Imbang Lawan Persis Solo, Aji Santoso Akui Pemainnya Bermain Under Perform

0
45
Aji Santoso Terlibat Adu Argumen Bersama Wasit Yudi Nurcahya. Wasit Asal Bandung Itu Menilai Aji Santoso Memberi Sikap Melalui Teriakan Kepada Wasit Yang Dinilai Tidak Memperhatikan Assisten Wasit/Hakim Garis. [Foto yansloss/greenforce.co.id]

Sleman , greenforce.co.idPersebaya gagal meraih poin maksimal di lanjutan BRI Liga 1 pekan ke -16 di stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta, Rabu (21/12).

Persis Solo selaku ‘tamu’ dalam laga ini melalui pelatih kepala mereka Leonardo Medina Arrelano, mengatakan bahwa Persis Solo kesulitan menembus pertahanan Persebaya. Hingga peluit panjang di bunyikan Wasit Yudi Nurcahya, skor 0-0 (0-0) tidak berubah.

<span style=vertical align inherit><span style=vertical align inherit>Kiper Persis Solo Gianluca Pandeynuwu Jatuh Bangun Menghadapi Serangan Silvio Junior <span><span style=vertical align inherit>Mantan Kiper PSIS Riau Itu Beberapa Kali Melakukan Penyelamatan Berharga <span><span style=vertical align inherit>Foto yansloss<a href=httpsgreenforcecoidtaggreenforce>greenforce<a>coid<span><span>

“Pertandingan ini sangat sulit untuk mencetak gol, kita banyak menciptakan banyak peluang, tapi saya harus tenang sebab tim ini sedang proses” kata Leonardo Arellano.

“Ada 7 sampai 8 pemain Persebaya di kotak penalti. Kita unggul ball possesion kita kesulitan menembus rapatnya pertahanan Persebaya. sambung pelatih asal Brasil ini.

<span style=vertical align inherit><span style=vertical align inherit>Silvio Junior Di Langgar Oleh Bek Persis Solo <span><span style=vertical align inherit>Foto yansloss<a href=httpsgreenforcecoidtaggreenforce>greenforce<a>coid<span><span>

Persebaya sendiri selama 90 menit hanya mengandalkan 2-3 kali serangan balik. Secara keseluruhan Persebaya terkurung dan di tekan Persis Solo dari segala lini.

Aji Santoso beranggapan bahwa anak asuhnya dalam tekanan tim kebanggaan warga Surakarta ini.

Pertandingan Minggu ke-16 ini Persebaya tidak tampil seperti biasanya kata Aji di post match press conference . “Untung kami tidak kalah, kami banyak menekan lawan” katanya.

<span style=vertical align inherit><span style=vertical align inherit>Sho Yamamoto Dihadang Oleh Shulton Fajar <span><span style=vertical align inherit>Foto yansloss<a href=httpsgreenforcecoidtaggreenforce>greenforce<a>coid<span><span>

Deni “Mbah” Agus yang mendampingi coach Aji mengatakan bahwa dia dan rekan-rekannya tidak maksimal. Alumni klub internal Anak Bangsa ini bertekad untuk maksimal di laga akhir sistem bubble ini di Manahan.

Aji dan staf pelatih Persebaya akan melakukan evaluasi dan perbaikan untuk membocorkan putaran kedua dan yang terdekat adalah laga pekan ke-17 melawan Dewa United, Sabtu (24/12) di Stadion Manahan Solo.

Aji menjelaskan kondisi besutannya tidak maksimal dikarenakan beberapa faktor. “Sepak bola dalam kondisi kurang bagus itu hal yang normal, tidak mungkin semua orang tidak merasakan situasi ini,” lanjutnya.

Faktor lain juga karena Alwi Slamat dan Koko Ari yang cedera. Dikatakannya bahwa kedua pemain itu masih memiliki keinginan main hingga 90 menit. “Saya tanya, tapi semuanya bersemangat, akhirnya sampai ketarik” jelas Aji.

Persebaya bisa saja kalah besar, namun penampilan kiper alumni EPA U-20 Ernando Ari ini tampil gemilang. Kiper asli Semarang itu mampu melakukan penyelamatan berharga.

“Nando luar biasa! ini dia tadi luar biasa, dia menunjukan kelas seorang Ernando, ada sekitar 5 save , harusnya bola itu gol, tapi dia gagalkan” puji Aji.

Dalam menyisakan 1 pertandingan melawan Dewa United, Aji akan merotasi pemainnya. “15 hari main 4 kali memang sangat sulit, selanjutnya kami akan merotasi, jika mereka mengalami penurunan itu wajar, yang penting bagaimana di pertandingan akhir kami bisa maksimal” tutup Aji.

( tr / yl )