Menyusul Alwi dan Hidayat, 3 Pemain Utama Persebaya jadi Mahasiswa UM Surabaya

0
35
Mahasiswa. Koko Ari Araya, M. Hidayat, Andre "Cobra" Oktafiansyah, dan Risky Ridho Foto Setelah Mendaftarkan Diri Sebagai Mahasiswa UM Surabaya, Selasa (1/11) di Kampus UM. [Foto UM Surabaya]

Siaran Pers UM Surabaya *

Rizky Ridho Ramadhani pemain Timnas Indonesia, Koko Ari (Persebaya) dan Andre Oktaviansyah (Persebaya) resmi mendaftar kuliah di Universitas Muhamamdiyah Surabaya (UM Surabaya) pada Selasa (1/11/22)

Rizky Ridho, Koko Ari Araya dan Andre Oktaviansyah melengkapi beberapa persyaratan untuk menjadi mahasiswa UM Surabaya, di gedung A lantai 1 pada Lembaga Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (LIPMB). Baik mengisi formulir pendaftaran melalui online, menjalani tes tulis dan mengumpulkan berkas-berkas yang disyaratkan.

Ridho, pria kelahiran Surabaya 21 November 2000 yang berposisi sebagai bek tengah tersebut namanya kian melejit saat masuk kekuatan Persebaya U-20, bahkan di balik usianya yang masih sangat muda Rizky langsung ke tim Persebaya Senior sejak tahun 2020 hingga sekarang.

Menurut keterangannya, Rizky Ridho akan mengambil Program Studi Manjemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Surabaya.

Ridho mengaku bahwa dorongan ia melanjutkan belajar selain keinginannya sendiri juga dorongan kuat dari orang tuanya. Menurutnya pendidikan menjadi hal penting yang tidak boleh dikesampingkan karena itu sebagai bekal atau pedoman dirinya ke depan.

“Awalnya saya ragu untuk kuliah karena takut tidak bisa membagi waktu, tapi pas tahu di UM Surabaya ada fasilitas khusus dan kurikulum khusus untuk para atlet, saya lega, tentu itu akan sangat membantu,” kata Ridho.

selain kepiawaiannya menjadi atlet, Ridho juga memiliki cita-cita mulia yakni ingin menjadi pelatih di kampung. Ia merasa suksesnya hari ini bermula dari kampung dan lapangan kecil di daerah Simo Gunung Kramat.

“Kalau di kampung saya lebih bisa bermanfaat dan bisa membantu banyak orang,” kata dia.

Sementara itu, Koko Ari pemain andalan yang mendapatkan julukan The Rising Star oleh pihak Persebaya dan berposisi sebagai bek kanan tersebut mengambil jurusan yang sama dengan Rizky Ridho yakni Program Studi (Manajemen)

Saat ditanya mengenai alasan mengapa memilih prodi Manajemen, tampaknya kelahiran Surabaya tersebut menyebut Prodi Manajemen sangat dekat dengan kehidupannya. Salah satunya ingin mendalami manajemen sport.

Berbeda dengan Ridho dan Koko, Andre Oktavinsyah memilih Prodi Ilmu Hukum di UM Surabaya. Atlet yang mendapat julukan Si Kobra tersebut memang memiliki ketertarikan pada hukum.

Rizky, Kok dan Andre ketiganya masuk UM Surabaya melalui jalur beasiswa yang diberikan UM Surabaya secara penuh.

Sebagai penerima beasiswa, ketiganya mengucapkan banyak terima kasih kepada UM Surabaya karena menjadi kampus yang sangat peduli dengan pendidikan atlet yang tidak hanya di Jawa Timur melainkan atlet di seluruh Indonesia.

Ketiganya optimis bisa mengatur waktu antara kuliah dan karier sepak bolanya. Ia berharap bisa menjalankan keduanya dengan baik.

Sementara itu, Rektor UM Surabaya Sukadiono menjelaskan program terkait pemberian kepada atlet tidak hanya dilakukan untuk kali pertama. telah dilakukan pada beberapa tahun sebelumnya.

“Ini tahun ke lima UM Surabaya konsisten memberikan beasiswa penuh kepada para atlet. Tidak hanya atlet pemain Persebaya, namun juga atlet seluruh Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di UM Surabaya,”jelas Suko.

Bahkan Suko meminta kepada para atlet yang menjadi mahasiswa baru UM Surabaya untuk menularkan semangat kepada atlet-atlet yang lain agar melanjutkan pendidikan.

Ia menyebut pemberian beasiswa sebagai upaya universitas dalam berkontribusi pada olahraga di Indonesia, sekaligus mendorong mahasiswa yang memiliki prestasi olahraga agar terus mengembangkan kemampuannya.

“Selain mendapatkan kurikulum khusus, Atlet yang diterima akan mendapatkan hak dengan dibebaskan uang gedung, dana pendidikan dan bebas biaya formulir,” kata Suko lagi.

Suko sangat berharap ilmu yang didapatkan para atlet di UM Surabaya akan sangat bermanfaat di kemudian hari, ketika sudah tidak lagi menjadi atlet lagi.

Tak hanya itu, Suko juga berharap, UM Surabaya tidak hanya menjadi kampus sejuta inovasi namun juga menjadi kampusnya para atlet.