
Surabaya, greenforce.co.id – Persebaya benar-benar dalam formasi dan kekuatan ‘darurat’ menjamu pemuncak klasemen dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-14, Sabtu (20/12/2025) pukul 19.00 WIB di Gelora Bung Tomo.
Apa pasal Bajul ijo disematkan sebutan darurat?
Tim kebanggaan Bonek Bonita ini dipastikan tanpa Winger Bruno Moriera dan gelandang lincah Fransisco Rivera, serta tanpa pelatih dan bahkan caretaker sekalipun.
Tak tanggung-tanggung klub yang akan dihadapi dalam kondisi tersebut, Borneo FC. Tim asal Samarinda ini hingga pekan ke-13 masih bertengger di puncak klasemen dan hanya mengalami dua kekalahan dari Bali United dan Persib Bandung.
Kali ini Shin Sang-gyu, mantan pelatih fisik Timnas Indonesia era Shin Tae Yong yang akan menjadi alenatore Persebaya seiring akumulasi kartu caretaker Uston Nawawi.
Shin Sang-Gyu bukan tak paham skema dan taktikal di sepak bola. Secara akademik di olah raga sepak bola, pelatih asal Korea Selatan ini berlatar pendidikan olahraga yang solid.
Pertama, dalam pre match press conference pelatih kelahiran 1984 ini menjelaskan kondisi Koko Ari. Menurut Shin alumni HBS ini sudah hampir 100% fit secara fisik dan mental, hanya saja absen terlalu lama banyak yang harus ditempa kembali mantan pemain EPA U-20 Persebaya itu.
“Jadi, jelas setiap pertandingan itu penting, tetapi pertandingan besok juga sangat penting bagi kami. Jadi, kita perlu berhati-hati saat akan menurunkannya, kapan kita bisa mengirimnya bermain di lapangan. Ini sedikit kontroversial meskipun dia sudah mempersiapkan diri dengan baik dan dalam kondisi prima” terang Shin.
Shin memang banyak mengomentari kondisi fisik pemainnya ketimbang berbicara teknis. Setelah menjelaskan keadaan Koko Ari, kini Risto dikabarkan kondisi dirinya telah berada di 80-90 persen.
“Dia masih menjaga dirinya sendiri secara fisik. Saya harap, dia bisa segera merasakan laga kompetitif, mungkin laga berikutnya, tetapi pada saat ini, kami tidak yakin sepenuhnya, kapan dia akan kembali bermain” lanjutnya.
Situasi membawa Shin harus mendampingi tim berlaga dengan tim papan atas. Shin mengaku tak kikuk meski harus di tepi lapangan layaknya head coach dalam memberi instruksi.
Ia mengatakan bahwa dirinya dan staf pelatih lainnya berkomunikasi untuk menyiapkan kerangka tim selama jeda kompetisi.
“Ini akan menjadi tantangan yang cukup besar. Jelas, lawan masih berada di puncak klasemen liga. Dan ya, saya sebenarnya tidak ingin menyebutkan beberapa pemain kami yang masih absen, kami masih relatif sedikit dirugikan”
“Namun, kami memiliki semangat, kami memiliki energi, kami telah melakukan persiapan dan pengkondisian yang baik sejauh ini” ucap Shin.
“Jadi kami masih berharap bisa mendapatkan tiga poin dan kemudian kami akan menunjukkan performa terbaik untuk semua penggemar kami” lanjutnya.
Sebagai bagian dari kepelatihan, Shin merasa kondisi melatih secara teknis ini dia merasa sendirian. “Bukan berarti saya memimpin seluruh tim selama periode persiapan. Seluruh persiapan dilakukan bersama dengan staf pelatih dan seluruh staf pelatih lainnya secara bersama-sama.” terangnya.
“Jadi ya, jelas saya merasa sedikit lebih bertanggung jawab. Namun, menang atau kalah bukan berarti saya tidak melakukan yang terbaik, dan bukan berarti semuanya kesalahan saya” papar Shin.
Apapun hasil tersebut, dia akan bertanggung jawab secara penuh. Sebab, ini adalah kali pertama Shin menjadi kepala di tepi lapangan.
“Saya akan bertanggung jawab. Jadi, ya, ini sebenarnya tidak terlalu menyenangkan bagi saya. Tapi sekali lagi, ya, jelas ini adalah momen baru, tetapi saya akan melakukan yang terbaik dalam memimpin tim”
“Dan manajemen permainan serta manajemen untuk para pemain selama pertandingan sebenarnya. Itulah peran saya” ungkapnya.
Leo Dan Borneo
Bek asal Brasil ini pernah bermain untuk Borneo FC setelah 2022 tidak bersama Persebaya. Pelaku History Maker dan saksi sejarah Tragedi Kanjuruhan ini mengatakan kesiapannya menghadapi tim yang sebagian mantan rekannya.
Borneo FC terkenal tim yang ofensif. Lelis mengatakan mereka sebagai pemuncak klasemen tentu banyak yang harus disiapkan di semua area menghadapi efektivitas tim berjuluk Pesut Etam itu.
“Kita harus siap. Kita harus siap. Kita harus mengantisipasi situasi berbahaya dari semua area” ucapnya.
“Jadi, kami sedang berlatih dan mempersiapkan diri seperti biasa, tetapi tentu saja untuk hal-hal baru, seperti mungkin saja terjadi sesuatu yang baru, jadi kami harus siap untuk bertahan melawan hal-hal baru”.
“Jadi, bagaimana dengan pemain lainnya. Mereka ada banyak perubahan, tapi masih ada yang masih di sana, seperti Sihran, Fajar, Nadeo juga ada di sana” pungkasnya.
________________
greenforce.co.id
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho




