Komposisi Darurat, Persija Putus Rekor Tak Bisa Menang Lawan Persebaya

0
35
Brylian Aldama Di Kejar Oleh Hansamu Yama. [Foto Djoko Kristiono/EJ)

Gresik, greenforce.co.id – Rekor Persebaya terputus di pekan ke-32 BRI Liga 1 Musim 2022/2023. Persebaya sejak hadir di liga 1 pada 2017, tercatat susah di kalahkan oleh Persija Jakarta, sayangnya, tadi malam, Rabu (5/4/23) rekor tersebut putus, Persebaya harus mengakui keunggulan tamunya Persija Jakarta 0-1 (0-1).

Brylian Aldama Di Kejar Oleh Hansamu Yama Foto Djoko KristionoEJ

Bermain dengan pemain yang tak lengkap, kedua tim sama-sama tampil menyerang. Persebaya harus kecolongan saat Witan Sulaeman menceploskan ke gawang Ernando Ari di menit ke 6′.

Pertandingan berjalan cukup keras. Ada 5 kartu kuning di keluarkan wasit Dwi Purba, masing-masing 4 untuk Persebaya dan 1 kartu untuk Persija Jakarta.

Ahmad Nufiandani Di Bayangi Abimanyu Foto Djoko KristionoEJ

Duel Klasik sejak era Perserikatan ini memiliki tensi tinggi. Terdapat kericuhan kecil di lapangan antar pemain. Kondisi ini diakui Aji Santoso sebagai sesuatu yang wajar.

Meski kalah, Aji mengapresiasi kerja anak asuhnya. Dirinya mengatakan bahwa pemain sudah bermain maksimal dan bagus, meski keadaan tim belum lengkap.

Arisky Wahyu Dan Ahmad Nufiandani Foto Djoko KristionoEJ

“Kita kalah, tapi tak perlu menundukkan kepala, dengan komposisi darurat, masih tampil cukup bagus, tampil spartan, pemain mengeluarkan segala kemampuan, dan Persija hanya memiliki satu peluang yang menjadi gol” kata Aji di post match press conference.

“Saya tetap mengapresiasi pemain saya, dimana posisi (pemain) yang tidak disitu, kayak Catur, biasanya di posisi bek kanan saya taruh di stoper, Salman biasanya di bek kiri saya taruh di tengah” ungkap Aji.

Hal itu menurut Aji sangat tidak ideal, dengan tidak ada Ze Valente dan Sho Yamamoto, suplay bola ke depan sangat kurang.

Senada dengan pelatihnya, Brylian Aldama mengatakan bahwa dia bersama rekannya sudah bermain baik, dengan menciptakan beberapa peluang di dua babak, hanya saja kecolongan di babak pertama, kata pemain yang pernah menimba ilmu di Eropa tersebut.

Proses terjadinya gol pertama di sampaikan Aji karena Arisky Wahyu yang berduel dengan penyerang Persija Witan Sulaeman, karena lama tidak di mainkan. “Dia (Arisky) lama tidak di starter, duel dengan Witan, mungkin kurang siap dan terjadi gol” kata pelatih yang juga legenda Persebaya ini.

Aji menanggapi tentang absennya Ze Valente dan Sho Yamamoto dan kemudian mempengaruhi kedalaman squad, mantan bek kiri Persebaya itu menuturkan bahwa Brylian, Alwi Slamat, dan Hidayat bermain tidak jelek, hanya saja menurut Aji Persebaya kurang tajam mengonversi peluang menjadi gol.

Dengan kondisi semacam ini, Aji mengatakan bahwa hal ini akan menjadi tolok ukur membangun kekuatan di musim baru. “Jadi di musim baru saya akan memilih pemain yang utama dan cadangan memiliki kemampuan merata, jadi siapapun yang di pasang mereka tidak masalah” lanjutnya.

“Beda dengan Persija ya, mereka pemainnya sudah pernah main, beda dengan kita yang pemainnya banyak yang belum main dan tidak pada posisinya” sambung Aji.

Tentang rekor Persebaya yang tidak bisa di kalahkan Persija, pelatih asal Kepanjen Malang ini menyampaikan pandangan bahwa di dalam sepak bola segalanya bisa terjadi.

“Saya juga pernah mengalahkan Persija di Senayan, selama 25 tahun Persebaya tidak bisa menang di Senayan kan, artinya di dalam sepak bola itu semua bisa terjadi” ucapnya.

Aji tak lupa berterima kasih kepada Bonek yang senantiasa mendukung Persebaya. “Tentunya Bonek harus tahu bahwa anak-anak sudah bermain maksimal, kecuali kalau anak-anak mainnya gak semangat, jelek, saya apresiasi Bonek, tadi sangat tertib, saya tahu mereka kecewa itu normal, karena mereka bagian dari Persebaya” ujarnya.

Musim depan, Aji Santoso berjanji akan membangun Persebaya jauh lebih baik dari musim ini. “Perekrutan pemain saya bersama managemen selalu berkomunikasi, managemen sudah mem-backup saya, ini pemain baru perekrutan sudah 80-90% sudah selesai” paparnya.

Kepemimpinan Wasit Dwi Purba Adi Wicaksana kali ini di puji oleh Aji Santoso. CEO Asifa ini tidak sedikitpun mengalahkan kinerja wasit. Sebab, ada beberapa keputusan wasit yang dianggap sebagai pemicu ricuh antar pemain di lapangan.

“Wasit malam ini memimpin baik, meski ada kesalahan-kesalahan menurut saya masih wajar, tadi ada clash itu karena dari awal intesitas pertandingan sudah tinggi dari awal, yang penting tidak ada keributan di luar batas kewajaran” tutup Aji.

___________________
greenforce.co.id
Jurnalis      : tonirupilu
Fotografer : yans.loss27