Tantang Dewa United, Persebaya Akan Rotasi Pemain

0
64
Sho Yamamoto Dihadang Oleh Shulton Fajar. [Foto yansloss/greenforce.co.id]

Solo , greenforce.co.id – Pekan ke-17 BRI Liga I putaran pertama akan berakhir serentak pada hari Sabtu 24 Desember 2022. Persebaya sendiri akan melakoni laga penutup tersebut di stadion Manahan Solo melawan Dewa United pukul 15.00 WIB.

Sistem bubble yang berada di Jogjakarta, Solo, dan Semarang itu, Persebaya hanya sekali menang saat melawan PS Barito Putera di Maguwoharjo Sleman dengan skor 3-2.

Catatan capaian Persebaya di 5 pertandingan bubble ini terbilang kurang bagus dan diluar harapan.

Persebaya di stadion Jatidiri Semarang harus takluk oleh Persib 2-1 pada Sabtu (10/12). Kemudian bermain imbang melawan Persik Kediri 1-1 pada Selasa (13/12).

Bermain dalam tajuk ElClassico Indonesia kontra Persija Jumat (16/12) Persebaya kembali menahan imbang Macan Kemayoran 1-1. Dan di pekan ke-16 pada Rabu (21/12) Persebaya kembali berbagi poin saat ‘menjamu’ Persis Solo 0-0.

Di pekan terakhir putaran pertama ini bagi Persebaya tidak ada pilihan lagi selain harus memenangkan pertandingan melawan tim yang dulu bernama Martapura FC itu.

Dikatakan Aji Santoso di Pre Match Press Conference (PMPC), ketatnya jadwal pertandingan ini mengharuskan ada rotasi di tubuh tim berjuluk Bajul Ijo ini.

“Ini pertandingan ke-17 atau pertandingan terkahir di putaran pertama, kami akan adakan rotasi, karena saya melihat di pertandingan ke-16 kemarin, setelah bermain dengan jarak yang agak padat, jadi kemungkinan besar akan ada rotasi,” terang Aji.

Tekad memenangkan pertandingan terakhir putaran pertama ini juga ditegaskan kiper muda berbakat Ernando Ari. Kiper asli Semarang ini menjelaskan kesiapan dirinya dan rekan-rekannya untuk meraih poin penuh.

Mantan kiper timnas U-16 dan EPA U-20 Persebaya ini juga menuturkan kiat-kiat bagaimana dia sampai hari ini dipercaya menjaga pertahanan terakhir greenforce ini.

Nando mengatakan bahwa kepercayaan pelatih itu karena dirinya selalu menampilkan yang terbaik dan berusaha bekerja keras di latihan dan di setiap pertandingan katanya.

Dewa United yang di laga sebelumnya kalah oleh Persija Jakarta 3-2, hal itu tidak di lihat oleh coach Aji. Pelatih asal Kepanjen Kabupaten Malang ini lebih fokus pada Persebaya untuk bagaimana mengeluarkan segala kemampuan pemain-pemainnya untuk meraih poin penuh.

“Saya tidak melihat dari sisi itu, yang terpenting bagaimana besok kami bisa menang dan meraih poin penuh, sebab di 4 pertandingan kami tidak pernah menang” paparnya.

Bermain all out menjadi keharusan yang ditekankan Aji pada anak asuh-nya untuk menutup putaran pertama dengan poin penuh.

Dikatakan mantan bek kiri Persebaya ini, bahwa Persebaya harus menaikan semangat juang . Persebaya telah melakukan evaluasi sebagai lawan Persis Solo, dimana pertandingan itu Persebaya tidak bermain seperti biasanya atau dengan karakter Persebaya Terang Aji.

“Saya sampaikan kepada anak-anak bahwa ini masih dalam batas kewajaran. Dalam kompetisi pasti ada kondisi tim dalam situasi tidak seperti biasanya” lanjutnya.

Aji juga menambahkan bahwa aliran bola dan semangat tarung harus ditingkatkan. “Kita tahu Dewa United ini tim yang bagus berisi materi pemain yang bagus” sambung Aji.

Persebaya harus memiliki keinginan menang lebih besar dari tim lawan. Dewa united memiliki kombinasi pemain muda dan senior yang bagi kata Aji Santoso.

Lemahnya sektor serang dan produktivitas gol Persebaya yang kurang, pelatih yang pernah membawa juara Persebaya ini juga mengatakan bahwa tugas mencetak gol bukanlah tugas sepenuhnya striker. Meski itu sebagai tugas utama, namun Aji menilai sepakbola adalah kolektivitas.

“Jadi gelandang dan bek juga harus mencetak gol, semua pemain harus bisa mencetak gol” pungkasnya.

( tr / yl )