Surabaya, greenforce.co.id – Persebaya akan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (14/2/2026) pukul 19.00 WIB di Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Persebaya dalam tren positif setelah pekan sebelumnya menggilas Bali United 1-3 di Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2).
Kemenangan ini melihatkan perjuangan Persebaya dalam kondisi darurat penyerang saat itu mampu mengalahkan Bali United dihadapan suporter mereka sendiri.
Tangan dingin Bernardo Tavarez membuahkan hasil. Pelatih asal Portugal ini mampu mengutak-atik pemain yang tidak di posisi natural mereka untuk meredam Bali United.
Pertandingan itu benar-benar menguras tenaga. Beberapa pemain Persebaya harus digotong keluar dan cedera akibat tensi permainan yang saling jual beli serangan itu.
“Saat ini, kami memiliki beberapa masalah dengan pemain yang terkena diare, beberapa pemain yang terkena influenza, dan beberapa pemain lainnya cedera” kata Tavarez saat ditemui di latihan reguler di lapangan ABC, Selasa (10/2/2026).
Dengan kondisi itu membuat mantan pelatih PSM Makassar ini harus kembali memutar otak untuk menghadapi besutan Paul Munster mendatang.
“Jadi, target pertama untuk latihan hari ini adalah mencoba melihat siapa yang tersedia atau tidak untuk pertandingan berikutnya, dan juga mencoba memperbaiki beberapa hal yang menurut kami penting, hal-hal yang kurang baik yang kami lakukan di pertandingan terakhir, hal-hal yang menurut kami perlu ditingkatkan sebagai tim” kata Tavarez.
Tavarez sejak kedatangan kali pertama di Surabaya, pelatih 46 tahun itu kerap berkata bahwa dirinya bukan tukang sulap . Kendati demikian, ia mengakui bahwa capaian ini adalah kerja keras pemainnya.
“Saya tidak melakukan apa pun. Saya hanya menempatkan para pemain dan para pemainlah yang menciptakan keajaiban. Mereka adalah senimannya.
“Mereka menunjukkan sikap dan semangat yang baik, bahkan mengorbankan diri di pertandingan terakhir karena banyak pemain dari tim kami tidak dalam kondisi 100%” puji Tavarez.
Meski dalam pertandingan lawan Bali United banyak pemain yang ditarik akibat Cedera, kata Tavarez pemain bersikap profesional dan etos kerja yang baik.
“Beberapa dari mereka sakit, beberapa cedera, dan mereka menunjukkan sikap yang baik, karena seperti yang Anda lihat, banyak pemain bermain di posisi yang tidak biasa dan mereka berusaha melakukan yang terbaik.
“Ketika kita melihat para pemain berusaha melakukan yang terbaik, kita melihat sikap yang baik, kemungkinan kita untuk meraih kesuksesan sangat besar” ungkap Tavarez.
Malik Risaldi mengalami cedera bersama Mihailo, keduanya belum diketahui kondisi terakhirnya oleh Tavarez. ” Kita gak tahu, tunggu saja, apakah keduanya bisa pulih cepat atau tidak” kata Tavarez.
“Kalau tidak disini (latihan) cedera atau sakit, kita tidak tahu berapa pemain lagi yang kami miliki” sambungnya
Sejak menjadi pelatih kepala, Tavarez memboyong 4 pemain. 3 asal Brasil dan 1 asal Portugal. Keempat pemain sejauh ini belum melihatkan penampilan yang mumpuni.
“Kita harus rendah hati melihat 3 pemain yang kita bawa, karena mereka belum berpengalaman di Indonesia. Beberapa dari mereka, terlalu lama tidak bermain. Jadi, stamina mereka tidak ideal, contoh, Jefferson sudah bermain. Gustavo sudah mulai bermain. Paraiba cedera, tapi kita belum tahu apakah sudah pulih atau belum” ucap Tavarez.
Persebaya mendatangkan bek baru asal Malut United. Hal ini sebagai persaingan di sektor bek kiri dan kanan katanya.
