Dwi saat swafoto di stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat. Dwi menempuh perjalanan 10 jam dari Jambi ke Padang untuk mendukung Persebaya. [Foto dok Dwi]

[greenforce.co.id/pho/yansloss27/pre/tonirupilu]


From Jambi With Love

Persebaya for Indonesia ini bukan lahir dari ruang hampa. Sebutan itu memiliki alasan mengapa mereka menyatakan diri sebagai klub yang dicintai banyak orang, termasuk warga Provinsi Jambi ini.

Adalah Dwi, warga Merangin, Jambi. Ia seorang Bonita yang memiliki kecintaan luar biasa untuk Persebaya meski berada di tengah-tengah bumi Andalas itu.

Mahasiswi prodi Kejuruan olah raga ini berulang kali mengikuti perjalanan Persebaya saat melawat ke Sumatera atau ke daerah lain.

Dara pemilik nama lengkap Dwi Setiawati ini adalah seorang anak tunggal dari keluarganya. Dwi lahir dari kedua orangtua yang berdarah Jawa Timur, Jombang dan Magetan.

Lahir dan tumbuh di Jambi, ia memiliki minat pada olahraga si kulit bundar. Dwi penyuka warna hijau ini mengaku kali pertama melihat Persebaya di televisi, dari situ ia mulai melacak klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu.

Dwi tidak melalui doktrin atau pengenalan dan pemahaman tentang Persebaya dari keluarga. “Ayah saya kurang tau tentang sepak bola, mendiang ibu juga kurang tau, tapi kalau Persebaya kayaknya semua orang Jatim tau deh” kata Dwi via ponsel.

Dwi pernah ke Surabaya saat Persebaya mengahadapi Malut United, ia datang membawa gift buah tangan dari hasil kerajinan tangannya.

Fransisco Rivera, Bruno Moriera, Tony Firmansyah, dan Rahmat Irianto menerima langsung buah tangan itu, tak hanya pemain, Dwi berkesempatan memberikan langsung Ivo Ananda saat itu.

Saat di mixed zone, greenforce.co.id berkesempatan bertemu dengan gadis yang berdialek Melayu sangat kental itu. “Saya idak peduli kawan-kawan saya bilang Persebaya topping liga” ucap Dwi.

Menjadi Bonita, rupanya menginspirasi ayahandanya yang mulai mencintai Persebaya, klub asal ibu kota provinsi tanah kelahirannya.

BACA JUGA  Lumat Arema FC, Tavarez : "Pemain Tahu Ini Pertandingan Apa"

Kecintaan Bonek pada Persebaya memang sangat luar biasa. Dwi menjadi gambaran dari kecintaan yang tumbuh mengalir secara alami pada Persebaya.

Ia menceritakan tentang bagaimana ejekan rekan-rekannya tak menyurutkan dirinya mendukung dan menjadi bagian pendukung Persebaya.

“Saya sering banget dapet pertanyaan, cacian bahkan makian dari orang orang di sekitar saya, bahkan teman teman kampus saya yang notabene adalah seorang pelaku olahraga” kata mahasiswi Universitas Jambi ini.

“Pertanyaan yang sering mereka lontarkan itu seperti ‘ngaposi kau ni suka nian dengan Persebaya, Persebaya dak pernah juara ngapo kau dukung, ngapo dak dukung Persib atau Persija be, yang jelas bakal juara’  (Red: Kenapa sih kamu suka sekali Persebaya, kenapa tidak dukung Persib atau Persija saja yang jelas bakal juara)

Dwi punya bekal dan pernyataan untuk menjawab “saya mendukung Persebaya bukan hanya karena kemenangan atau juara, kalau hanya itu mungkin ya betul Persib dan Persija pilihannya, karena Persebaya adalah satu satunya untuk saya, dari sekian banyak keputus asaan dalam hidup saya, Persebaya yang bisa jadi obat saya” ujarnya dengan bangga.

Dwi menceritakan kisah dimana dirinya pernah putus asa saat kehilangan bundanya. Persebaya menyembuhkan kegudagulana dirinya, dan menjadi obat semangat.

“Pertanyaan itu pasti akan terus ada, tapi saya bangga jadi bagian dari Persebaya” ucapnya.

KELILING AWAY UNTUK PERSEBAYA

Kegemaran Dwi pada Bajul Ijo ia buktikan dengan mengikuti perjalanan Persebaya dalam mengarungi kompetisi.

Ia mengaku sering away ke Jawa dan ke Sumatera yang ada klub liga 1 nya. Dengan biaya pribadi yang ia kumpulkan, Dwi menjadi Bonita dengan banyak barang bawaan saat away tersebut.

“Ngapain nonton Persebaya jauh jauh, ngasih gift ke pemain segala cuma ngabis ngabisin uang aja” tanya kawannya.

BACA JUGA  Meski Berada Di Dasar Klasemen, Tavarez Tetap Waspada PSBS Biak

Kendati demikian, Dwi juga tak memaksakan diri mengikuti seluruh jadwal Persebaya. Dia mengatakan bahwa selama ada bekal dan modal dia berangkat, jika tidak ia akan melihat dari televisi.

Dwi menjadi Bonek yang menunggu laga away Persebaya di Sumatera. Bhayangkara FC yang di Lampung ia datangi, kemudian Semen Padang.

Puluhan jam perjalanan darat untuk mencapai tempat tersebut, namun bagi Dwi, untuk Persebaya dia seperti pepatah “gunung didaki, laut diseberangi” dan seperti jargon Bonek, “loss gak rewel”.

Adhiyaksa FC dikabarkan akan bermarkas di Provinsi Jambi, namun itu masih rumor dan pengajuan proposal dari Pemprov setempat ungkap Dwi.

“Nah kalau Adhyaksa bermarkas di Jambi, saya lebih dekat dengan Persebaya” sahutnya gembira.

Ada cita-cita dari seorang wanita kelahiran 2006 ini untuk Persebaya yang sedang gigih ia upayakan. Dwi berkeinginan saat lulus kuliah ingin melamar bekerja menjadi bagian dari tim sesuai disiplin ilmu yang ia pelajari.

Dwi sama seperti Bonek Bonita kebanyakan ia meyakini bahwa Persebaya akan meraih kejayaan nantinya.

“Saya percaya kok Persebaya pasti akan kembali berjaya, biar yang suka olok-olok saya pada diam”

“Apapun itu, saya tetap bangga jadi pendukung Persebaya, saya bangga jadi Bonita” pungkasnya.