Kembali Imbang, Munster Minta Bonek Motivasi Henrique

0
29
COBRA. Andre Oktafiansyah selebrasi menyelamatkan timnya dari kekalahan melawan PSIS Semarang dalam laga tunda di Gelora Bung Tomo, Selasa (30/1). [Foto Djoko Kristiono/EJ]

Surabaya, greenforce.co.id – Taisei marukawa tak hanya ingin bermain di Gelora Bung Tomo, pemain asal Jepang itu juga berhasil merepotkan Persebaya yang berkeinginan meraih poin penuh saat dia dkk dijamu Persebaya dalam laga tunda BRI Liga 1, Selasa (30/1) .

KOBRA. Andre Oktafiansyah pencetak gol penyeimbang Persebaya. [Foto Djoko Kristiono/EJ]
Persebaya gagal meraih poin penuh di Gelora Bung Tomo. Tim besutan Paul Munster ini justru tertinggal terlebih dahulu dari gol Taisei Marukawa menit ke-20. Mantan Winger Persebaya itu memanfaatkan bola rebound yang gagal ditangkap Andhika Ramadhani.

Paul Munster mengatakan bahwa Persebaya langsung harus bermain dengan level tinggi. Pemainnya dirasa kaget saat gol Marukawa terjadi.

“Saya pikir di awal pertandingan kami menuntut level yang lebih tinggi. Begitu mereka mencetak gol, kami sangat kecewa dan bagaimana kami bisa melihatnya, tapi kami sekarang memiliki mentalitas yang buruk karena mereka harus terus maju dan kami mencetak gol yang bagus dan transisi situasi pemeliharaan menjadi atraktif” kata Munster pada konferensi pers pasca pertandingan .

Persebaya bukannya tidak memberi perlawanan pada tim berjuluk Mahesa Jenar itu. “Tapi sekali lagi kami punya banyak peluang, banyak peluang emas, peluang gol. dan ada perbedaan” terang Munster.

PSIS pun memiliki banyak peluang. Menurut Munster pemainnya juga menyerang dalam waktu tertentu. “Saya tidak senang dengan pemain menyerang, karena mereka tahu ekspektasinya. Saya kecewa karena kami dapat melihatnya lagi, tetapi kami terus berjalan” lanjutnya.

Munster menjelaskan bahwa tim PSIS yang bagus, mereka berada di posisi empat besar. “Mereka punya banyak pemain bagus, terutama pemain menyerang” sambung Munster.

Laga tunda kali ini di saksikan penonton 4.250 di pimpin wasit Ginanjar Latief.

Hujan deras mengguyur lapangan, banyak terjadi pemain yang terpeleset. Jual beli serangan, Munster meyakini seharusnya anak asuhnya bisa mencetak lebih banyak gol dari PSIS, namun secara keseluruhan sekarang pemulihan para pemain dan fokus pada pertandingan kandang berikutnya.

“Jadi kami sudah menyalakan hal-hal penting dari pertandingan ini. Jadi, ada situasi dan situasi bagus yang harus kita tingkatkan” papar Munster.

Debut pertama pelatih Munster Persebaya kembali berakhir seri, pelatih berusia 41 tahun ini menjelaskan bahwa dirinya juga pernah mengalami hal tersebut saat berlatih di Swedia.

“Saya menambahkan saat saya di Swedia juga, saya juga mengawalinya dengan hasil imbang.Tetapi kami lihat hari ini. Kita menunjukkan mental pemenang” urainya.

Dengan hasil ini, Persebaya belum memenangkan 10 pertandingan, laga selanjutnya Bajul Ijo akan menjamu Bhayangkara FC, Minggu (4/2).

Ekspetasi supporter dari 9 laga sebelumnya yang belum memenangkan pertandingan, kondisi ini memakan “korban” Joseph Gombau dan Manager Yahya Alkatiri.

Paul Munster kecewa dengan hasil imbang sepak bola. “Kita menciptakan banyak peluang tetapi hasilnya imbang. Tentu saya tidak senang dengan hasil imbang, tidak pernah senang dengan hasil imbang” sesalnya.

Kemenangan menjadi ekspetasi semuanya. Menurut Munster, yang terpenting adalah Persebaya menciptakan banyak peluang. Ekspektasinya adalah meraih kemenangan, namun yang terpenting adalah kita menciptakan banyak peluang emas” imbuhnya.

Munster membedakan capaian dengan kepelatihan sebelumnya. Dalam hal peluang emas, Munster mengukur besarnya peluang emas. “Saya mendengar sebelumnya bahwa kita tidak menciptakan peluang emas sebanyak ini. Jadi, kita telah menciptakan situasi ini” ungkapnya.

Ditanya soal mengapa tidak mengganti Paulo Henrique yang menurun performanya, “ada alasan teknis yang membuat saya tidak menariknya keluar. Dia mendapatkan instruksi spesifik pada pertandingan hari ini untuk bisa mencapai level-nya” jelas Munster.

Paul Munster baru berada di Surabaya selama 3 minggu. Dengan begitu, dirinya akan bekerja keras dari sebelumnya. “Apapun yang terjadi sebelumnya, saya harus bekerja keras layaknya laga pra-musim di laga internal di sesi latihan” katanya.

Paulo Henrique mencetak gol di pertandingan internal bela Munster. Dia telah mencetak gol di game internal, tetapi haru ini ada situasi yang membuat striker plontos asal Brasil ini belum bisa mencetak gol.

“Dia ingin sekali mencetak gol dan terkadang kita memiliki beberapa pemain yang menginginkan dia mencetak gol, tetapi juga ada elemen yang membuat saya tidak menariknya keluar, karena saya berteriak di lapangan” ungkapnya.

“Yang terpenting kita harus memberikan dorongan kepercayaan diri, yang terpenting untuk penggemar kita adalah mendorong dan memberikan dukungan kepada Paulo” harap Munster.

Munster juga mengatakan bahwa jendela transfer sudah ditutup. Munster tak dapat membawa pemain lain, dan akan memanfaatkan dan bekerja dengan pemain yang ada.

“Saya harus bekerja dengan pemain yang ada. Apa yang saya miliki tetapi percaya saya, dia ingin sekali untuk mencetak gol. Dia adalah orang yang bisa mendorong dirinya sendiri dan tetap bekerja keras” ungkapnya.

“Dan jelas sekali seluruh pemain juga dalam kondisi yang sama dan sebagai striker sangat penting untuk tetap percaya diri. Jadi untuk fans, saya berharap fans terus memberikan semangat. Itu yang terpenting” sambungnya.

Andre Oktaviansyah, sang pencetak gol untuk menyamakan kedudukan di menit ke 28′. Sepakan kerasnya gagal di antisipasi kiper PSIS Muhamad Adi Satryo.

Gol perdana Andre ini ditanggapi Andre dengan rasa kurang puas sebab tak membawa kemenangan bagi Persebaya. “Tadi sebenarnya kita banyak peluang lebih dari PSIS Semarang. Mungkin kita akan evaluasi lagi dan gol tadi tentunya belum puas, karena saya dan tim tidak bisa meraih kemenangan” pungkas Andre.

________________
greenforce.co.id
tonirupilu/jurnalis
yans.loss27/photographer

Tinggalkan Komentar