[greenforce.co.id/yans.loss27/pho/tonirupilu/pre
Gianyar, greenforce.co.id – Persebaya masih terlalu tangguh untuk Arema FC. Bermain di Bali, Singo Edan harus mengakui bahwa rival mereka terlalu kuat seperti batu crypto.
Persebaya melumat Arema FC dengan skor telak 0-4, dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-30, Selasa (28/4/2026) di stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Laga penuh tensi ini digelar tanpa penonton, dimana Arema FC selaku tuan rumah dalam status laga panas itu.
Babak pertama kedua tim bermain imbang. Petaka bagi Arema tiba di babak kedua. Fransisco Rivera membawa Persebaya unggul 0-1 membuat kiper Arema FC Lucas Frigerri mati langkah menit ke-49.
Persebaya langsung menurunkan Bruno Moriera, yang sempat lama tidak merumput. Melalui pengecekan VAR, wasit Thoriq Alkatiri menunjuk titik putih.
Penalti dieksekusi Bruno, namun sepakan pemain kelahiran 1999 itu berhasil dihalau Frigerri, secepat kilat bek Persebaya Jefferson menyambar bola rebound, 0-2 menit ke-76.
Arema FC bukan tidak memiliki peluang di laga itu. Menit ke-50 sundulan Dalberto membentur tanah dan menyentuh tiang atas gawang Andhika Ramadhani.
Terus menyerang Fransisco Rivera lagi-lagi mencatatkan nama di papan skor. Pemain asal Meksiko ini memanfaatkan bola muntah menit ke-82.
Unggul 0-3 Persebaya tidak mengendurkan serangan. Memasukan Mikael Tata, serangan tandem Tata dan Rivera cukup apik. Gol ketiga juga assist dari Tata yang mendorong bola dari sisi kiri.
Mikael Tata, pemain asal Toraja yang besar bersama Arema FC ini membuktikan diri secara profesional. Ia mendapatkan umpan dari Rivera dan menceploskan bola ke Frigerri, skor berakhir 0-4.
Pertandingan ini seperti sebuah pesta Persebaya. Bukan lagi disematkan sebagai Derby. Dan, Bernardo Tavarez menanggapi kemenangan itu sebagai kemenangan mental.
Kata Tavarez, pertandingan berjalan sengit. Di babak pertama kedua tim sepertinya adaptasi pada cuaca panas.
Tavarez mengucap terima kasih pada militansi pemainnya dan dukungan Bonek sebelum tim berangkat ke Bali.
“Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas sikap para pemain kami, tetapi juga terima kasih untuk Bonek Bonita yang mendukung kami di Surabaya”
“Di latihan terakhir kami di Surabaya, mereka datang untuk mendukung dan menunjukkan kepada para pemain apa artinya menang melawan Arema. Dan para pemain hari ini melakukan tugas dengan baik. Jadi, terima kasih kepada para pemain, terima kasih kepada para suporter” puji Tavarez.
“Pertama-tama saya mau bilang terima kasih kepada para pemain, terima kasih kepada Bonek Bonita karena sudah mendukung dari Kota Surabaya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bonek Bonita yang datang di latihan terakhir kita di Surabaya, yang menunjukkan kepada pemain arti dari pertandingan ini. Pemain hari ini menunjukkan kerja bagus dan hari ini kita dapat tiga poin.” Ungkap Tavarez di post match press conference.
Secara teknis, Tavarez mengungkapkan bahwa kedua tim mengalami kesulitan. Kedua tim bermain dengan intensitas rendah menurutnya.
“Kami punya beberapa peluang tapi kami tidak menembak ke gawang seperti yang seharusnya. Kami berbicara saat jeda babak pertama, kami melakukan beberapa koreksi tanpa bola. Dan kami punya peluang di babak kedua, peluang besar”
“Kami mencetak gol pertama dan setelah itu kami punya banyak peluang untuk mencetak yang kedua, kami cetak yang kedua, ketiga, dan keempat. Kami punya lebih banyak peluang, tapi Arema juga punya peluang”
“Saya pikir tidak mudah mencetak empat gol melawan Arema. Lihat pertandingan terakhir mereka, sudah lama mereka tidak kebobolan satu gol pun, dan hari ini mereka kebobolan empat gol”
“Jadi ini artinya tim saya bekerja keras, dan sikap yang mereka tunjukkan hari ini dengan memberi banyak solusi bagi pemain yang memegang bola, terutama di babak kedua, sangat bagus”.
“Jadi ini adalah arah yang harus kami lanjutkan dalam bekerja. Saya juga ingin mengatakan satu hal, tanggal 2 Mei kita akan menghadapi pertandingan penting melawan PSBS Biak di GBT” papar Tavarez.
Tata mengomentari Pertandingan saat menghadapi mantan klub-nya. “Pertandingan di malam hari ini ya seperti kata Coach tadi bilang, babak pertama sangat panas. Tapi di babak kedua cuaca mulai sedikit menurun dan ya kami bisa mencetak gol ke gawang Arema”
“Tidak mudah, tapi itu semua kerja keras pelatih, ofisial, dan semua tim, dan ya dukungan dari Bonek Bonita di Surabaya.” Ungkapnya.
Pertandingan ini sebenarnya direncanakan dan dijadwalkan di gelar di Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Namun, resistensi perlawanan masyarakat malang menolak laga itu, akhirnya kepolisian Malang tidak mengijinkan laga itu digelar di Malang.
Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi pilihan operator liga memindah laga itu. Persebaya terbilang cukup positif bermain di stadion atas nama pahlawan Gianyar itu.
Tavarez pun mengomentari soal laga di relokasi di tempat netral. ” Saya pikir para pemain ketika berada di dalam lapangan, mereka fokus total pada pertandingan. Dan mereka tahu arti bermain melawan Arema” tutur mantan pelatih PSM Makassar itu.
“Rivalitas kedua klub sangat besar. Dan para suporter saat latihan terakhir di Surabaya menunjukkan hal itu kepada pemain. Jadi saya pikir saat pertandingan dimulai, semua pemain dan tim fokus dan melupakan apa yang terjadi di luar lapangan. Jadi saya pikir tidak ada perbedaan karena mentalitas dan sikap pemain terasa seperti di stadion yang penuh” sambungnya.
Kini Tavarez fokus menghadapi PSBS di pekan selanjutnya. Meski diatas kertas Persebaya diunggulkan, dirinya enggan estimate dan akan fokus penuh menghadapi tim asal Papua ini.
“Hari ini kami memainkan Bruno yang baru kembali dari cedera dan hanya sekali latihan. Jadi kami tidak punya banyak pilihan. Ada pemain yang bermain di posisi berbeda seperti Tata, biasanya bek kiri tapi di latihan dia kadang berlatih sebagai pemain sayap, dan hari ini Tata menyanggupi posisi itu”
“Kadang kami memberi kesempatan dan pemain bisa menangkap kesempatan itu. Kami harap hari ini adalah harinya Tata, dan di masa depan bisa pemain lain” kata Tavarez.
Tata menceritakan dirinya mencetak gol di gawang mantan klubnya. “Ya tidak ada yang berbeda, tapi ya saya profesional aja. Saya bermain untuk Persebaya ya saya buat yang terbaik buat Persebaya. Itu saja. Biarlah gol ini dan assist menjadi motivasi buat saya untuk ke depannya lebih belajar dan berkembang lagi” tutup Tata.





