Marcelino Ferdinand, “Gak Usah Lihat Persib, Yang Penting Bangkit Dan Menang”

0
1429
Marselino Ferdinand. Pemain Asli Binaan Persebaya Dalam Latihan Bersama Persebaya. (Dok. Persebaya)

BANDUNG, GREENFORCE– Persebaya telah merampungkan Grup C dengan menelan kekalahan melawan PS Sleman. Gol semata wayang yang di ceploskan Irfan Bachdim bertahan hingga Yudi Nurcahya meniup peluit panjang.

Persebaya bukan tidak memiliki peluang. Tendangan Marcelino Ferdinand berhasil di tepis Ega Rizky Pramana. Adik kandung Oktofianus Fernando ini berdiri bebas dan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, dan Ega Risky malam ini tampil sangat baik dengan beberapa penyelamatan.

Dengan kekalahan ini, Persebaya turun menjadi runner up Grup C, memiliki nilai sama 7 namun kalah head to head, maka Persebaya di pastikan akan berjumpa Persib Bandung di babak perempat final.

Laga ini Persebaya hampir menurunkan seluruh pemain muda yang di miliki. Meski terkesan squad “Eite Pro Academy” beraksi, Persebaya tetap mampu keluar dan mampu menguasai pertandingan.

Coach Aji Santoso mengaku sangat puas dengan penampilan pemain muda yang di miliki Persebaya. “Sejak awal saya sampaikan bahwa saya akan memainkan pemain muda. Mereka sangat impresif, di babak pertama mereka mampu menguasai pertandingan, saya sangat puas” ungkap mantan bek kiri Persebaya ini.

Dalam kesempatan yang sama, Marcelino Ferdinand, pemain paling belia ini mengatakan bahwa “anak –anak bermain ngeyel, dan saya berterima kasih dengan teman-teman” kata pemain nasional U-16 ini.

Aji santoso juga mengakui bahwa dengan hasil ini bukan Persebaya memilih lawan. Aji lebih memberi kesempatan “young guns” Persebaya untuk melihatkan kemampuanya.

Semangat yang di miliki Persebaya di wakili oleh pernyataan Marcelino yang berdarah muda. “sekarang tak usah melihat persib, tapi harus bangkit di kesempatan itu” kata anak asli benowo Surabaya ini.

Persebaya meski kalah namun berhasil melihatkan kehebatan dalam pembinaan pemain muda-nya. Terbukti nama-nama baru bermunculan dan akan menjadi ancaman di kompetisi liga Indonesia mendatang. Pertandingan malam ini sekaligus melihatkan sebuah kepanikan Coach Dejan yang menurunkan bek-bek bongsor untuk menutup kecepatan-kecepatan pemain muda Persebaya.

Terbukti, gol PS Sleman tercipta bukan melalui open play, melainkan penalti saja.

Ayo Bangkit Jol! Wani Juara!

(tr)