Bantul, greenforce.co.id – Persebaya berhasil melakoni putaran kedua perdana dengan sempurna. Bajul ijo melumat tuan rumah PSIM Yogyakarta 0-3 dari stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026).
Menjalani pekan ke-18 anak asuh Bernardo Tavarez bermain sangat disiplin dan Spartan. Laga ini sekaligus menjadi debut tiga pemain asing baru, yaitu Bruno Pereira De Alberquerque (Pariaba), Jefferson Junio Antonio Da Silva, dan Pedro Ricardo Rodrigues De Maros.
Tiga gol Persebaya dilesakan oleh pemain asal Timor Leste Gali Freitas di menit 35′. Gali memanfaatkan dengan tenang umpan dari Bruno Moriera.
Hingga paruh waktu, Persebaya masih unggul 0-1. Rupanya Bernardo Tavarez mulai merubah taktik yang membuahkan dua gol tambahan di babak kedua.
Striker anyar Bruno Pariaba masuk menggantikan Milos Raickovic di menit ke-71. Tak berselang lama, striker asal Brasil ini langsung mencatatkan namanya di papan skor menit ke 74′, sepakan kerasnya tak mampu dibendung Cahya Supriadi.
Disaksikan 7405 penonton yang hadir PSIM tak kuasa menghadapi serangan balik Persebaya. Rahmat Irianto masuk menggantikan Tony Firmansyah di menit ke-61, putra sulung legenda Bejo Sugiantoro killing the game berkat aksi solo run dan sepakan kerasnya membawa Persebaya menang 0-3.
Pertandingan sesama pendiri PSSI ini berjalan alot. Tavarez mengakui bahwa anak asuhnya kesulitan di babak pertama. “Saya pikir di babak pertama, kami sedikit kesulitan. Kami sebenarnya bisa melepas 2-3 tembakan, tapi dicegah oleh bek lawan, lalu akhirnya kami bisa mencetak gol” terang pelatih asal Portugal ini.
“Tetapi pada 15 menit terakhir di babak pertama, kami memberi banyak ruang di antara lini pertahanan dan lini serang. Ruang tersebut membuat para pemain lawan untuk melepas tembakan dari luar kotak penalti, umpan silang, dan kami harus memperbaiki hal itu” ucapnya.
Tavarez mengatakan pada pemainnya di kamar ganti bahwa permainan mereka terbilang buruk. “Pada jeda babak, kami bicara bahwa kami tidak bermain cukup baik” ungkapnya.
“Saya pikir pada babak kedua, para pemain bermain lebih baik. Saya pikir di babak kedua, kami membuktikan pantas untuk menang, menciptakan banyak peluang besar untuk gol, menambah dua gol, dan akhirnya menang 0-3” sambungnya
“Saya bangga kepada para pemain, tetapi kami harus rendah hati, karena saat menang bukan berarti semuanya baik-baik saja dan saat kalah bukan berarti semuanya buruk” lanjut mantan pelatih PSM Makasar ini.
“Dan saya pikir para pemain mengerti dan hal terbaik adalah memahami hal itu, hal lain yang harus dilakukan adalah mengurangi ruang gerak mereka dan mencoba untuk mengendalikan permainan kita dan yang terpenting adalah kita mencetak gol, gol kedua” papar Tavarez.
Debut Paraiba kata Tavarez bahwa semua pemain itu sangat penting.
“Bagiku, semua pemain itu penting. Bukan hanya pemain yang mencetak gol, tapi juga pemain yang mampu memastikan kami tidak kebobolan” ucapnya.
“Jadi, itu penting baginya. Itu adalah pertama kalinya dia bermain. Dia belum 100% fit. Sayangnya, kami memiliki beberapa masalah fisik pada banyak pemain.
“Kami berharap dengan bantuan departemen medis kami dan kami juga berharap dapat memiliki perlengkapan yang lebih baik untuk membantu para pemain kami pulih karena saya pikir itu penting” tuturnya.
Rahmat Irianto bermain sangat impresif. Alumni binaan Persebaya itu solo run melewati 3-4 pemain PSIM dan ayah satu anak itu berhasil melesakan sepakan dengan terarah.
Tavarez memuji pemain senior di Persebaya ini. “Eh, kalau saya melihat gol ini hari ini dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya, saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona” tandas Tavarez.
Hasil ini membawa Persebaya menempati posisi ke-6 klasemen sementara dengan 31 poin.
______________
greenforce.co.id
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho





