TIKET ‘HILANG’, SIAPA SALAH?

0
174

Baru 2 hari tiket untuk celebration game antara Persebaya vs Pss Sleman dibuka di tiket-tiket box yang tersebar di seantero Surabaya ternyata langsung ludes terjual pada hari Rabu, 5 Desember 2017.

“Tiket fans sudah sold out. Besok sudah tidak ada lagi distribusi tiket,” kata Patriot M dari panpel Persebaya kepada pada Emosijiwaku (6/12).

Memang di beberapa tempat tiket box yang ditemui awak Persebaya News mengatakan bahwa distribusi tiket untuk hari ini (kemarin, red) adalah yang terakhir. Tidak ada lagi distribusi untuk tiket Kategori Fans. Dan ini dikuatkan dengan pengumuman resmi dari akun Resmi Persebaya, Official Persebaya.

****

[artikel number=3 tag=”tiket” ]

Cukup aneh memang, tidak seperti biasanya animo penonton yang ingin menyaksikan laga persahabatan ini begitu tinggi. Entah karena efek dari lolos dan juaranya Persebaya dari Liga 2 ke Liga 1 atau karena faktor lain. Yang pasti tiket 50 ribu lembar yang disiapkan panpel pertandingan kabarnya ludes, habis terjual.

Tapi benarkan ini murni karena animo penonton yang tinggi? Ataukah ada hal lain yang mendasari “habisnya” tiket pertandingan? Perlu ditelusuri lebih lanjut. Mengapa? Setelah awak Persebaya News menelusuri di timeline-timeline social media, banyak keluhan akan pembelian tiket di tiket box yang tak sesuai aturan sebenarnya. Misal, pada hari pertama dibuka, (4 desember 2017, red) banyak pembeli tiket bisa membeli lebih dari 4 tiket per orang dan tanpa dimintai ID pengenal. Bahkan 1 orang pembeli bisa membeli lebih dari 10 tiket dan bisa dilayani. Benarkah Manajemen Persebaya tau hal ini?

Atau malah menutup mata akan hal ini? Sungguh keterlaluan kalau sampai tak tahu bahkan acuh tak acuh. Jangan sampai Jawapos sebagai pemilik Persebaya dituding bonek sebagai pencari untung belaka dengan menjadikan (loyalitas) bonek sebagai konsumen. Semoga saja tidak.

Oleh karena itu mari berharap pada Persebaya terutama jajaran manejemennya agar peduli terhadap hal sekecil ini. Demi kemaslahatan bersama. Sinergi antara Bonek dan Persebaya di masa-masa mendatang. (Redaksi)