Post Match Analysis : Pusamania Borneo vs Persebaya : Saat Rengekan Nabil Husein dijawab PSSI.

0
210

oleh: Kukuh Ismoyo

Persebaya bermain imbang 2-2 saat melawat ke Samarinda untuk menyambangi markas Pusamania borneo. Di Stadion Segiri, Persebaya berhasil mencuri poin atas tuan rumah. Bahkan, Persebaya boleh jadi unggul andaikata sontekan Rendi Irwan berhasil masuk kala berhadapan one on one dengan kiper Pusamania, Ridho Jazulie. Sungguh tak beruntung, hingga pada akhirnya keunggulan Persebaya berhasi disamakan oelh gol kontroversial Lerby eliandry di menit 86. Gol berbau offside yang membikin persebaya meradang karena gagal memenangkan pertandingan.

***

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. Pusamania terutama, yang bermain dengan formasi 4-5-1 tetapi seperti bermain dengan formasi 4-2-4. Dua gelandang Faubert dan Abrizal menyokong empat barisan penyerang Pusamania Borneo, Lerby eliandry dan Ljopicic di tengah, Sutan Sama di Kiri dan Tibo di kanan. Mengerikan. Tampaknya Dejan Antonic ingin mencetak gol cepat dan memborbardir pertahanan Persebaya dengan menumpuk 4 penyerang di depan.

Beruntung, sepertinya Alfredo Vera paham, menghadapi tim yang bermarkas di kandangnya sendiri, Vera menginstruksikan 4 back sejajar untuk tetap stay di belakang. Wabil khusus Ruben Sanadi yang justru jarang melakukan overlap dan fokus membayangi Sutan Sama. Cukup sukses meredam 4 barisan penyerang Pusamania di babak pertama, sehingga serangan mereka tak berbuah apapun. Bahkan tercatat di babak ini, Shot on goal mereka 0 berbanding 2 melawan Persebaya.

Memperkuat lini Serang, menyebabkan lini tengah Pusamania lumayan kropos. Di babak pertama, Trio gelandang persebaya : Alom, Rendi, Tino berhasil acapkali mengungguli duo Faubert – Abrizal. Faubert khususnya, seringkali harus berjibaku melawan Alom, Rendi dan Tino sekaligus. Sementara gelandang Persebaya tampil lebih pragmatis. Bola long ball dan through pass lebih sering didelivery kepada duo winger, Irfan dan Feri pahabol, daripada dimainkan di lini tengah. Cukup efektif meski tak berbuah gol dan ditekan terus menerus, tetapi serangan Persebaya masih mampu menembus back four Pusamania dan melepaskan tembakan ke gawang dua kali.

Sebenarnya, sejak di babak pertama ini, kualitas wasit Mustofa Umarella sudah terlihat cukup buruk. Dua pelanggaran layak kartu kuning, tak juga diberikan olehnya. Yang pertama tacke keras dari belakang oleh Abdul Rachman kepada Irfan Jaya. Yang kedua adalah tarikan Leo Tupamahu kepada Rishadi Fauzi.

***
Babak kedua

Persebaya yang kehilangan Nelson Alom di babak pertama karena Cedera dan digantikan Sidik Saimima rupanya memulai babak kedua dengan cukup baik. 2 menit pasca jeda, Irfan Jaya membawa Persebaya unggul 1 – 0 setelah through pass Pahabol diselesaikan dengan cukup manis oleh Irfan Jaya, gol perdana Irfan di kancah Liga 1 2018.

Ketinggalan 1 bola, Pusamania menekan terus menerus. Hingga mereka memasukkan Marlon Da silva menggantikan Abrizal untuk menambah daya gedor. Di babak ini, Kehilangan Alom sungguh terasa sekali. Saimima tak seperti Alom yang powerful. Meski dipertandingan kali ini Saimima tampil lumayan disiplin, tapi jelas ia bukan Alom. Di babak kedua, Faubert menjadi distributor bola bagi Pusamania dan jarang beradu kaki dengan Sidik. Terlihat Sidik Saimima seperti hanya membayangi Julian Faubert dan Ljobicic sebagai motor penggerak serangan Pusamania tanpa mampu memutusnya. Terus tertekan, membuat Persebaya akhirnya melakukan kesalahan. Ruben Sanadi dianggap wasit Umarella menarik celana Sutan Samma dan memperlambat lajunya di kotak penalti. Pinalti dan gol oleh Lerby yang mampu mengecoh Miswar Syahputra.

Persebaya merespon serangan Pusamania dengan memasukkan David da Silva menggantikan Rishadi Fauzi. Cukup efektif, karena dari kaki Da Silva gol kedua persebaya lahir. Lolos dari perangkap Offside, Da silva memberikan umpan Cut back ke pahabol yang dengan tenang menyeploskan ke gawang Ridho. 2-1 Persebaya Unggul.

Pertandingan berjalan seru, meski tertekan Persebaya masih sering melancarkan serangan balik yang cepat dari duo wingernya. Peluang terbaik tentu Rendi Irwan yang gagal memperlebar keunggulan atas Pusamania borneo kerena sontekannya yang melambung.

Di sisa waktu beberapa menit akhir babak kedua, akhirnya mimpi buruk itu datang juga. Kualitas Wasit Indonesia yang dikeluhkan Nabil Husein pemilik Pusamania Borneo beberapa waktu lalu, justru menyelamatkan mukanya di kandang. Gol kontroversi Lerby hasil umpan offside Marlon Da silva, disahkan Wasit Umarella yang ironisnya adalah penyandang gelar wasit terbaik Liga 1 tahun 2017. Sungguh menggelikan.

***

Tetapi, meski hanya bermain seri, Persebaya tampil Bagus sore ini. Catatan pentingnya adalah, ketenangan lini belakangnya ketika diserang dan koordinasi yang baik serta sekat yang cukup rapat. 2 gol Pusamania bukanlah kesalahan mutlak Back Four Persebaya. Miswar Syahputra tampil cukup lugas dan tak seceroboh penampilannya dalam beberapa pertandingan terakhir. Disamping itu, skema serangan cepat lewat akselerasi duo winger via umpan-umpan panjang a la Liga 2 kembali tersaji dan bisa diaplikasikan di pertandingan berikutnya. Dua gol dari dua winger Persebaya tadi sore semoga berlanjut kedepannya. Sepertinya, Skema lini tengah Persebaya sudah pakem menjadi milik Alom, Rendi dan Tino jikalau ketiganya tak ada kendala fisik. PR Vera mungkin Tinggal memaksimalkan potensi penyerang tengah antara Rishadi atau Da Silva.

Jikalau sudah ketemu formulasi yang tepat dan pattern Role untuk semua pemain, maka, mari berharap semoga pola hasil M-S-K setiap 3 pertandingan akan terpatahkan sabtu depan dengan mengalahkan Persib Bandung di GBT meski polanya ‘harus Kalah’.

Tabik!

Silahkan klik Klasemen

Tinggalkan Komentar