
Surabaya, greenforce.co.id – Pekan ke-8 BRI Super League menjadi mimpi buruk Persebaya, hasil imbang 1-1 antara Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada pekan ke-8 Super League 2026/27 (Jumat, 30/10/2026).
Hasil ini secara terbuka Tavares menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung dan tidak menutupi rasa kecewanya. Ia menegaskan bahwa target Persebaya di laga kandang adalah meraih tiga poin penuh untuk melanjutkan tren positif.
“Tidak ada orang yang lebih kecewa daripada saya dengan hasil ini. Bagi saya, sepak bola adalah tentang kemenangan,” ungkap pelatih asal Portugal tersebut.
Persijap Jepara berhasil menahan imbang tanpa gol hingga wasit Aidil Azmi menutup babak pertama.
Sejatinya Persebaya mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 74%, tetapi kesulitan membongkar pertahanan rapat (low block) Persijap.
Bajol Ijo bahkan harus tertinggal lebih dulu pada menit ke-55 sebelum akhirnya Risto Mitrevski menyelamatkan tim dari kekalahan lewat gol penyama kedudukan di menit 90+1.
Di babak pertama juga Persijap lebih dulu mengancam gawang yang dijaga Reza Arya saat kontrol bola Yuran Fernandez diserobot Yaya Sodogogo, untungnya sepakan pemain asal Pantai Gading ini melenceng di sisi kanan Reza Arya Pratama.
Di jumpa press sehari sebelum pertandingan Tavares mewaspadai mepetnya jeda istirahat timnya dibandingkan Persijap. Strategi low block serta efisiensi transisi lawan yang diprediksi sebelum laga terbukti berhasil menyulitkan dan membuat alur serangan Green Force sempat frustrasi.
Usai sukses menahan imbang Persebaya Surabaya 1-1 di kandang lawan, pelatih kepala Persijap Jepara, mengaku tetap bersyukur dan mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
Meski sempat berada dalam posisi unggul dan kemenangan di depan mata harus bubar akibat gol penyeimbang oleh Risto Mitrevski yang masuk di menit ke-85, bek Persebaya asal Makedonia ini menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Sementara itu, raihan satu poin di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tetap dinilai sebagai hasil yang sangat berharga bagi timnya. Pelatih asal Spanyol tersebut memuji kedisiplinan para pemainnya yang mampu menjalankan instruksi taktik dengan baik.
Persijap mampu meredam dominasi penguasaan bola tuan rumah dengan merapatkan barisan pertahanan serta membatasi ruang gerak lini serang Bajol Ijo sepanjang pertandingan.
Meskipun puas dengan satu poin krusial di Surabaya, Juan Cortes tetap memberikan catatan evaluasi bagi timnya, terutama dalam hal mengantisipasi situasi bola mati (set-piece).
Gol balasan Risto Mitrevski untuk Persebaya pada menit ke-90+1 menjadi bahan pembelajaran penting agar lini pertahanan Laskar Kalinyamat bisa tampil lebih fokus hingga peluit akhir berbunyi.
____________
greenforce.co.id
tonirupilu (pre)
yans.loss27 (pho)




