Tak Punya Teknis Dasar Jadi Alasan Gombau Menerima Kekalahan Tim nya

0
27
Bruno Moriera selebrasi saat berhasil membobol gawang Persib Bandung. [Foto yans. Loss27/greenforce.co.id]

Surabaya, greenforce. co. id – Persebaya harus mengakui keunggulan Persib Bandung di pekan ke-15 dalam lanjutan BRI Liga 1 di Gelora Bung Tomo, Sabtu (7/10/23).

Ketinggalan terlebih dahulu saat pertandingan berjalan 3′ menit oleh Ciro Alves, Persebaya bereaksi cepat membalas gol melalui Bruno Moriera di menit ke 10′.

Persebaya dan Persib sama-sama jual beli serangan, hanya saja efektivitas serangan lebih efektif Persib. Persebaya di babak pertama berhasil mengamankan tiga poin di depan mata, keunggulan 2-1 oleh penalti yang di eksekusi dengan baik Bruno Moriera akibat Teja Paku Alam melanggar Sho Yamamoto menit ke 32′.

Wasit Rio Permana Putra meniup waktu turun minum, Persebaya unggul 2-1. Babak kedua efektivitas Persib membuahkan hasil. Umpan crossing sisi kanan gawang Ernando Ari, David Da Silva berdiri tak terlawal menceploskan gol.

Mantan striker Persebaya itu masih memiliki ketajaman. Menit ke 70′ sundulan dari umpan silang David lagi-lagi tak terkawal dan berhasil membuat Persib comeback 2-3. Striker plontos itu membawa Persib menang hingga injury time dan pertandingan berakhir.

Ini adalah kekalahan laga kandang pertama pelatih anyar Persebaya Joseph Gombau. Kekalahan ini dikatakan pelatih yang pernah terlihat dengan Barcelona FC adalah kesalahan mendasar pemain belakangnya. Menurutnya, kebobolan di menit awal karena tidak baiknya koordinasi lini belakang.

“Tapi di babak kedua, saya pikir bahwa para pemain melakukan kesalahan yang membuat lawan bisa memenangkan pertandingan. Saya sebenarnya yakin bahwa pada laga ini Persib menang” Kata Gombau di post match press conference.

Gombau memaparkan bahwa kekalahan ini dari kesalahan, dirinya respek atas kemenangan Persib, kesalahan mendasar di dalam sepak bola dan Persebaya tidak memiliki hal mendasar itu katanya.
“Saya kecewa dengan kekalahan ini, karena kesalahan- kesalahan simpel dan lakukan kesalahan taktik. Hal seperti ini sangatlah mendasar dalam sepak bola, tapi kami tidak memiliki hal basic tersebut” Keluhnya.

Terlihat ketegangan antara Paulo Victor dan Gombau karena mengganti penendang penalti dengan Bruno. Dengan tegas Gombau menjelaskan bahwa keputusan menunjuk Bruno sebagai penendang adalah keputusan pelatih kepala, “saya memutuskan Bruno untuk mengeksekusi penalti itu. Victor ingin mengeksekusi penalti tetapi sebagai seorang pelatih, saya ingin Bruno yang mengambilnya dan ini keputusan saya, sebagai pelatih dan saya memutuskan Bruno sebagai penembak” tegasnya.

Ernando menjadi sorotan pasca kepulangan dari Timnas Asian Games. Kiper alumni EPA U-20 Persebaya itu di bela oleh GombaSu, “Saya pikir dia bermain baik hari ini. Dan keputusan saya untuk menurunkannya setelah kembali dari Timnas Indonesia. Jika dia bermain dengan Timnas Indonesia, karena dia adalah salah satu kiper di negara ini” alasan Gombau.

Gombau tidak menyoroti penampilan kiper Ernando Ari. Melalui pertimbangan tersebut Ernando langsung masuk dalam starting eleven saat menjamu Persib. “Saya tentu memainkannya dan saya berpikir dia datang sebelum bermain, dan saya memutuskannnya di starting XI, saya tidak berpikir banyak untuk memasangnya, dan saya tidak lihat ini adalah lubang dalam kekalahan tim ini” terangnya.

Bruno Moriera mencetak dia gol dalam laga klasik ini. Menurut Gombau penampilan Bruno sangat baik. Dikatakan pelatih berusia 47 tahun ini bahwa Persib tidak menjaga Bruno. “Saya pikir Persib tidak menjaganya cukup baik juga, tapi kesalahanlah yang membuat Persib bisa menang, dan Persib juga punya tim yang bagus” Ujarnya.

Kesalahan mendasar ini yang di evaluasi Gombau. “Ini adalah tugas saya sendiri sebagai coach untuk membantu para pemain berkembang. Tetapi kita sedang bekerja keras agar para pemain bisa berkembang di pertandingan berikutnya, dan ini jadi tanggung jawab saya untuk berkembang pada laga-laga berikutnya” lanjutnya.

Gombau merasa di babak kedua adalah kekalahan Bajul Ijo. “Semua terjadi pada babak kedua, kita kalah karena melakukan kesalahan dalam beberapa momen yang membuat mereka mencetak gol. Kita hilang konsentrasi dan mereka bisa memanfaatkan” pungkasnya.

__________________
greenforce. co. I’d
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho

Tinggalkan Komentar