
greenforce.co.id, Pesona Bonita – Lahir dari keluarga yang gandrung sepak bola, bagi Sindhi Yustarini menjadi Bonek adalah panggilan jiwa.
Dara kelahiran Jember ini menjadi Bonita dari pengaruh keluarganya yang mayoritas pendukung Persebaya.

Cici, sapaan akrab gadis yang mengenal sepak bola dari ayahandanya. Ayahnya seorang pesepakbola, sejak kecil dia sudah mengenal olahraga kulit bundar itu.
“Bapak dulu main bola di kampung, tarkam-an gitu, cici selalu diajak ibu liat bapak main” ceritanya mengenang masa-masa dirinya melihat sepak bola.
Tak hanya ayahandanya yang bersinggungan dengan sepak bola. Kakak iparnya juga pemain sepak bola dan pelatih SSB di Jember, situasi itu yang membuat dirinya dekat dengan sepak bola.
Merantau ke Surabaya medio 2019, dia mulai masuk stadion melihat Persebaya. Klub yang semasa kanak-kanak ia hanya dengar dari cerita keluarga dan orang tuanya.
Sebagaimana tinggal, bekerja, dan kuliah di kota yang memiliki klub bersejarah seperti cerita keluarganya, cici mulai merambah stadion melihat tim dengan nama besar itu.
“Persebaya sudah dengar lama, bapak sama kakak-kakak suka cerita Persebaya, jadi begitu ke Surabaya ya langsung ingat Persebaya, akhirnya ya bisa liat Persebaya langsung” ungkapnya.
“Tim ini besar, namanya besar, gak salah keluarga aku senang sekali sama Persebaya”
Di Surabaya, Cici menimba ilmu analis kesehatan. Ia berhasil menyandang Ahli Madya Analis di tahun 2024.
Lajang ini memiliki keahlian dalam hal keputrian alias rias merias. Ia mendirikan usaha kecantikan bernama fortunails, yang bergerak dibidang nail art.
Bonita ini seorang pekerja keras. Tak hanya meni-pedi, ia juga bekerja sebagai konten kreator di sebuah toko bunga di bilangan Kayoon Surabaya.
Ditengah kepadatan pekerjaan, ia tetap memiliki waktu untuk nribun. Beruntungnya, musim ini, kompetisi digelar di weekend jadi dia memiliki waktu untuk ke stadion.
Sesekali, Cici juga mengikuti away. Dia menuturkan away hanya di zona wilayah yang bisa dijangkau tak memakan waktu lama dalam perjalanan.
Kediri dan Madura adalah jadwal pasti dirinya merasakan mendukung Persebaya tandang. “Sekali ke GBK, tapi liat Timnas” sahutnya.
Cici di Surabaya memiliki banyak kawan yang menjadi circle dirinya mbonek. Mereka kerap bersama saat mendukung Persebaya.
“Bapak pernah dapati saya ketangkap kamera tv, bapak bilang kalo liat bola jangan main hape saja” imbuhnya.
“Kapan-kapan pengen ngajak bapak nribun liat Persebaya langsung di GBT” harap Cici.
(tr)




