Alumni Binaan Persebaya Rahmat Irianto menjadi leader de Facto di dalam tim. Putra sulung legenda Persebaya ini secara kematangan dan mental juara telah terasah. (Wikipedia)

Surabaya, greenforce.co.id – Lanjutan BRI Super League akan kembali bergulir pada tanggal 20 Desember 2025 setelah jeda dua pekan Sea Games 2025 di Thailand.

Persebaya akan berhadapan dengan pemuncak klasemen Borneo FC di pekan ke-14, Sabtu (20/12/2025) di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Laga ini kedua tim berbeda posisi di klasemen sementara. Persebaya saat ini berada di posisi ke-9 dengan mengemas 18 poin.

Sementara itu, Borneo FC meski di dua pertandingan kalah oleh Bali United dan Persib Bandung, mereka masih kokoh dengan 33 poin.

Kalah dari Persib di laga tunda tentu menjadi kecamuk Pesut Etam mengamuk di Surabaya. Dengan begitu, Persebaya harus meramu formula untuk meredam kekuatan tim asal Samarinda Kalimantan Timur itu.

Persebaya juga pasca ditinggal Eduardo Perez bersama caretaker Uston Nawawi hanya mengemas dua poin saat berhadapan dengan Bhayangkara dan PSM Makassar.

Persebaya memiliki optimisme menghadapi Borneo FC. Rahmat Irianto selaku pemain senior alumni binaan Persebaya memompa semangat rekan-rekannya.

Putra Sulung legenda Persebaya Bejo Sugiantoro ini mengatakan bahwa motivasi itu harus dimunculkan dari sesama pemain. Dengan menebar aura positif antar pemain hal ini akan menjadi motivasi tersendiri.

“Karena di pertandingan selanjutnya kita enggak mudah kita akan melawan pemuncak klasemen di kandang dan mau tidak mau harus menang” ucap Rian.

Meski tidak menjadi kapten tim, Rian secara de facto menjadi leader diantara punggawa Persebaya.

Rian beranggapan bahwa untuk terhindar dari tekanan suporter harus memenangkan setiap pertandingan, “kalau kita enggak mau didemo, enggak mau ditekan oleh Bonek-Bonita ya kita harus beri kemenangan. Itu aja. Jadi, kesadaran para pemain aja kalau enggak mau ditekan sama Bonek-Boneka ya terus kasih kemenangan itu saja” lanjut Rian.

BACA JUGA  Menang Meyakinkan 1-3, Tavarez : "Sayang Banyak Pemain Kami Cedera"

Rian saat melawan PSM mengalami cedera di kepalanya. Namun menurut alumni IM itu cedera tersebut sudah membaik.

Rian menekankan intinya laga besok Persebaya harus memenangkan pertandingan.

Rian menjawab soal antisipasi yang harus disiapkan. Menurutnya, antisipasi harus dibangun berdasar komunikasi antar lini.

“Soal antisipasi, saya belum melihat detail mungkin ya. Jadi, tunggu arahan dari para pelatih maunya seperti apa. Karena pemain belakang juga harus nyambung dengan pemain tengah dan pemain belakang. Seperti itu” sambungnya.

 

__________________

greenforce.co.id

tonirupilu/pre

yansloss27/pho