Menang Lawan PSIS, Aji Santoso : “Anak-Anak Kalau Bermain Lawan Tim Bagus, Pemain Saya Tampil Lebih Bagus”

0
98
Selebrasi Emosional Marselino Ferdinand Saat Berhasil Melakukan Sepakan Roket Ke Gawang PSIS Semarang. Gol Semata Wayang Ini Tercipta Di Menit Ke 90+4. [Djoko Kristiono/EJ]

Surabayagreenforce.co.id – Persebaya memenangkan pertandingan laga klasik saat menjamu PSIS Semarang dengan skor 1-0 yang di ceploskan Wonderkid  Marselino Ferdinan di injury time menit 90+4 dalam lanjutan BRI Liga 1, Selasa (23/8/22).

Pertandingan berjalan sangat seru. Kedua tim jual beli serangan. Sepak bola menyajikan banyak drama kata Aji. “Seandainya tadi tidak menang, saya tidak tau harus bicara apa, anak-anak sudah bermain maksimal” kata Aji dengan suara berat.

Persebaya memiliki banyak peluang masih kata Aji. Diterangkan pelatih asal Kabupaten Malang itu terdapat tiga peluang di babak pertama, dan sundulan Leo Lelis yang berhasil di tepis Wahyu Tri Nugroho di babak kedua. Atas penampilan apik kiper asal Pati Jawa tengah itu di apresiasi oleh pelatih pemilik Lisensi pelatih AFC Pro itu.

Kemenangan dramatis ini Aji memuji adik kandung Oktafianus Fernando berulang kali di jumpa pres pasca pertandingan. “Alhamdullilah, pemain sebelah saya ini benar-benar Wonderkid, semoga tetap rendah hati, bekerja keras, saya sangat yakin Marsel memiliki masa depan yang cerah di sepak bola” terang Aji.

Marselino Ferdinan melaksanakan debut pertama di Gelora Bung Tomo di depan 20.127 Bonek Bonita. Pemain timnas segala level usia ini mengaku sangat bangga bisa mencetak gol penentu kemenangan tim nya.

“Puji Tuhan saya bisa cetak gol, ini atas dukungan Bonek Bonita, orang tua yang datang, doa-doa semua, saya bisa cetak gol” kata pemain berusia 17 tahun itu, “saya tidak bisa bicara lagi” sambungnya.

Penampilan Persebaya diakui Aji sesuai dengan yang selama ini di lakukan dalam latihan. Mantan kapten Timnas ini menuturkan bahwa anak asuh-nya bermain sangat bagus, “ini sesuai dengan yang kita harapkan, pertama kita menang, dan kedua main bagus” ucapnya.

Kemenangan ini Aji  berterima kasih kepada Bonek dan Bonita yang selama 90 menit memberikan dukungan positif tiada henti.

Persebaya bersama pemain baru dan muda kerap melakukan kesalahan mendasar. Hal itu di tegaskan mantan bek kiri Persebaya ini sebagai hal yang wajar. “Ini tadi tempo nya sangat tinggi, saya bisa memahami di menit akhir banyak salah passing, tentunya tenaga terkuras habis, tapi pemain tetap berusaha itu luar biasa menurut saya” jelasnya.

Terkait sepakan roket pemain nasional itu, Aji mengatakan bahwa Marselino memiliki kelebihan dalam long shoot. Mantan pemain EPA U-16 Persebaya itu selalu di briefing untuk memaksimalkan kemampuan sepakan itu di setiap ada kesempatan.

Tak hanya Marselino yang di instruksikan pelatih berusia 52 tahun itu. Silvio Junior tak luput dalam instruksi untuk berani melakukan long shoot. “Junior cetak gol di Samarinda setelah 3 kali shoot, ini Marselino dua kali shoot dan berhasil menembus jaring gawang tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

“Ini salah satu senjata Marsel selain taktikal bola-bola pendek dan visi bermain bagus, Marsel ini memiliki senjata tendangan jarak jauh, di musim lalu terbukti dia memiliki tendangan-tendangan yang mematikan, mudah-mudahan kedepan lebih bagus lagi” tegasnya.