“Kita butuh persaingan di dalam skuad kita. Jika Anda melihat banyak pemain lokal pergi dan tidak ada yang datang, Rian tidak bermain di Malut, tetapi saya kenal Riyan dari PSIS Semarang, yang banyak bermain di sana.
“Jadi, itu adalah solusi yang baik bagi kami. Kami mendatangkan pemain yang lebih berpengalaman, tetapi Riyan sedang dalam masa istirahat” ungkapnya.
Tak hanya Riyan, Persebaya kembali memunculkan nama pemain dari elite Pro academy. Ahmad Mujtaba Ilham. Pemain berusia 18 tahun ini di proyeksikan Tavarez untuk pondasi Persebaya mendatang.
“Ini agar para pemain dari akademi melihat bahwa kami selalu berusaha untuk menonton pertandingan U-20, U-18, dan U-16 untuk melihat siapa yang memiliki potensi lebih baik sehingga kami dapat mencoba mengembangkannya di tim utama” ucap Tavarez.
“Dan juga karena jika dia menunjukkan performa yang baik di akademi dan kemudian kami memasukkannya ke tim utama. Jika dia menunjukkan kemampuan yang kami inginkan dalam latihan, kami akan membuka kesempatan untuk masuk ke tim utama” lanjutnya.
KEKUATAN BHAYANGKARA FC
Menyoal kekuatan lawan mendatang dibesut mantan pelatih Persebaya sebelumnya, Tavarez mengaku bahwa Bhayangkara kali ini banyak dihuni pemain yang bagus.
“Saya rasa Bhayangkara FC adalah salah satu tim yang mendapatkan lebih banyak pemain di bursa transfer kali ini. Dan bukan hanya itu, ada pemain-pemain kunci dari klub lain. Jika Anda ingat, mereka merekrut Moussa Sidibe, yang sebelumnya merupakan pemain kunci di Persis Solo. Mereka juga merekrut Privat Mbarga yang sebelumnya bermain di Bali United”
“Mereka merekrut Yamamoto, dan pemain Jepang lainnya. Jadi mereka memiliki banyak pemain baru yang tidak perlu beradaptasi di Indonesia. Sedangkan kami merekrut pemain yang membutuhkan adaptasi.
“Jadi mereka akan menjadi tim yang berbahaya. Jika Anda ingat, di babak pertama kami bermain imbang 1-1 di sana. Hampir saja menang, tetapi kebobolan gol di perpanjangan waktu melalui lemparan ke dalam.
Dengan kondisi tersebut, lagi-lagi Tavarez Bonek dan Bonita memadati stadion sebagai energi tambahan.
“Jadi, kami berharap Bonek dan Bonita bisa datang ke stadion untuk memberikan energi tambahan bagi para pemain kami karena saya pikir mereka pantas mendapatkannya.
“Skuad kami tidak akan 100% karena banyak pemain yang cedera dan beberapa demam, yang lain diare, beberapa flu sedang ada di sini, tetapi kami berharap 11 pemain inti dan pemain yang masuk dari bangku cadangan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang baik” harapnya.
Rekor perjumpaan Tavarez dan Paul Munster selama di Persebaya berakhir seri. Artinya, Paul bisa saja merepotkan Persebaya di Surabaya.
“Saya tidak tahu tentang statistik ini, tetapi jika Anda mengatakan itu karena dia, maka itu benar. Saya tidak tahu. Saat ini, target saya bukanlah pelatih. Target saya adalah para pemain kami dan semua lawan tim, bukan hanya pelatih.
“Karena bukan pelatih yang menentukan permainan, tetapi para pemainlah yang menentukan. Dan jika para pemain baik-baik saja dan nyaman dengan strategi tersebut, kita akan lebih dekat untuk mendapatkan hasil dan performa yang baik” pungkas Tavarez.
___________________
greenforce.co.id
tonirupilu / PRE
yans.loss27 / PHO





