MISSION (NOT) IMPOSSIBLE : REDAM MADURA UNITED!

0
124

Ucapan pelatih Madura United, Gomez de Oliviera, bahwa bonek besok harus bawa tisu, sebab Persebaya akan ia libas 10-0, mestinya tak perlu ditanggapi dengan emosi berlebihan. Malah seharusnya, dijadikan pijakan berpikir. Apakah itu benar? Apakah itu mungkin terjadi?

Harusnya kita sadar, bahwa bisa jadi itu benar adanya. Ingat, Alfredo Vera sendiri yang mengatakan bahwa targetnya di ajang Piala Presiden ini tak lebih hanya sebagai ajang pemanasan timnya menuju Liga 1. Maka sudah sepatutnya bonek tak menuntut lebih atas penampilan Persebaya esok hari—jikalau tak sesuai ekspektasi. Harapan yang tinggi tanpa persiapan yang mumpuni dan bekal (pemain-pemain berkualitas) itu hanya akan melahirkan omong besar nantinya. Lihat perbedaan kedua tim? Jauh! Madura United materi pemainnya berlabel star player semua. Baik dari luar dan dalam negeri. Di barisan pemain asingnya saja kita sudah kalah tenar. Mereka diperkuat pemain Asing yang masih cukup muda usia, sementara Persebaya hanya kebagian Pemain Asing yang berada di ujung karir, bahkan ada pemain yang rendah menit bermain di klub sebelumnya. Tak perlu gengsi, akui saja, Persebaya belum sekelas Madura United dengan skuad yang ada sekarang. Tak heran, sih… Sampai-sampai El Presidente Azrul Ananda pun hanya mematok target tak muluk-muluk di Liga 1 kelak. Yap, tak muluk-muluk, hanya bertengger di papan tengah atas.

*******

Dengan skema 4-3-3, sebenarnya Gomez de Oliviera bersama Alfredo Vera sama-sama menggunakan formasi dan gaya bermain yang hampir sama. Kekuatan winger di formasi 4-3-3 ini sangat diandalkan untuk menembus barisan pertahanan lawan. Hanya saja yang membedakan dari keduanya adalah jumlah penyokong lini kedua. Madura United, meski saya hanya melihat highlights permainannya di Youtube, memang seringkali mengandalkan Duo winger mereka : Bayu Gatra dan Greg Nwokolo. Yang membedakan dengan Persebaya adalah, tipikal winger yang dipunyai Madura United ini, memungkinkan mereka untuk bertransformasi role atau posisi saat mengalami kebuntuan. Greg yang aslinya adalah striker —lebih tepatnya bertipikal second striker yang berdiri di belakang striker murni— ditempatkan di winger kiri oleh Gomez de Oliviera. Jadi, ketika buntu ia akan langsung bertandem dengan Patrick Nkoyi di depan dan Bayu Gatra akan bahu membahu dengan Slamet Nurcahyo di belakang mereka dengan formasi 2 striker. Jikalau tak cukup puas menggedor, masih ada nama Marcel Sacramento dan Christian gonzales yang juga sama-sama striker bertipikal pembunuh. Jadi, serangan melalui sayap, sebenarnya tak mutlak dilakukan oleh Madura United sesering Persebaya. Terbukti, banyak Gol mereka di Piala Presiden 2018 ini, baik ke PS TNI dan Perseru Serui, justru berasal dari area tengah pertahanan lawan alih-alih dari sayap. Tapi itu tak berarti sayap mereka tumpul. Bayu Gatra dan Greg Nwokolo adalah nama-nama tak asing di persepakbolaan Indonesia sebagai pemain yang kreatif dan serba bisa. Itulah mengapa Madura United bisa sangat atraktif dan patut diwaspadai.

Persebaya tentu boleh menepuk dada akan winger-winger yang mereka miliki. Tapi patut diwaspadai, Fabiano Beltrame dan Fachruddin beserta Beny Wahyudi dan Althaf Fathier sudah malang melintang di persepakbolaan tanah air. Apalagi Striker Rishadi Fauzi yang baru mencetak 1 gol, seringkali kadang mengalami kebuntuan dan seringkali sulit lepas dari kawalan dua bek tengah lawan. Patut dicermati pula, winger Persebaya bukanlah tipikal winger pengumpan yang cukup bagus ke Rishadi. Mereka, Feri pahabol, Irfan Jaya bahkan Osvaldo Haay dan Oktavianus Fernando adalah seorang winger lincah destroyer, yang bakal sering beradu sprint dan dribble untuk mengecoh full back lawan dan masuk ke petak 12 pas, bukan untuk mengumpan ke arah kotak pinalti lawan. Menarik dinantikan, bagaimana Alfredo Vera akan meracik formasinya kalau terjadi stuck nantinya seperti 2 pertandingan sebelumnya.

****

Di Lini tengah, Nuruddin Davronov bersama Asep Berlian akan bahu-membahu menjadi Duo pivot dalam mengawal Slamet Nurcahyo sebagai Pembagi Bola di depan mereka. Berbeda dengan Persebaya yang memainkan Misbakhus Sholikin sebagai Deep Lying Playmaker di deretan Defensive midfielder bersama Nelson Alom, Slamet Nurcahyo justru berada di belakang 3 Striker—winger Madura United di 4-3-3. Menurut saya, Persebaya tak mungkin memainkan Robertino Pugliara bersama Misbakhus Sholikin. Mengapa? Simpel. Tak boleh ada Dua Matahari dalam tim. Keduanya adalah Playmaker, memainkan keduanya bersama adalah kemubadziran. Ini sama halnya kala Inggris memasang Lampard dan Gerrard di tim pada sebuah pertandingan. Agak aneh dan beresiko. Pugliara mungkin akan bermain esok hari, tapi sebagai pengganti. Misbakhus tetap akan dibantu Rendi Irwan dalam mengorkestrasi serangan nantinya jika Persebaya ingin bermain terbuka. Di belakangnya akan berdiri Nelson Alom untuk meredam Slamet Nurcahyo. Bisakah? Itu yang jadi pertanyaan…

Meredam Madura United, tak hanya berarti meredam eksplorasi duo wingernya. Tapi juga mematikan umpan dari tengah yang dilancarkan Slamet Nurcahyo dan Davronov. Tidak mustahil, jika Nelson Alom bisa fokus untuk mematikan Slamet Nurcahyo. Namun jika persebaya ingin lebih fokus mematikan lini tengah Madura United, saya kira memasang Adam Maula akan lebih baik dibanding memainkan Rendi Irwan. Jelasnya untuk menjaga stabilitas lini tengah.

****

Lini belakang dan Stamina adalah dua momok Persebaya di 2 pertandingan sebelumnya. Otavio Dutra dan Ruben Sanadi ternyata sering keteteran di babak ke 2. Sementara Abu Rizal seringkali misfokus dan telat kembali, meski staminya cukup baik. Patut ditunggu bagaimana mereka memenej Energi kala menghadapi eksplosivitas duo Bayu Gatra-Greg Nwokolo nantinya yang kemungkinan bakal dibantu oleh Beny Wahyudi dan Althaf Fathier.

****

Kesimpulan

Mengapa harus meredam? Ya, sebab bermain terbuka hanya akan menyebabkan Persebaya kewalahan. Ingat, barisan pemain Madura United bukanlah nama-nama pemain kemarin sore yang mudah ditaklukkan. Namun bukan tak mungkin untuk ditembus. Jikalau ingin bermain terbuka, Persebaya harus eksplosif di menit-menit awal untuk unggul. Tetapi bila tak mampu unggul, maka babak ke 2 akan jadi titik rawan Persebaya dalam mengantisipasi kelelahan dan kondisi fisik yang sudah drop karena melakukan perlawanan terbuka. Jadi, sudah pasti disini, kondisi fisik dan Fokus untuk mengehentikan lini tengah Madura United adalah poin penting dalam meredam gelombang serangan anak-anak asuhan Gomez de Oliviera esok hari. Dengan persiapan minim dan pemain yang masih boleh dibilang kelas 2, maka target untuk (sekedar) tak kalah melawan Madura United besok minggu adalah jawaban yang cukup logis.

Salam satu nyali! Wani!

By: Kukuh ismoyo

Tinggalkan Komentar