
Bandar Lampung, greenforce.co.id – Persebaya sangat menyesali tiga poin di depan mata menguap di penghujung injury time.
Klub kebanggaan Bonek Bonita ini harus berbagi angka dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (28/11/2025) di pekan ke-13 BRI Super League, di stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Persebaya dan Bhayangkara sama-sama bermain menekan sejak wasit Totok Fitrianto meniup peluit sepak awal. Saling menekan, hingga paruh waktu kedua tim bermain imbang.
Menit ke-82 Persebaya menekan lewat tekanan Arif Catur yang terus memaksa masuk ke jantung pertahanan Bhayangkara, sepakan arek Mojosari ini berhasil mengolongi kiper Aqil Savik, sapuan Puti Gede justru mengenai lutut Savik dan gol 0-1 untuk Persebaya.
Uston mencoba menurunkan beberapa nama yang sering di bangku cadangan seperti Ichas Baihaqi, Alfan Suaib, dan Sadida. Namun, kurangnya menit bermain membuat pemain muda ini kesulitan klik dengan tim.
Sayang, di penghujung 90+8 Persebaya kebobolan gol sundulan Dendy Sulistyawan. Hingga wasit meniup peluit, skor berakhir 1-1.
Uston menanggapi permainan anak asuhnya pasca ditinggal Eduardo Perez. Pelatih asal Klagen Wilayut Sidoarjo ini mensyukuri hasil yang didapat.
“Ya, yang pertama kita tetap bersyukur ya karena pemain ini sudah mengeluarkan semua kemampuan sebenarnya. Meskipun kita sangat kecewa karena di akhir pertandingan kita kemasukan. Semua kita sedih tapi tutup itu pertandingan dengan kemenangan” ucapnya di post match press conference.
Uston tak menanggapi permainan keras tim berjuluk The Guardians ini. Uston mengatakan bahwa permainan keras itu menjadi kewajaran di kompetisi liga 1.
“Siapa yang keras? Kita atau Bhayangkara. Kalau secara umum, kalau tensi tinggi itu ya pasti nama pertandingan Liga 1” sahutnya saat ditanya wartawan soal tensi pertandingan.
Meski tergolong pertandingan keras, Uston menjawab bahwa anak asuhnya bermain tenang dan terkontrol secara emosi.
“Cuma kita tetap terkontrol terus saya. Di situ tapi ada beberapa yang harusnya menurut saya Bruno ya enggak dapat (penalti kayaknya), karena dilanggar dan kena kan tuh, tapi sudah saya no comment lah di sini, terima kasih ya” sesal Uston terkait kinerja wasit.
Lain hal pernyataan Milos Raickovic. Pemain asal Montenegro ini sangat menyesali tiga poin yang lenyap.
“Pertandingan yang sangat sulit bagi kami. Uh, kami unggul 1-0 dan kami sangat kecewa dengan satu poin ini karena pada akhirnya kami harus menyelamatkan hasil ini dan gagal membawa pulang tiga poin.
Sekarang sudah tiga kali seri, tiga kali seri berturut-turut” sesalnya.
“Kami sungguh tidak puas dengan hasil ini dan saya berharap kami akan lebih beruntung di pertandingan berikutnya” harap Milos.
Persebaya akan kembali melakoni laga tunda kontra PSM Makassar. Laga versus PSM seharusnya terselenggara pada akhir bulan Agustus lalu, namun karena situasi politik memanas maraknya demo pada DPR, dan pertandingan itu ditunda.
Tanggal 6 Desember menjadi laga tunda tersebut di stadion BJ Habibie di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Dalam laga ini, Fransisco Rivera dapat bermain, sebab status laga tunda dan sanksi kartu mereka dirinya tidak dihitung.
Hasil ini, Persebaya tetap berada di peringkat ke-8 dengan 17 poin.
_____________
greenforce.co.id
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho




