
[greenforce.co.id] yans.loss27/pho, tonirupilu/pre]
Surabaya, greenforce.co.id – Bukan hanya dua kekalahan beruntun Persebaya, ada rekor dari kekalahan bersama Madura United saat bersua Persebaya di kompetisi resmi, Persebaya kalah, dikalahkan di kandang sendiri, Jumat (17/4/2026) pekan ke-28 BRI Super League.
Persebaya tak berdaya oleh kekuatan tim berjuluk Sape Kerab. Duel Suramadu ini berakhir 2-1 untuk kemenangan Madura United.
Bermain dihadapan 10 ribu lebih suporter setia mereka, Persebaya tak mampu meredam efektivitas serangan demi serangan Madura United.
Madura United tidak ditemani pelatih kepala mereka, bersama asisten pelatih Rahmat Basuki, permainan Madura begitu simpel dan efektif.
Tavarez mengatakan bahwa laga ini menjadi pertandingan dengan peluang bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, Madura melakukan dua tembakan ke gawang, kemudian mencetak dua gol. “Pertama kali mereka melewati garis tengah, mereka langsung mencetak gol” jawab Tavarez di post match press conference.
Lulinha membuat seisi stadion terdiam saat pemain asal Brasil ini menyepak langsung ke gawang Andhika saat pertandingan berjalan 12 menit, gol, 1-0 bertahan hingga turun minum.
Tavarez mengatakan bahwa bek-bek Persebaya membiarkan Lulinha menembak bola, lalu 1-0. Kemudian, di babak kedua Madura United melakukan satu kombinasi di sisi kiri kita dan tembakan dari luar kotak penalti oleh R Souza menit ke 64′.
Persebaya memiliki banyak peluang dan sepakan serta peluang terhalang tiang gawang dan halauan Dicky Andriana.
Meski banyak berkembang permainan Persebaya tetap tak mampu membongkar pertahanan Madura yang rapat. “Kami punya banyak kesempatan, tapi tidak akurat ke arah gawang. Babak kedua, kami tidak memulai dengan baik. Peluang pertama di babak kedua berasal dari transisi mereka. Tapi setelah itu, kami banyak berkembang” ungkap Tavarez.
Tertinggal 2 gol Persebaya banyak merubah tim dengan menarik beberapa pemain inti mereka.
“Saya pikir kami menguasai bola di lini tengah ofensif, dengan pemain menyerang celah, pemain mengantisipasi tiang pertama, dan pemain di tiang kedua. Kami punya beberapa peluang.
“Dan setelahnya, di babak kedua, saya pikir ada situasi yang perlu kami perbaiki karena beberapa menit sebelumnya, Malik, di sisi berlawanan dari bangku cadangan, menunggu terlalu lama untuk masuk ke lapangan” ungkapnya.
Tavarez mengomentari soal masuknya Lulinha saat wasit belum memberi aba-aba untuk pemain berusia 36 tahun itu masuk lapangan.
“Lulinha berada di luar, kami sedang menguasai bola, kami tidak melihat indikasi apa pun dari wasit bahwa dia boleh masuk. Rivera mengoper bola ke Risto dan pemain itu datang dari luar lalu mengambil bola dan mencetak gol” sesal Tavarez.
Tavarez benar-benar kesal dengan keputusan wasit soal itu. Dalam Law of the game (LOTG) diterangkan bahwa Berdasarkan Laws of the Game (LOTG) IFAB, pemain yang meninggalkan lapangan (cedera, perbaikan peralatan, darah) wajib mendapat isyarat atau izin wasit untuk masuk kembali.
Lanjutnya, Persebaya saat itu sedang menguasai bola, “kami tidak melihat siapa pun yang mengizinkan Lulinha masuk. Lagipula, pemain itu (Lulinha) saat pertandingan selesai datang meminta maaf kepada saya” paparnya.
Tak hanya Lulinha, Tavarez menyoroti kinerja wasit soal potensi penalti Paraiba, “saya pikir itu penalti yang jelas untuk Paraiba, Anda bisa lihat sendiri. Tapi oke, ini bukan alasan” ucapnya.
Tavarez mengapresiasi pemainnya, ia mengaku sangat kecewa dengan hasil kekalahan ini “kami tidak ingin kalah” sambungnya.
Persebaya baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui pemain yang dimasukan menit ke-66 menggantikan Malik Risaldi, Riyan Ardiansyah. Pemain asal Semarang ini mencetak gol menit ke 82′.
“Para pemain sudah memberikan segalanya. Terkadang kami tidak beruntung karena kami berada di dalam kotak penalti tapi tembakannya terblokir bek, mengenai kaki. Mereka punya dua tembakan, mereka mencetak dua gol. Terkadang sepak bola memang seperti ini” sambung Tavarez.
Rivera mengatakan senafas dengan pelatihnya. Pemain asal Meksiko ini mengaku kecewa, meski begitu dia mengaku bahwa dia bersama rekan-rekannya menguasai jalannya pertandingan.
“Saya pikir peluang-peluang terbaik sudah kami coba setiap saat untuk melakukan yang terbaik bagi tim. Kami mengikuti rencana Pelatih, kami menganalisis. Kami tahu Madura mencoba mendapatkan satu peluang saja dan setelah itu bertahan” ungkapnya.
“Kami menciptakan banyak peluang tapi kami hanya mencetak satu gol. Kita sangat kecewa, tapi di dalam minggu depan, kita akan kerja keras dan berjuang 100%” lanjutnya.




