Kalah Telak Dari Persik Kediri, Gombau Akui Kesalahan Individu Pemainnya Yang Terus Menerus

0
47
Persebaya menutup putaran pertama dengan kekalahan telak 4-0 di stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (27/10). Kekalahan ini beruntun sejak menjamu Persib Bandung, away melawan Bali United, dan Persik Kediri. Hasil ini menjadi pekerjaan rumah managemen untuk membangun kerangka tim yang siap mengarungi putaran kedua. [Foto yans.loss27/greenforce.co.id]

Kediri, greenforce.co.idPersebaya hancur di kota tahu kediri. Bajul ijo digelontor 4 gol tanpa balas di stadion Brawijaya Kediri, Jumat (27/10/23) dalam lanjutan BRI Liga 1 pekan ke-17.

MANDUL Paulo Victor hingga di penghujung putaran pertama BRI Liga 1 musim 20232024 hanya mengoleksi satu gol Foto yansloss27<a href=httpsgreenforcecoidtaggreenforce>greenforce<a>coid
Joseph Gombau bereksperimen dengan menempatkan Song Ui-Yong sebagai centre back bersama Riswan Lauhim. Pertandingan berjalan imbang di babak pertama. Persebaya banyak menekan namun tak satupun berhasil di konversi menjadi gol, di menit ke 42′ Ze Valente nyaris mencetak gol, sayangnya sepakan mantan pemain PSS Sleman itu membentur tiang yang di jaga Dikri Yusron Afafa.

COBRA Andre Cobra Oktafiansyah bermain cukup disiplin sayangnya banyak kesalahan individual rekan rekannya <a href=httpsgreenforcecoidcategorypersebaya><a href=httpsgreenforcecoidtagpersebaya>Persebaya<a><a> harus takluk di Kediri Foto yansloss27<a href=httpsgreenforcecoidtaggreenforce>greenforce<a>coid
Petaka itu tiba di babak kedua. Dua menit setelah turun minum Ady Eko Jayanto melesakan bola yang sempat membentur kaki Song Ui-Young. Tak berselang lama, kran gol Macan Putih itu terbuka. Song Ui-Young harus own gol alias bunuh diri, pemain asal Singapura ini gagal membuang bola dan skor 2-0 di menit 55′.

Bopong tim sendirian Bruno Moriera konsisten menjadi penggebrak pertahanan lawan Foto yansloss27<a href=httpsgreenforcecoidtaggreenforce>greenforce<a>coid
Keroposnya sisi kiri pertahanan Persebaya di manfaatkan pemain Kediri melakukan serangan. Reva Adi harus diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Zetman Pangaribuan. Keroposnya sisi kiri ini umpan crossing Kediri mampu di manfaatkan dengan baik oleh Flavio Antonio Da Silva di menit ke 61′.

Gombau memasukan Yohanis Kandaimu menggantikan Kasim Botan, namun sayang, bek mantan pemain Persita Tangerang ini justru menjadi penutup gol Flavio akibat salah kontrol bola, kemudian Flavio melepaskan sepakan keras yang gagal di antisipasi Ernando Ari.

Di post match press conference, Gombau menuturkan bahwa hasil ini sulit untuk di Terima. “Kita di babak pertama memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, pada babak kedua saya sepakat dengan anda, banyak kesalahan yang menyebabkan kita kebobolan dan setelah lima menit kita main dengan sepuluh pemain karena sebuah kesalahan sepele” sesal Gombau.

Bermain dengan 10 pemain, diakui pelatih yang pernah terlibat di Barcelona ini sangat sulit. “Mulai dari gol bunuh diri, banyak kesalahan, itulah yang terjadi ketika kamu melakukan banyak kesalahan. Sepak bola memang seperti ini” ungkapnya.

Andre Oktaviansyah yang menemani pelatihnya tak banyak mengomentari hasil pertandingan, “gak mau banyak komentar, intinya kita akan mencoba memperbaiki lagi. Kita coba berusaha semaksimal mungkin. Setelah Kebobolan pertama, mungkin kita kehilangan fokus dan kita kekurangan pemain ini jadi semakin sulit untuk kita” terang Andre.

Gombau menjelaskan mengapa menjadikan Song Ui-Young sebagai bek tengah. Hal itu karena banyak pemain cedera dan akumulasi. “Kita mencoba Song sebagai bek tengah karena dia punya kualitas build up yang bagus dan mencoba build up dari belakang, seperti sepak bola yang ingin kami mainkan, dan saya pikir dia main cukup bagus” ungkap Gombau.