DEBUT BRYAN PONDAAG

Menarik keluar Muhammad Hidayat di menit 68′ sebagai cara penyegaran lapangan tengah terang Aji. Pemain asal Manado tersebut memang terlihat salah passing saat pemain PON Sulut ini menerima bola sentuhan pertamanya.

“Ya memang ada sedikit nervous dia, itu normal, setelah itu dia tidak pernah salah, pemain-pemain muda ini aset masa depan Persebaya, alhamdullilah saya memberi waktu sedikit 20 menit dan bisa menang, ini akan menimbulkan kepercayaan diri bagi pemain” urainya.

Pertandingan yang sekaligus sebagai pertarungan kakak beradik antara Oktafianus Fernando dan Marselino. Marselino menjelaskan skill sepakan roket yang dimilikinya adalah otodidak yang sering di asah sejak kecil bersama bimbingan Opan, sapaan akrab alumni IM tersebut.

Marsel memecah jumpa pers dengan celetukan “nanti di rumah saya akan mengecehnya, aku wes ole warisan (saya sudah dapat warisan)” kata Marsel disambut gelak tawa awak media.

“Kita kontak-kontakan, saking akrabnya sampai ada dorong-dorongan kayak tadi” sambungnya.

Marselino saat mencetak gol melakukan selebrasi yang begitu emosional. Alumni Bintang Timur ini mengatakan bahwa ini kali pertama dia bermain di GBT di depan supporter. “Saya sangat senang, main home full 90 menit, saya sampai tidak peduli akan kena kartu kuning karena melepas Jersey, itu begitu emosional” kata anak bungsu itu.

Aji memaparkan alasan melakukan pergantian pemain hingga lahir gol di menit 94′ itu. Wasit Ginanjar Rahman Latief memberi tambahan waktu selama 5 menit. Alasan Aji memasukan Supriadi di menit ke 71′ karena Ahmad Nufiandani dirasa telah menurun staminanya, “karena dari awal dia naik turun” paparnya.

Supriadi memberi warna serangan Persebaya begitu gencar. Tercatat satu peluang dan satu assist dilakukan arek Rungkut itu. “Dia menambah tekanan serangan, dia punya kecepatan, dan dia punya satu peluang tadi” sambung Aji

Pekan ke-7 Persebaya akan melawat ke markas PSS Sleman, Sabtu, (27/8/22). Berbekal hasil positif ini Aji berharap kemenangan spektakuler ini menjadi modal, meski kita tahu PSS sangat bagus, namun pemain saya ketika bermain dengan tim bagus, mereka juga tampil bagus” Tegas Aji.

Hal itu didasari dari match saat bersua Madura United yang banyak disebut orang sebagai tim super, Persebaya bisa memainkan sepak bola yang menarik. Ditambah saat menghadapi Borneo FC, dikatakan Aji tim Pesut Etam itu membantai lawan-lawan sebelumnya, saat bertemu Persebaya hanya bisa menang lewat penalti.

“Mudah-mudahan ini menjadi modal yang kuat, modal yang bagus, kepercayaan diri pemain bisa meningkat untuk away ke Sleman” ujar Aji.

Minimnya recovery menurut Aji sangat tidak ideal dari satu pertandingan ke pertandingan lain. “Jadwal sudah ada, kita harus segera beradaptasi dengan jadwal tersebut” sambungnya.

Terkait Persebaya yang terkena denda 50 juga dari Komisi Disiplin, Aji memohon kepada supporter untuk tidak melakukan kesalahan yang sama nantinya.

Apresiasi kepada Bonek di sampaikan Aji adalah banyaknya hal positif yang dilakukan pasca pertandingan meski pertandingan tersebut berakhir imbang.

“Mohon pelemparan jangan terjadi lagi, apapun situasinya, baik seri, kalah, atau menang,saya tahu mereka pasti kecewa kalau tim tidak menang, sama seperti saya, pemain, managemen, dan lain-lain, di denda 50 juga kan sayang” pungkasnya.

(tr/yl)

Rate this post