Menang di awal, Persebaya tidak memasang target tinggi di turnamen Piala Gubernur

0
145
Pemain Persebaya saat akan memasuki lapangan dari locker room versus Persik Kediri (10/2/2020)

Bangkalan (GF) Persebaya telah melakoni laga pembukaan turnamen Piala Gubernur Jatim dengan tiga poin. Megalahkan pendatang baru di liga 1 Persik Kediri dengan skor 3-1, Persebaya selanjutnya akan berhadapan dengan Bhayangkara FC pada hari rabu 12 Februari 2020 di tempat yang sama di Bangkalan Madura. Dalam laga yang digelar pukul 15.30, Persebaya di babak pertama banyak menurunkan pemain mudanya. Terlihat Supriyadi, Riski Ridho, Koko Araya, dan Hambali Tholib dalam starting eleven sejak menit awal.

Turnamen ini seperti ajang uji coba kerangka tim dan rotasi pemain. Pemain-pemain asing Persebaya baru di masukan di babak kedua. David Da Silva masuk menggantikan Patrick Wanggai, Makan Konate menggantikan Ricky Kambuaya, dan Mahmoud Ied masuk menggantikan Bayu Nugraha. Persebaya memasukan nama-nama pemain asingnya sebagai rotasi dalam rangka membangun kerangka tim untuk liga 1.

Secara teknis coach Aji mengaku akan memperbaiki lini belakang dalam hal bola service. “Jujur saja saya belum melakukan latihan defending service, karena waktunya tidak ada, setelah melawan Sabah FA sehari melakukan recovery trainning serta pembenahan-pembenahan, tapi kalau nanti ada waktu saya akan benahi” kata mantan bek kiri Persebaya ini. Aji Santoso ingin menggapai musim ini dengan capaian yang tinggi dengan mengombinasikan pemain muda.

“ Selain saya ingin menggapai prestasi yang baik di tim ini, saya ingin memunculkan pemai-pemain muda yang punya kualitas seperti Hambali, Supriyadi, Koko Araya, Riski Ridho, Kemaludin, dan Zulfikar Akhmad, pemain muda yang menurut saya mempunyai masa depan yang cerah dengan catatan mereka mau bekerja keras” sambungnya. Dengan perolehan tiga poin di awal ini, Aji menekankan rotasi akan tetap dilakukan, “ saya memasukan pemain asing hanya 30 menit, tujuannya agar feel ke dalam tim mereka dapatkan”.

Aji mengatakan bahwa setiap laga nanti pemain akan di ganti, hal ini dikarenakan mantan bek timnas 90’an ini tidak ingin pemainnya mengalami cedera, “ini riskan jika saya paksakan pemain bermain dengan komposisi yang sama”. Dalam turnamen kali ini, Aji mengatakan bahwa ia dan managemen tidak memasang target tinggi, “saya akan berusaha untuk sebaik mugkin dan kalau bisa lebih tinggi mengapa tidak, saya akan tetap berusaha maksimal”.

Dengan hasil ini Aji tidak merasa puas keseluruhannya. Pelatih asal Kepanjen Malang ini mengakui bahwa Persik belum padu dikarenakan semua pemain belum berkumpul dan belum melakukan latihan yang intens, “mereka belum kumpul semua, jadi jika mereka telah lengkap, mereka akan tampil baik, apalagi coach Joko Susilo sama saya seperti saudara, semoga saya dan dia bisa berprestasi di liga nantinya”. Ditanya soal mengapa Mahmoud Ied ditarik kembali, “saya sempat marah ke dia, saya tegur dia, dia mengaku hamstring, ini di karenakan dia tidak melakukan pemanasan dengan baik, sehingga dia harus di gantikan Zulfikar Akhmad”. (tr)

Rate this post