Apes tak ada di kalender, begitu kalimat yang pas disematkan dalam laga klasik Persebaya VS PSIS, Rabu (12/3/25) di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Opan gagal memanfaatkan peluang saat solo run bersama rekannya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang, Opan terlihat egois dan membuang kesempatan, dan bola sepakannya melenceng dari kiper PSIS. [Foto emosijiwaku / Oscar Baadila

Surabaya, greenforce.co.id – Apes, itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi dan situasi pertandingan, lanjutan BRI Liga 1 pekan ke-27 antara Persebaya Surabaya versus PSIS Semarang, Rabu (12/3/2025).

Bagaimana tidak, tiga poin di depan mata sirna akibat gol balasan PSIS di injury time. Dimana sebelumnya peluang emas lenyap saat Oktafianus Fernando dan 4 pemain Persebaya menyerang pertahanan PSIS tanpa pengalaman satupun pemain PSIS, Opan, sapaan akrab kakak Marselino Ferdinan itu meleset dari gawang yang di jaga Syahrul Trisna Fadillah.

Tiga poin di depan mata sirna membuat Bonek yang hadir sebanyak 13 ribu lebih itu terdiam dan kecewa atas hasil tersebut. Kata Munster, saat 1-0, dirinya berbicara tentang beberapa hal. Babak kedua, “cobalah untuk mencetak gol kedua karena saya tahu Indonesia menang 1-0 Itu tidak cukup, tetapi fokus kami juga adalah clean sheet” kata Munster di post match press conference.

Menurut Munster persebaya memiliki banyak peluang. “Anda lihat di akhir. Kami memiliki peluang besar untuk mencetak gol” sesalnya. Seiring kemudian PSIS melakukan transisi cepat, tendangan sudut. Tendangan sudut cepat dan tak ada pemain menyapu bola itu.

“Ada dua atau tiga situasi di mana kami harus merebut bola dari sudut. Kami tidak melakukannya dan mereka mencetak gol di akhir. 1-1. Sangat mengecewakan” sesal Munster.

“Jadi, ini sepak bola yang bisa terjadi, tetapi jelas kami semua kecewa. Kami semua mendukung Ofan. Kami semua tahu situasi itu, tetapi ini sepak bola” lanjutnya.
Munster mengatakan bahwa jangan menyalahkan Opan. Di sepak bola hal ini sering terjadi. “Kami semua kecewa. Tujuan kami adalah tiga poin. Kami berada di posisi kedua di liga” kata Munster nada menyangkan.

BACA JUGA  Leader "De Facto" Rahmat Irianto Pompa Motivasi Rekan-Rekannya

“Dan ada peluang besar. Lima detik terakhir. Tapi sekali lagi, kami juga tidak menghalau bola, anda tahu. Kecewa dengan cara kami kebobolan gol di akhir” sambungnya.

Ofan, pemain yang memiliki peluang emas itu menyesali apa yang ia lakukan dengan tidak memberi umpan kepada rekan-rekannya yang berlari menemani dirinya menyerang balik itu.

“Mungkin saya harus berbicara sedikit dan harus ambil tanggung jawab ini dan tidak ada masalah dalam permainan Persebaya. Jadi, kesalahan tidak bisa dibebankan penuh, tidak lain ada di saya. Jadi, untuk pecinta persebaya, saya siap mengambil itu dan siap2 disalahkan untuk pertandingan ini” kata Opan dengan tegas.

Persebaya unggul di penghujung babak pertama melalui Fransisco Rivera yang menari-nari di depan kotak penalti PSIS dan menceploskan dengan baik di menit 45+1. Keunggulan itu berlangsung hingga di 90 menit waktu normal. Septian David Maulana mengubur impian Raihan poin penuh Persebaya di 90+3.

Paul Munster mengatakan juga di babak kedua ada perubahan taktikal. Hal itu karena pemain kelelahan karena pertandingan tandang yang melelahkan. Alasan menurunkan Ofan karena banyaknya pemain kelelahan. “Ofan layak mendapatkan kesempatannya. Dia bermain bagus dalam latihan dan pertandingan. Kami membuat pemain pengganti untuk membantu tim meningkatkan level” ucap Munster.

Menurutnya, Persebaya telah bermain sangat bagus dalam transisi. “Bukan hanya Ofan. Kami tidak bisa menyalahkan Ofan karena kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol dan seperti yang saya katakan, bola mati di akhir, kami harus menyapu bola ini” ujarnya.

Bagi Munster seharusnya gol balasan PSIS itu karena tak ada pemain satupun yang menyapu bola, dengan begitu ada persoalan fokus di lini pertahanan Persebaya, atau pemain tersebut terlanjur kecewa peluang yang harusnya menjadi gol terbuang percuma.
“Bagi saya, ini tidak dapat diterima karena kami dapat melihat gol ini tepat di akhir. Kami harus lebih fokus dan harus menyapu bola” lanjut Munster.

BACA JUGA  Puas Dengan Dukungan Bonek, Tavarez Ingin Lebih Meledak

Jeda kompetisi, Persebaya akan meliburkan pemainnya. Dalam libur tersebut akan ada program latihan individu untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya melawan Persija Jakarta tanggal 12 April 2025 di Jakarta.
Menutup jumpa press, Opan mengatakan “Sebenarnya saya jujur saja, tidak bisa berkata apa-apa dan memang kesalahan ada di saya. Jadi, tidak ada masalah untuk tim, tim bermain bagus itu aja” tandas Opan

__________
greenforce.co.id
tonirupilu / PRE
yams.loss27 /PHO