“Tentu saja kita tahu bahwa dia bukanlah bek tengah murni, tetapi kita memainkannya di posisi tersebut karena tahu bahwa kita sedang banyak pemain yang sedang pemulihan. Dusan sedang absen karena akumulasi. Catur juga akumulasi, Kadek cedera, jadi itulah alasannya Song jadi bek tengah” lanjutnya.

Gombau menjelaskan Paulo Victor yang masih mandul hingga di penghujung putaran pertama ini. “Dia (Paulo) memainkannya dengan baik. Dia mencoba, bekerja keras. Namun kita juga tidak mendapatkan banyak kesempatan, tetapi saya tidak bisa berkata banyak tentangnya, tetapi saya tidak berpikir bahwa dia adalah pemain yang bermain tidak terlalu baik karena kita kalah pada laga hari ini” kata Gombau.

“Saya pikir kita kalah karena kesalahan individual. Tentu saya yakin tidak ada alasan taktik disana. Kekalahan ini terjadi karena banyak kesalahan individual yang kita lakukan secara konsisten yang membuat lawan bisa mencetak gol” tambah Gombau.

Insiden batalnya penalti untuk Persik, Gombau menyebutkan hal itu sangat mengejutkan. “Saya pikir itu bukan penalti, tetapi wasit memberikan sinyal bahwa itu tadi sempat penalti” kata Gombau.

Gombau mengelak jika anak asuhnya terganggu mental akibat insiden tersebut. “Kami kalah karena kesalahan-kesalahan tadi, dan kami harus mengambil tanggung jawab kami, dan kami harus mengatasi semua kesalahan yang kami lakukan ini” tegasnya.

Hasil kekalahan beruntun dari Persib Bandung, Bali United, dan Persik membuat Bonek kesal atas hasil tersebut. “Saya harus mengerti bahwa suporter kesal dan saya menghormati fans, semua Bonek dan saya ada posisi ini, dan saya tahu ini bagi mereka (Bonek) adalah kekalahan besar dan seluruh tim tentu saja sedih sekali, dan saya paham ini adalah bagian dari pekerjaan saya sebagai pelatih untuk bertanggung jawab sepenuhnya” kata Gombau dengan mantap.

“Kita akan mencoba bekerja keras untuk mengatasi situasi tersebut dalam tim, tetapi saya mengerti apa yang dikhawatirkan oleh fans dan mencoba untuk memperbaiki tim jadi lebih baik. Ini bagian dari pekerjaan kami” sambungnya.

Kekalahan telak ini diakui Gombau sebagai kesalahan tim. “Kita memulai babak kedua dengan salah dan kita kebobolan lebih awal lewat situasi lemparan ke dalam jarak jauh. Tentu itu datang dari kesalahan individual, bukan dari taktik yang saya khawatirkan” terangnya.

Secara teknis Gombau runut menuturkan taktik dan skema yang dia gunakan di pertandingan tadi. “Di lini tengah, kita juga sedang kickoff dan sebuah second ball, aksi kedua, kita tidak bertahan dengan baik untuk mengantisipasi bola itu. Sebagai pelatih, tentu saya tidak terbiasa dengan ini” jelasnya.
“Tentu ini bukan alasan, tetapi saya harus segera memperbaiki taktik tim agar tim segera berkembang, tetapi tidak berbuah gol karena kita tidak mengendalikannya” sambungnya.

“Saya datang dari pengalaman bertahun-tahun lamanya, ini sulit untuk saya karena saya tidak berpikir untuk mengganti taktik terlebih dahulu, tetapi yang paling pertama adalah semua harus memperbaiki diri, yang pertama-tama tentu tidak melakukan kesalahan dan saya merasa ini sulit” ungkapnya.

“Saya tidak menyalahkan siapapun dan saya bertanggung jawab sepenuhnya untuk masalah ini sebagai pelatih. Sebagai pelatih tentu saya tidak bisa membayangkan hal ini, sebuah pengalaman yang mengejutkan karena sebuah hal mendasar yang kita masih belum miliki” paparnya.

“Anda tahu sebagai pemain profesional, Anda berpikir bahwa hal ini memerlukan effort yang kuat, bukan sesuatu yang menurut Anda dapat terjadi, hal-hal ini dapat terjadi begitu saja” tandasnya.

___________________
greenforce.co.id
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho

Tinggalkan Komentar