Kalah Lewat Penalti, Aji Santoso :”Mengerikan Sepakbola Indonesia, Kualitas Wasit Bermasalah”

0
22
PRIHATIN. Aji Santoso saat post match press conference bersama Deni Agus. Aji lebih banyak mengomentari kinerja wasit Agus Fauzan yang di katakan Aji memiliki dendam pribadi pada Persebaya. [Foto Oscar Baadilah /EJ]

Kediri, greenforce.co.id – Persebaya gagal curi poin di kota tahu Kediri 1-0 melalui penalti Flavio Antonio Da Silva menit ke 80′. Pertandingan di Stadion Brawijaya, Sabtu (18/3/23) pekan ke-30 BRI Liga 1 Persebaya memperpanjang catatan 6 kesulitan menang secara beruntun.

Petaka itu karena Arif Catur salah mengantisipasi laju penyerang Persik Kediri di kotak terlarang itu.

80 menit menahan Persik, hujan kartu kuning di laga Derby Jatim tersebut. Persebaya seperti larut dalam determinasi Persik, namun sayangnya Persebaya kurang sabar menghadapi itu.

Ada 4 kartu kuning di berikan kepada Persebaya oleh wasit Agus Fauzan, masing-masing kepada Ze Valente, Paulo Victor, Arif Catur, dan Sho Yamamoto.

Kemenangan Persik di pekan ke-30 ini mencatatkan mereka 6 kemenangan beruntun. Sementara, Persebaya sebaliknya, kesulitan menang di 6 laga secara beruntun.

Aji Santoso tidak banyak mengomentari soal jalannya pertandingan dan permainan anak asuhnya. Pelatih asal Kepanjen Malang ini menyorot kinerja wasit yang dianggap sangat timpang dan merugikan Persebaya.

Aji menduga wasit yang memimpin laga Derby ini memiliki dendam pribadi pada Persebaya.

Adalah seorang  Agus Fauzan. Wasit yang memimpin laga tersebut dengan dibantu wasit tambahan Mustafa Umarela.

Kedua wasit ini memiliki catatan buruk setiap memimpin laga Persebaya. “Sepertinya, sepertinya ya sepertinya dengan bukti-bukti yang ada wasit yang memimpin ini seperti punya dendam pribadi dengan Persebaya” sesal Aji.

Kondisi ini menurut Aji sangat mengerikan persepakbolaan Indonesia. Dirinya meminta ketua umum PSSI yang baru Erick Tohir untuk segera melakukan perbaikan kualitas wasit. “Beliau sebelum jadi ketua bilang, disamping membangun timnas akan memperbaiki kualitas wasit” paparnya.

Pelatih mantan bek kiri Persebaya ini benar-benar kecewa dengan kinerja wasit ini. Aji menjelaskan bahwa Feri Pahabol dan salah satu pemain belakang Persik 100% handsball di kotak penalti namun tak ada ganjaran.

“Pahabol itu 100% handsball tidak di tiup, Umarella yang dekat juga tidak meniup” sambungnya.

Kendati demikian, Aji berbesar hati atas kekalahan yang diterima tim nya. “Saya terima lapang dada kekalahan ini, tapi wasit-wasit ini bermasalah” lanjutnya.

“Saya adalah salah satu pelatih yang sportif, yang menerima kekalahan” ucapnya di awal-awal Post match press conference.

Bukti-bukti kesalahan wasit Agus Fauzan dan Mustafa Umarella di paparkan Aji dengan runut. Mustafa Umarella dikatakan Aji pernah bermasalah saat Persebaya kontra Persela Lamongan musim lalu, dimana sepakan keras Jose Wilkson yang telah memasuki gawang tidak di sahkan.

Pun demikian Agus Fauzan. Wasit ini pernah bermasalah saat Persebaya kontra Madura united musim lalu. Samsul Arif yang dilanggar di kotak penalti dengan jarak pandang yang tidak jauh pun tidak di ganjar penalti.

Dengan kondisi tersebut, Persebaya saat ini bertengger di posisi ke-8 klasemen sementara. Dengan begitu Aji mengatakan bahwa untuk menuju target 3 besar dan 6 besar sudah tidak memungkinkan, maka saat ini dia hanya akan memaksimalkan sisa pertandingan yang ada.

__________________
greenforce.co.id
Jurnalis      : tonirupilu
Fotografer : yans.loss27