Rekor! Persebaya Tidak Melakukan Pergantian Pemain Selama 90 Menit

0
167
Tradisi Melingkar Yang Dilakukan Persebaya Di Setiap Pertandingan.

Denpasar, greenforce.co.id – Pertandingan super darurat di pekan ke-22 ini harus dijalankan Persebaya dalam keterbatasan. Persebaya saat dijamu PSIS harus bermain imbang 0-0 (0-0) dalam jual beli serangan di stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, (2/2/2022).

Persebaya dalam persiapan menghadapi Laskar Mahesa Jenar dihadapkan situasi tak menentu. 14 pemain Persebaya dinyatakan positif Covid-19 dan hanya membawa pemain sebanyak 15 ke dalam stadion.

Situasi ini membuat canggung official dan pemain. Meeting yang biasa dilakukan sehari sebelum pertandingan baru bisa dilakukan tim pada 4 jam sebelum tanding, hal itu disebabkan simpang-siur pertandingan tetap berjalan atau ada penundaan dengan positif-nya 14 pemain.

“Ini pertandingan komposisi yang sangat darurat, dimana setelah mengetahui hasil test Covid pertama 14 yang positif, di ulang lagi menjadi 12, akhirnya kami bisa menjalankan pertandingan, ini pertandingan yang sangat berat, tapi kami bersyukur kami tidak kalah, meskipun menurut pengamatan saya di samping kondisi darurat, kami tidak dinaungi faktor luck, terbukti beberapa peluang hilangkata Aji Santoso.

Ada beberapa peluang dari Taisei Marukawa dan Risky Ridho serta sepakan roket Marselino Ferdinan. Ketiga peluang tersebut tidak menjadi gol.

“Menurut saya lawan tidak ada satupun peluang mulai dari babak pertama sampai babak kedua berakhir, ya itulah sepak bola, yang jelas kami dalam kondisi yang sangat sulit” terang Aji.

“Saya sangat yakin fokus pemain pasti sangat turun dengan kondisi seperti ini, alhamdulillah kami tidak kehilangan poin” masih kata Aji.

Samsul Arif menyampaikan kerisauannya dengan kondisi rekan-rekannya yang terpapar varian Omicron.

“Secara fisik kami bisa bermain 90 menit, tapi secara mental sangat berpengaruh tanpa kehadiran teman-teman yang lain, semoga di pertandingan lain kita bisa lengkap dan meraih hasil yang positif” tutur mantan pemain Barito Putra ini.

Aji mengakui bahwa tidak adanya pergantian pemain karena hal itu tidak ideal. Pelatih berusia 51 tahun ini terpaksa memaksakan seluruh pemain starting eleven untuk bermain selama 90 menit tanpa pergantian satupun. Cadangan Persebaya hanya menyisakan kiper dan gelandang, tanpa pemain belakang di bangku cadangan.

“Seandainya kalau kondisi normal pasti akan ada 2 sampai 3 pergantian pemain” terangnya.

Badai varian Covid yang menerpa hampir seluruh pemain dari klub liga 1, Aji mengomentari akan mendukung segala keputusan yang diputuskan oleh PSSI terkait lanjut tidaknya kompetisi ini.

“Kalau untuk bagaimana liga ini di teruskan atau tidaknya tentunya PSSI dan LIB sudah memikirkan itu, tapi yang jelas, ini pertandingan sudah 50% cukup riskan kalau dihentikan, tapi apapun yang menjadi keputusan PSSI dan LIB pasti kami support” tegasnya.

Aji memaparkan alasan mengapa tidak melakukan pergantian pemain, terkait di 10 menit akhir Persebaya kerap akurasi passing menurun, dan kendurnya pressing.

Hal ini di karenakan Aji hanya memiliki Rendi Irwan, Dicky Kurniawan, dan Akbar Firmansyah. Aji juga menyampaikan bahwa wilayah teknis di lapangan bukan menjadi ranah media, maka mantan bek kiri Persebaya ini menegaskan secara teknis alasan tidak adanya pergantian tersebut.

“Yang tahu di lapangan kan saya, media kan diluar, yang jelas itu bukan ranahnya mereka menayakan itu, tapi saya ingin memberikan informasi siapa yang saya masukan, ada Akbar yang tidak pernah latihan, kedua Rendi, ketiga si Dicky, tidak mungkin saya memasukan mereka dengan situasi seperti ini, kalau saya masukan buru-buru terus ada pemain yang cedera bagaimana” katanya.

Rencana di panggilnya Marselino dan Risky Ridho bergabung Timnas U-23, Aji Santoso akan berkomunikasi dengan managemen terkait hal itu. Persebaya yang menyisakan 15 pemain meminta penundaan pertandingan jika benar-benar kedua pemain tersebut di panggil dalam waktu dekat.

Sisa 13 pemain tentu menjadi alasan penundaan seperti tertuang dalam regulasi, maka pertandingan tersebut dapat ditunda.

“Kalau mereka memaksa 2 pemain harus berangkat ya oke, tapi pertandingan harus ditunda, monggo kalau keduanya dipaksakan tentunya pertandingan harus ditunda, gak ada masalah” tutup Aji.

 

(tr/yl)