[greenforce.co.id/yansloss27/pho/tonirupilu/pre]


Padang, greenforce.co.id – Pekan ke-33 BRI Super League, Persebaya menang besar 7 gol tanpa balas di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026).

Bajul Ijo tampil trengginas melumat satu-satunya wakil Sumatera di kompetisi teratas tanah air. Semen Padang harus mengakui keganasan Persebaya yang tak memberi ruang serta tak mengendurkan serangan pada tim berjuluk Kabau Sirah itu.

Hujan gol terjadi di babak kedua. Sebelumnya di babak pertama Bruno Moriera Dkk hanya unggul dua gol.

Semen Padang tidak menyerah dalam laga itu. Meski hasil dari laga itu tidak mempengaruhi mereka keluar dari degradasi.

Hal itu terbukti Guillermo Hierro mampu membobol gawang yang dijaga Andhika Ramadhani menit ke 41′, namun setelah cek VAR gol pemain asal Spanyol itu dianulir wasit Mustafa Kamal.

Kran gol Persebaya dibuka oleh Fransisco Rivera memanfaatkan umpan Milos saat pertandingan baru berjalan 16 menit.

Tak berselang lama bek kanan jebolan internal Persebaya Arif Catur Pamungkas menambah keunggulan Persebaya di menit ke-21.

Hampir semua gol tanpa selebrasi oleh pemain Persebaya. Dimulai dari Rivera dan Catur tak selebrasi setelah mencetak gol itu, dan itu banyak diikuti pemain Persebaya lainnya yang mencetak gol.

Pertandingan berjalan ketat, setidaknya Semen Padang memberikan perlawanan berarti dan banyak membuat beberapa peluang.

Babak kedua menjadi petaka bagi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat ini. Sang kapten tim Bruno Moriera menit ke 50′ berhasil memaksa kiper Achmad Iqbal Bactiar memungut bola dari gawangnya, 0-3.

Pertandingan berjalan ketat, Persebaya terus mengurung tim asuhan Imran Nahumarury. Perovic kemudian di menit ke 63′ membuat Persebaya unggul 4 gol.

Bruno Pereira De Alberquerque atau yang dikenal sebagai Bruno Paraiba masuk menggantikan Perovic dan mengeksekusi penalti dengan baik di 68′ dua menit berselang setelah pemain asal Brasil itu masuk.

BACA JUGA  Persebaya Academy Gelar Football Festival, Ajang Pembinaan dengan Pendekatan Healthy Competition

0-5 Persebaya tidak mengendurkan serangan. Memasukan banyak pemain muda, rupanya green force terus mengurung Semen Padang yang ingin menjaga tradisi Haji Agus Salim sulit dikalahkan Persebaya.

Paraiba mencetak hattrick. Setelah melalui penalti, di menit ke-74 bomber Persebaya menjadikan stadion kebanggaan warga Padang itu semakin hening, 0-6.

Ricky Ariansyah harus mengakui Persebaya dalam laga ini. Saat injury time menit ke-90+3 Paraiba menyudai hujan gol sore itu.

Persebaya mencoba memberi menit bermain untuk Wonderkid mereka, Alendro Alan Maulana, pemain jebolan Persebaya future lab ini masuk menggantikan Arif Catur di menit ke 81′.

Menang besar ini ditanggapi oleh pelatih Bernardo Tavarez. “Saya pikir kami mendapat hasil yang besar, tapi pertandingannya tidak mudah. Kami mencetak dua gol, kami punya beberapa peluang bagus untuk mencetak lebih banyak di babak pertama” kata Tavarez.

Tavarez mengritisi anak asuhnya di 10-15 menit terakhir babak kedua. Pasalnya pemain Persebaya saat kehilangan bola bereaksi yang sangat buruk menurutnya.

“Di babak kedua kami lebih baik, mencetak gol ketiga dan keempat, dan saya pikir itu mematikan permainan. Bagus karena kami mencetak banyak gol, tapi kami harus tetap rendah hati karena jika kami menunjukkan perilaku yang sama saat kehilangan bola di laga berikutnya melawan Persik Kediri, kami akan mendapat masalah di kandang.” ungkap Tavarez.

“Untuk Semen Padang, respek besar untuk mereka. Saya berharap kalian segera kembali ke Liga 1 dengan stadion baru dan kondisi yang baik, karena wilayah Indonesia bagian ini layak memiliki tim di Liga 1.” sambungnya.

Persebaya akhirnya berhasil mengalahkan Semen Padang di Padang. “Kemenangan ini sangat bagus untuk tim karena tambahan tiga poin dan juga bersejarah. Ini pertama kalinya Persebaya menang di sini. Jadi para pemain ini bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan tim-tim sebelumnya, saya senang untuk mereka.” pungkasnya.

BACA JUGA  Kalah Dari Madura United, Tavarez Tanyakan Siapa Yang Beri Perintah Lulinha Masuk Lapangan