greenforce.co.id

/yans.loss27/pho

/tonirupilu/pre


Surabaya, greenforce.co.id – Persebaya Surabaya terus memperkuat fondasi pembinaan usia dini melalui program Persebaya Academy Football Festival. Acara itu digelar di B-Arena, Sabtu 18 Mei 2026.

Persebaya Academy Football Festival merupakan ajang yang dirancang bukan sekadar kompetisi, tetapi sebagai ruang belajar dan unjuk kemampuan bagi para siswa akademi.

Football Festival ini menjadi wadah showcase hasil latihan pemain selama mengikuti program di Persebaya Academy. Tapi bedanya dengan di tempat lain, ajang ini menggunakan pendekatan healthy competition. Di dalamnya menekankan suasana aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai tahap perkembangan usia.

Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, Football Festival mengedepankan pengalaman bermain yang berkesan, tanpa tekanan berlebihan. “Fokus utama bukan pada hasil akhir, tapi proses pembelajaran, keberanian tampil, serta penguatan karakter pemain muda,” kata Intan Permatasari dari Senior Manager Sports Academy DBL Indonesia, yang juga membawahi Persebaya Academy.

Tekankan Karakter, Bukan Sekadar Skor

Salah satu pembeda utama Football Festival adalah penilaian berbasis Champions Character. Setiap pertandingan akan dipantau oleh coach yang mencatat aspek-aspek seperti sportivitas, kerjasama tim, hingga semangat juang pemain.

Sebagai bentuk apresiasi, pemain yang menunjukkan sikap sportif bahkan bisa mendapatkan green card, sebuah simbol penghargaan atas perilaku positif di lapangan.

Di akhir rangkaian festival, penghargaan tidak hanya diberikan kepada tim terbaik, tetapi juga individu dengan kategori seperti MVP, top scorer, best passer, hingga most defensive player.

Format Berjenjang Sesuai Usia

Program ini dibagi ke dalam beberapa kategori usia. Mulai dari stage Mini (usia 6-8 tahun), Youngster (9-10), Junior (11-12), Prospect (13-14), dan Future (15-18). Setiap kategori memiliki pendekatan berbeda, baik dari sisi format pertandingan maupun tujuan pengembangan pemain.

BACA JUGA  Kalah Dari Persija, Tavarez Sebut Kekalahan Yang Diawali Pelanggaran Konyol

Pada stage Mini, misalnya, pertandingan dikemas dalam format sederhana seperti 3v3 atau 4v4 tanpa penjaga gawang. Durasi permainannya pun dibuat lebih singkat. Bahkan, di stage Mini sampai Junior sampai skor tidak ditampilkan untuk menekankan bahwa kemenangan bukan indikator utama keberhasilan.

Bedanya, pada level Youngster dan Junior, pemain mulai diperkenalkan pada konsep permainan tim yang lebih kompleks, termasuk peran posisi, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab dalam permainan. Sedangkan di level Prospect dan Future, atmosfer pertandingan sudah mendekati level kompetitif dengan standar permainan yang mengacu pada regulasi FIFA.

Sistem Kompetisi Home-Away dan Penggunaan Statistik

Football Festival dilaksanakan dalam format empat leg setiap semester dengan sistem home away, yang digelar secara bertahap pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember.

Komposisi pemain merupakan gabungan dari siswa yang selama ini mengikuti pelatihan weekday dan weekend. Pembentukan timnya didasarkan pada sistem drawing yang dilakukan saat technical meeting, atau bahkan langsung sebelum pertandingan untuk memastikan pemerataan kualitas tim.

Meskipun konsep dari “mini turnamen” ini lebih santai, tapi Persebaya Academy mengadopsi beberapa standar pemantauan perkembangan anak. Intan menunjukkan keseriusan program ini salah satunya ditunjukkan dengan adanya tim analis dan statistik. Persebaya Academy, lanjut Intan, bekerjasama dengan Tim Sport Performance Analyst dari prodi D4 Analisa Performa Olahraga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk melakukan pencatatan dan pengolahan data statistik para pemain.

Pengalaman Kompetisi yang Holistik

Football Festival juga dirancang agar semua pemain mendapatkan kesempatan bermain yang merata. Selain itu, regulasi permainan juga disesuaikan untuk menjaga keselamatan pemain, seperti larangan tackling keras atau slide tackle pada kelompok usia tertentu.

Dengan konsep ini, Persebaya Academy tidak hanya membentuk pemain yang kompetitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai fundamental dalam sepak bola: sportivitas, kerjasama, dan kecintaan terhadap permainan.

BACA JUGA  Kalah Dari Madura United, Tavarez Tanyakan Siapa Yang Beri Perintah Lulinha Masuk Lapangan

“Lewat Football Festival ini, Persebaya Academy mencoba membuktikan bahwa pembinaan usia dini tidak harus selalu tentang menang atau kalah. Namun lebih penting dari itu, tentang bagaimana membangun karakter dan pengalaman bermain yang akan menjadi bekal di masa depan,” terang Intan.(*)