Ilustrasi Daud Versus Goliath (istimewa)

Gianyar, greenforce.co.id – Persebaya memperpanjang rekor tak terkalahkan oleh rival mereka Arema FC.

Dalam semi-final Piala Presiden 2026, Bajul Ijo kembali menang 1-0 atas tim berjuluk Singo Edan itu, Selasa (4/8/2026), di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Persebaya mengamankan tiket final setelah sundulan set piece pojok dimanfaatkan Fernando Yuran di injury time 45+7.

Di babak kedua, Arema FC keluar menyerang, namun Arema FC justru kehilangan pemain bertahannya akibat melanggar Miguel dan diganjar kartu merah.

Insiden Kartu Merah terjadi di menit 67′. Arema FC harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Diego Landis menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap Miguel Pereira, yang sekaligus menggagalkan upaya kebangkitan Singo Edan.

Pertandingan tensi tinggi ini dikomentari oleh Bernardo Tavares. Ia mengatakan bahwa laga semi final ini terbilang sulit.

“Menurut saya, ini adalah pertandingan yang sulit; terkadang emosi meluap dan banyak terjadi pelanggaran. Kita harus jujur, ini bukan penampilan terbaik yang biasanya mampu kami tunjukkan, namun ada alasan yang bisa dipahami: kami memiliki waktu persiapan dan pemulihan yang satu hari lebih singkat dibandingkan Arema” keluh Tavarez.

“Para pemain kami kelelahan, tetapi hari ini mereka tampil layaknya pejuang dan menunjukkan sikap yang baik. Mencetak gol lebih dulu itu penting, dan kami sebenarnya memiliki lebih banyak peluang, namun sayangnya kami gagal mencetak gol kedua. Saya sangat senang dengan kinerja tim hari ini” ungkap Tavarez.

Pertandingan ini juga dikomentari putra sulung legenda Bejo Sugiantoro. Rahmat Irianto yang akrab disapa Ryan ini mengatakan sama dengan pelatihnya.

“Ya, pertandingan yang tidak mudah dengan kondisi fisik yang sangat melelahkan. Eh, dengan pertandingan tadi juga teman-teman banyak melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak perlu dibuat, tetapi malam ini teman-teman bisa memanfaatkan bahwa hari ini kita bisa memenangkan pertandingan” ungkapnya.

BACA JUGA  Persebaya Perkuat Lini Belakang Datangkan Walber Mota

Tavarez mengaku bahwa pemain di turnamen Piala Presiden ini kelelahan.

“Para pemain kelelahan. Mereka bukan mesin. Lihat saja, Miguel bermain hampir 90 menit, para bek tengah bermain 90 menit, dan bek kiri Jefferson juga bermain 90 menit”

“Biasanya, sejak pertandingan pertama, saya berusaha melakukan rotasi, namun hari ini saya tidak bisa melakukannya karena menurut pandangan saya, pertandingan ini berlangsung dengan tensi emosional yang tinggi dan wasit terkadang kurang bisa mengendalikannya dengan baik”

“Mereka memang berusaha melakukan yang terbaik, tetapi ada situasi-situasi yang jelas-jelas seharusnya berbuah kartu merah. Namun, saya tidak ingin membahas hal itu. Menjawab pertanyaan Anda, menurut saya penting untuk menegaskan kembali bahwa para pemain sedang kelelahan” keluh Tavarez.

Di final, Persebaya akan menghadapi Persib Bandung, tim asal Jawa Barat yang telah tiga kali beruntun juara BRI Super League, laga ini tentu bukan laga yang mudah.

“Persib adalah juara tiga kali di Super League. Jika kita melihat komposisi skuad mereka, kedalaman timnya bahkan cukup untuk membentuk tiga tim sekaligus”. Puji Tavarez.

“Persaingan di dalam tim mereka pasti sangat ketat. Situasi seperti itu tidak kami miliki saat ini; skuad kami tergolong kecil. Irianto adalah contoh yang tepat; dia menjalani operasi pada tangannya musim lalu dan kini mulai bermain kembali secara bertahap” terangnya.

“Jika melihat tim lawan, mereka adalah tim yang lebih diunggulkan. Mereka bermain lebih awal dari kami, memiliki waktu istirahat lebih banyak, serta memiliki lebih banyak pemain untuk rotasi. Namun, kami akan tetap bermain dengan 11 pemain dan berusaha memberikan yang terbaik” papar Tavarez.

“Hari ini, saya yakin para pemain dan khususnya suporter kami merasa senang karena kami menang, tetapi pertandingan tadi sangat berat bagi tim kami karena kondisi fisik pemain yang kelelahan” ungkapnya.

BACA JUGA  Persebaya Terus Tingkatkan Profesionalisme Bersama Teknologi VALD Performance

“Mereka bukanlah mesin. Kami harus tampil sangat baik dalam pertandingan berikutnya agar memiliki peluang saat menghadapi Persib, karena laga ini ibarat pertarungan antara Daud melawan Goliat. Kami harus bersikap rendah hati untuk mengakui hal itu”.

Memiliki waktu sehari saja untuk menjalani laga final, Persebaya langsung mengadakan terapi es bagi pemainnya. “Ya, kami sudah melakukan terapi es dan memulai proses pemulihan. Setelah ini, kami akan kembali ke hotel karena mereka perlu tidur; tidur itu wajib bagi mereka”.

“Besok kami akan menjalani sesi pemulihan dan mencoba untuk bersantai. Untungnya besok kami tidak perlu melakukan perjalanan, jadi saya berharap tim akan kembali bugar, meskipun itu sulit. Kita lihat saja kondisi mereka pada pagi hari pertandingan untuk mengetahui siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak” ucapnya.

Ryan juga mengakui faktor kebugaran menjadi sesuatu yang dikeluhkan hampir semua tim peserta turnamen pra musim ini.

Ryan juga mengakui dirinya lelah pun demikian rekan-rekannya. “Eh untuk pertanyaan yang pertama, ya sangat benar kami sangat kelelahan dan karena jadwal yang sangat pendek dan sangat padat tersebut” ucap Ryan.

“Jadi di partai final besok, apa kata Coach Tavares nanti kalau kita akan memanfaatkan apa yang perlu dimanfaatkan untuk melawan Persib. Karena memang Persib Bandung tim favorit tiga tahun ke belakang, mereka punya tim yang bagus, pemain yang bagus. Jadi kita harus bisa memanfaatkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh Persebaya.” Pungkas Ryan.

 

_____________

greenforce.co.id

tonirupilu/pre

yans.loss27/pho