Surabaya, greenforce.co.id – Jeda kompetisi saat FIFA Matchday sering kali diidentikkan dengan waktu istirahat bagi skuad utama. Namun, bagi Persebaya Surabaya, jeda kali ini justru dimanfaatkan sebagai panggung pembuktian.

Green Force dijadwalkan menjajal kekuatan Western Australia Football Team dalam laga International Friendly Game di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (15/11) mendatang.

Pertandingan ini bukan sekadar laga persahabatan biasa, melainkan kelanjutan dari jalinan kemitraan sepak bola antara Persebaya dan Football West federasi sepak bola negara bagian Western Australia yang telah terbangun kokoh sejak 2018.

Setelah Persebaya mencicipi rumput Perth dalam agenda training camp pada Juli 2025 lalu, kini giliran wakil Australia yang melakukan kunjungan balasan ke Kota Pahlawan.

Bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, rotasi dan pembuktian menjadi kata kunci utama. Di tengah sengitnya persaingan kompetisi domestik, laga internasional ini dipandang sebagai panggung ideal untuk memberi ruang bernapas sekaligus panggung unjuk gigi bagi para pemain muda, mereka yang baru pulih dari cedera, hingga deretan amunisi yang minim menit bermain di awal musim.

“Bagi saya, pertandingan melawan Football West adalah kesempatan yang baik bagi pemain-pemain yang belum mendapatkan banyak kesempatan saat liga, pemain yang kembali dari cedera, maupun pemain muda yang sedang berjuang mendapatkan menit bermain di tim utama. Itulah yang menjadi target kami,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Ujian bagi para pemain pelapis dan pemain muda Persebaya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Western Australia Football Team memboyong deretan pemain terbaik yang berlaga di National Premier Leagues (NPL) Western Australia.

Menariknya, laga ini juga menghadirkan nostalgia emosional. Skuad lawan turut diperkuat oleh Aryn Williams, gelandang serba bisa asal Australia yang pernah merumput bersama Persebaya pada musim 2019 dan 2020. Gaya bermainnya yang lugas dan tanpa kompromi pernah membuatnya menjadi salah satu pemain asing favorit publik GBT.

BACA JUGA  Tavarez Mulai Percaya Laga Home "Seri Sama Dengan Kalah"

“Tentu senang bisa kembali ke Surabaya dan bertanding melawan Persebaya,” ungkap Aryn, menyambut hangat kembalinya ia ke hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita.

Di balik gengsi antarklub dan diplomasi sepak bola lintas negara, laga di GBT nanti menjanjikan panggung berharga: tempat di mana para daun muda Persebaya menempa mentalitas internasional mereka. (*)