Eduardo Perez saat memberi keterangan pers di Gelora Bung Tomo, Jumat (21/11/2025) [greenforce.co.id]

Surabaya, greenforce.co.id – Pekan ke-12 Persebaya begitu berat menghadapi seteru mereka Arema FC, dalam lanjutan BRI Super League, Sabtu (22/11/2025).

Nyaris kalah dihadapan pendukungnya sendiri, di depan 29 ribu lebih Bonek Bonita, Bajul ijo bermain setengah pincang bersama absenya Fransisco Rivera akibat red card saat melawan Persik Kediri.

Babak pertama kedua tim bermain imbang. Babak kedua menjadi petaka saat Dime Dimov yang tak terkawal dalam kotak 12 pas bersama Ernando Ari salah mengantisipasi bola, skor 0-1 membuat seisi stadion terdiam.

Wasit Rio Permana Putra mengganjar Matheus Nascimento kartu merah akibat melanggar Mihailo Perović beberapa dari kotak 16 meter Singo Edan.

Unggul jumlah pemain Persebaya terus menekan. Bruno Moriera mencuri bola dan menceploskan ke sisi kiri kiper Lucas Frigeri, dan skor 1-1 hingga pertandingan usai.

Menanggapi kegagalan meraih tiga poin membuat Bonek meluapkan kekecewaan dengan meneriakan “Edu Out” menggema di GBT.

Edu sendiri menanggapi hasil pertandingan secara normatif. “Jadi, pertama-tama kami sangat sedih karena tentu saja kami tahu pentingnya pertandingan ini dan target kami hari ini adalah meraih tiga poin dan memberikan kepada suporter kami” kata pelatih asal Spanyol ini di post match press conference.

Menurut Edu Persebaya tampil lebih baik dari Arema FC. Hal itu menurutnya karena banyaknya peluang yang tercipta. “Tapi soal pertandingan, menurut saya kami lebih baik dari Arema. Kami bermain lebih baik dari Arema. Kami punya banyak peluang” ungkapnya.

Dengan hasil ini dia sangat sedih, sebab katanya ini seharusnya menjadi hadiah untuk pendukung persebaya.

“Ya, kami sangat kecewa dengan hasilnya. Tapi kami sudah melakukan semua yang kami bisa hari ini. Kami bekerja sangat keras, tidak hanya hari ini, tetapi juga sepanjang minggu” ungkapnya.

BACA JUGA  Unggul Jumlah Pemain, Persebaya Gagal Menang Jamu Dewa United

Dalam keterangan pers ini sepertinya edu sudah merasa akan diputuskan nasibnya oleh managemen Persebaya.

Edu memuji Bonek sebagai suporter terbaik di tanah air. “Pertama, kami memiliki suporter terbaik. Tentu saja, ketika Anda seorang pelatih, Anda perlu menghormati semua pendapat. Namun, hari ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua dukungan yang kami terima. Dan sekali lagi, kami adalah satu klub besar dan kami memiliki suporter terbaik” pujinya.

Lanjut Edu, dirinya sangat beruntung bisa bekerja di tim sebesar Persebaya. Dia sangat mengucap terima kasih atas Raihan anak asuhnya yang berjuang untuk menang, namaun hasil tidak seperti yang dibayangkan.

Saat tim sedang dalam determinasi tinggi, Edu seperti blunder dengan menarik Gali Frietas dan Tony Firmansyah keluar. Namun, ditariknya dua pemain ini, Edi menurunkan dua pemain muda alumni binaan Persebaya, Sadida dan Dimas.

Edu juga menyampaikan alasan dirinya menurunkan pemain muda di laga dengan tensi tinggi ini.

“Karena saya percaya pada para pemain ini, karena saya yakin dengan para pemain ini kita bisa kembali bermain. Jadi akhirnya saya percaya pada semua pemain saya, akhirnya mainkan Dimas, mainkan Sadida karena dia sudah siap, dia sudah siap. Berlatih setiap hari dengan sangat keras” paparnya.

Saat Prescon, Edu sepertinya menitipkan beberapa kesan dan pesan serta pujian untuk Bonek dan Persebaya. “Saya tahu di mana saya berada sejak menit pertama, saya juga merasakan kota ini. Saya tahu persis apa arti kota ini bagi para pejuangnya, orang-orangnya yang juga pejuang. Jadi, saya sangat bahagia. Saya sangat bahagia di sini, bekerja di klub ini bersama para pemain ini, dan tentu saja dalam profesi saya, kita tidak bisa beristirahat sehari pun dan kita juga harus menikmati setiap harinya” pungkasnya.

BACA JUGA  Tavarez Puji Pemain Persebaya Sebagai Seniman Sepak Bola

Pasca pertandingan, malam hari official merilis informasi bahwa kerjasama dengan mantan pelatih kiper Persija ini berakhir.

___________________

 

greenforce.co.id

tonirupilu/pre

yans.loss27/pho