surabaya, greenforce.co.idGelora Bung Tomo belum menjadi markas yang benar-benar angker bagi tim sebesar Persebaya. Match kali ini bertajuk Revans yang gagal di putaran kedua, Persebaya harus berbagi poin dengan Persija Jakarta.

Masih Mandul Paulo Henrique belum melihatkan ketajamannya saat masih berseragam Persiraja Banda Aceh Striker plontos ini di dua match belum melepaskan shoot on target dan akselerasi yang membahayakan gawang lawan Foto Djoko KristiantoEJ
Persebaya gagal meraih poin penuh di Gelora Bung Tomo, dalam lanjutan BRI Liga 1 pekan ke-22, Sabtu (9/12) di hadapan 9.180 ribu penonton, Persebaya tak mampu memenangkan pertandingan.

Kendati hanya meraih satu poin, Uston menjelaskan pertandingan El-Classico ini berjalan sangat baik. “Memang hasil belum memuaskan, kita target tiga poin, tapi kita bersyukur karena kita dapat satu poin” ujar Uston di post match press conference.

Persebaya tertinggal lebih dulu di menit ke-10 oleh sepakan Maciej Jacek Gajos. Serangan demi serangan dilakukan Bajul Ijo, menit ke-25, Bruno Moriera menyamakan kedudukan 1-1 hingga turun minum.

Arif Catur membantu serangan dari sisi kiri <a href=httpsgreenforcecoidcategorypersebaya><a href=httpsgreenforcecoidtagpersebaya>Persebaya<a><a> Bek Alumni internal ini belum melihatkan tusukan ke daerah lawan <a href=httpsgreenforcecoidtagpemain>Pemain<a> asal Mojosari ini masih begitu lemah body balancing nya disaat membawa bola Foto Djoko KristionoEJ
Dikatakan Uston, babak kedua anak asuhnya memiliki banyak peluang. “Babak kedua kita banyak peluang, tetapi memang hasil ya, itu tadi kita dapat satu poin” ungkapnya.

Hasil ini di apresiasi mantan gelandang tim nasional ini. “Tentunya pemain sudah maksimal, mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya kita dapat tiga poin” harapnya.

Meski striker asal Brasil Paulo Henrique belum melihatkan kemampuan maksimalnya, mantan pemain Persiraja Banda Aceh ini di puji oleh Uston. “Paulo Henrique bermain cukup bagus pada babak kedua menurut saya, dia banyak peluang tapi memang belum harinya” ujar Uston.

Uston menjadi caretaker paling sibuk. Setelah mendampingi Persebaya, pelatih asal Klagen ini harus bertolak kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan lisensi-nya.
Kendati demikian, Uston menjaminkan dirinya akan ada di Surabaya kembali saat melakoni laga tunda versus Persis Solo, Rabu (13/12) di Gelora Bung Tomo Surabaya. “Saya habis ini langsung balik ke Jakarta karena lisensi kurang dua hari, tapi lawan Persis Insyaallah saya bisa dampingi lagi” ucapnya.

Setelah melawan Persis Solo, tanggal 17 Desember Persebaya melawat ke Pakansari, Bogor guna menghadapi Persikabo disana. Catatan melawan Persikabo, di putaran pertama greenforce harus takluk di Surabaya, dan sekaligus mengakhiri kerja dengan Aji Santoso.

Kini, tim asal kota hujan itu di besut Aji Santoso mantan pelatih Persebaya di putaran pertama, dimana tim kebanggaan warga Bogor itu harus berjuang keluar dari zona degradasi.

Di sisa 3 menit injury time, Uston menurunkan wonderkid alumni Putra Mars klub internal Persebaya. Toni Firmansyah. Gelandang alumni EPA U-18 Persebaya ini memiliki kemampuan Cannon ball yang baik.

“Ya kita lihat situasinya juga, memang sepak bola itu kadang keputusan tidak tepat, tapi tadi kita coba memasukan toni di menit akhir karena kita juga tahu toni punya cannon ball, tadi kondisi pemain Persija di belakang juga terkuras tenaganya, tapi kurang cukup waktu” papar Uston.

Oktavianus Fernando, Winger asal Surabaya ini juga sempat diturunkan di menit 76′ menggantikan Kasim Botan. Kakak kandung Marselino Ferdinan ini mengaku sangat senang bisa kembali ke Gelora Bung Tomo.

“Ya pastinya perasaan senang, rindu juga main di sini kita sebagai pemain dari pertandingan tadi dari hasil kita minta maaf, dan kita perbaiki dengan usaha dan kerja keras dalam latihan untuk pertandingan berikutnya” pungkas Opan.

BONEK DESAK MANAGER MUNDUR

Begitu wasit Nendi Rohaendi meniup peluit panjang, seisi Gelora Bung Tomo meneriakkan keras nyanyian “Yahya Out”. Bonek melanjutkan tuntutannya di gerbang mixed zone saat bus pemain akan keluar.

Capo Ubros dari Gate Jhonerly 21 mewakili aspirasi Bonek dari luar pagar. Capo berkumis tipis itu menuturkan tuntutan yang pernah disampaikan dalam aksi demo di kantor pemasaran Persebaya lalu.

“Pak Yahya, waktu di Sutos disampaikan poin kedua tentang poin target yang disampaikan sebanyak 9 dari 3 pertandingan” kata Ubros.

“Tapi, di tiga pertandingan satu kalah dan dua seri, hanya dua poin, kita menunggu komitmen anda” teriak Ubros disambut teriakan Bonek diluar.

Yahya Alkatiri yang menemui Bonek yang menyampaikan keluhannya berkata bahwa dirinya masih memiliki atasan, yang artinya segala evaluasi dan hasilnya, mantan manager EPA U-20 Persebaya itu siap.

 

_________________
greenforce.co.id
tonirupilu/Pre
yans.loss27/pho

Tinggalkan Komentar