Surabaya, greenforce.co.id – Persebaya meraih poin penuh atas tamunya PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League Pekan ke-2 di Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (13/9/2026).
Menang gol semata wayang membuat Rivera dkk bertengger di posisi ke-7 klasemen sementara dengan mengemas 4 poin.
Alex Martin, pemain asal Brasil ini dimasukan pada babak kedua untuk memecah kebuntuan karena di 45 menit pertama Persebaya kesulitan membobol gawang yang dijaga Cahya Supriadi.
Alex berhasil memaksa kiper PSIM memungut bola dari gawangnya di menit ke-81. Striker tajam itu memanfaatkan bola crossing bek sayap Jeferson.
Tavarez menanggapi hasil anak asuhnya, menurutnya pertandingan berjalan intens di kedua tim yang mana Persebaya kata Tavarez lebih banyak peluang, hanya saja finishing tak dapat diselesaikan dengan baik.
Di babak pertama Persebaya memiliki banyak umpan silang, dan di babak kedua Persebaya memiliki banyak sepak pojok. “Kami punya umpan silang yang bagus tapi tidak ada yang menyelesaikan di babak pertama, begitu juga di babak kedua. Kami memiliki lebih banyak sepak pojok. Saya pikir ini adalah pertandingan yang positif. Tentu saja, selalu ada hal-hal yang perlu kami tingkatkan” kata Tavarez.
Lanjutnya, ia mengatakan yang terpenting adalah tiga poin berhasil diamankan Bajul Ijo. “Tapi tiga poin adalah hal terpenting untuk pertandingan ini. Jangan lupa musim lalu Persebaya kalah di sini 0-1 melawan mereka, jadi ini hasil yang bagus” sambungnya.
Tavarez kemudian berharap hasil positif ini akan berlanjut di pertandingan pekan ke-3 kontra Garudayaksa.
“Saya berharap di pertandingan kandang berikutnya pada 19 September Bonek dan Bonita bisa datang lagi, lebih banyak orang yang hadir, dan jika suasananya seperti ini lagi, itu akan sangat fantastis karena para pemain layak mendapatkannya.” pintanya.
Pandangan lain disampaikan oleh Jefferson. Bek kiri asal Brasil ini mengatakan bahwa persiapan dirinya dan rekan-rekan dipersiapkan selama seminggu.
“Kita harus terus melanjutkan performa ini saat bermain di kandang, selalu siap tampil agresif, dan menjaga intensitas sepanjang pertandingan di lapangan.” ucap Jefferson.
“Saya percaya jika kami terus bekerja seperti ini, kami bisa berkembang jauh lebih baik. Hari ini tim kami layak mendapat ucapan selamat karena ini adalah kemenangan yang penting” sambungnya.
“Saya sangat senang bisa mencetak assist dan membantu tim meraih tiga poin, serta senang bisa beradaptasi dengan baik bersama rekan-rekan setim di laga hari ini” tambah Jefferson.
Babak kedua ditengah kebuntuan, Tavarez memasukan Alex Martins. Namun, ia mengatakan bahwa Alex belum dalam kondisi terbaiknya.
“Alex datang dari cedera. Kondisi fisiknya belum 100% sempurna di momen ini, jadi kita harus melakukannya step by step. Hari ini karena kami ingin memenangkan pertandingan, rencana kami berbeda”
“Kami butuh pemain seperti Alex dengan karakternya untuk berada lebih dekat dengan gawang lawan karena dia bisa memantulkan bola dan memanfaatkan karakteristiknya. Itu sangat penting bagi kami, dan dia mencetak gol” ungkap Tavarez.
“Tapi jika Anda lihat setelah 30-35 menit, performanya mulai menurun karena kondisinya belum di level optimal. Meskipun lawan bermain dengan 10 orang, energi dan kondisi fisiknya memang belum 100% dan ototnya sempat terasa sedikit tegang, jadi kami tidak ingin memaksakannya terlalu jauh” sambung Tavarez.
“Mengenai Sadil, dia juga belum 100% karena sebelumnya tidak bermain di Persebaya dan hanya bermain beberapa menit di Tim Nasional. Dia masih beradaptasi dengan rekan setim dan rencana taktik tim. Tapi dia masuk dan mencoba melakukan yang terbaik” ungkapnya.
Perubahan posisi gelandang bertahan ada Risto Mitrevski. Pemain asal Montenegro itu sejak musim lalu ditempatkan Tavares berbeda dari posisi saat ia masih di Dewa United.
“Musim lalu saya juga sempat menempatkan Risto di posisi itu pada beberapa pertandingan. Kami tahu posisinya, dan fakta bahwa Risto bermain sebagai gelandang bertahan bukan berarti kami bermain defensif”
“Ini justru memberikan keseimbangan dan membiarkan bek sayap kita (seperti Jefferson) untuk lebih aktif naik membantu serangan di sisi depan, serta menempatkan lebih banyak pemain di dekat kotak penalti lawan. Jadi itu bukan strategi bertahan, melainkan soal keseimbangan tim” bebernya.
Menit ke-55 PSIM harus kehilangan satu pemain. Andrian Purzycki harus diganjar kartu merah oleh wasit Mustafa Kamal.
Unggul pemain, Persebaya masih kesulitan mencetak gol selain gol tunggal Alex Martins.
Tavarez punya pandangan lain soal itu. Menurutnya, setiap tim yang kehilangan satu pemain, mereka akan bermain sangat rapat menutup lini serang Persebaya.
“Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat, bertahan total, dan berlari lebih banyak karena memiliki motivasi ekstra. Memang sedikit lebih sulit, tapi kami tetap mampu menciptakan banyak situasi berbahaya, melepaskan umpan silang, dan melepaskan tembakan hingga akhirnya gol tercipta”
“Yang terpenting, para pemain tidak kehilangan fokus dan terus berjuang hingga akhir untuk mengamankan tiga poin di kandang.” Tandas Tavarez.
______________
greenforce.co.id
tonirupilu (pre), yans.loss27 (pho)





