Slavko berebut bola udara. Kekalahan melawan Dewa United menjadi alert bagi Paul Munster. Namun, managemen memberi deadline pelatih asal Irlandia itu hingga laga melawan Persib Bandung. [Foto Media Persebaya]

Bogor, greenforce.co.id – Kekalahan selanjutnya didera Persebaya. Dijamu Dewa United, Persebaya menelan kekalahan secara utuh, kalah teknik dan taktikal.

Jumat (21/2) menjadi mimpi buruk Persebaya dalam lawatan itu. “Ultimatum” managemen soal keberlangsungan pelatih Paul Munster tak berakhir saat melawan dewa, melainkan diperpanjang hingga menjamu Persib, Sabtu (1/3) mendatang.

Munster menjelaskan kekalahan tersebut bukan berarti kalah secara permainan. Babak pertama Persebaya melakukan sepak bola positif secara baik. “Mereka punya beberapa opsi untuk mencetak gol. Kami tahu siapa pemain utama mereka yang akan mencetak gol. Dan Alex kini mencetak 18 gol.” Kata munster. Menurut Munster persebaya memiliki peluang di babak pertama itu.

Petaka itu diawali Mesidoro yang meliuk bersama Marukawa dengan umpan satu dua bersama Eggy Maulana Vikri. Menit ke 30′ Ernando Ari di tak berdaya. Tujuh menit berselang, Alex Martin menambah gol klub asal Martapura itu.

Masih kata Munster, “di babak kedua, kami punya banyak peluang. Saya pikir kami harus mencetak lima lima enam gol. Dan kami tidak mencetak gol. Dan ini banyak permainan seperti ini. Kami mendapat banyak peluang, tapi kami tidak mencetak gol” terangnya.

“Saya pikir pencetak gol terbanyak kami dengan enam gol. Itu terlalu rendah dan para pemain yang memiliki peluang untuk mencetak gol juga tidak kejam. Dan itulah perbedaannya di babak kedua. Kami sangat baik” lanjutnya.

Munster masih menyoal putusan wasit, “Saya pikir kami seharusnya mendapat penalti juga dengan lebih banyak. Kami tidak bisa menekannya, kami tidak bisa menekannya, tapi kami tidak bisa mencetak gol.

“Saya percaya jika kami mencetak gol, kami memiliki peluang untuk bangkit kembali, namun dalam sepak bola Anda perlu mencetak gol, Anda tahu? Kami memiliki banyak peluang. Kami bekerja keras, kami berjuang, kami melakukan lima perubahan untuk menang, namun kami tidak mencetak gol” lanjutnya.

BACA JUGA  Apes!, Egoisme Oktafianus Fernando Buat Persebaya Hilang Fokus

SOROTI KEDALAMAN TIM SENDIRI

Munster seperti tengah frustasi dengan kedalaman tim yang ia pimpin. Setiap pemain mempunyai peluang untuk mencetak gol. “Seperti yang saya katakan, mengenai top skor, enam gol, Rashid. Dan beberapa pemain lainnya. Kami belum mengetahui pembunuhnya (striker), dan Malik juga cedera hari ini” timpal Munster.

“Risky Dwi kita datangkan. Maklum, Risky itu datang dari Liga Dua. Jadi, inilah pemain yang saya miliki. Jadi, dengan para pemain yang saya miliki, saya harus memainkan para pemain ini” ungkapnya.

“Jadi, semuanya sama saja. Kami harus terus bekerja, tapi para pemain harus meningkatkan performanya, Anda tahu? Ketika Anda memainkan pertandingan-pertandingan besar, di sinilah para pemain besar saya dan saya harus maju” lanjutnya.

“Dan peluang malam ini mereka tidak mencetak gol. Itulah perbedaannya dengan pemain top dan pemain rata-rata. Alex punya apa? Satu, dua peluang, gol. Itulah perbedaannya” jelas Munster.

Munster mengaku telah mempersiapkan diri jelang laga itu. “Pertandingan akan segera tiba, yang terbaik yang saya bisa. Anda lihat di babak kedua, kami melakukannya dengan sangat baik. Kami fokus, kami tidak bisa masuk, tapi kami tidak mencetak gol” papar Munster.

“Inilah sepak bola. Jika Anda tidak mencetak gol, Anda tidak memenangkan pertandingan” lanjutnya.

Munster kecewa dengan skema gol pertama Dewa. “Hanya sekadar umpan biasa” katanya. “Kami tidak mengikuti pemainnya” seloroh Munster.

“Namun para pemain terus melaju. Mereka bertarung, mereka bertarung sampai akhir. Tapi ini soal kualitas dan sepertiga akhir. Jadi fokus utama saya adalah tim meningkatkan pemainnya dan ya, menjadi lebih baik” tutur Munster.

“Jadi yang lainnya, saya benar-benar fokus pada sepak bola. Jadi ya, jika para pemain mencetak gol malam ini, kami bisa menang malam ini. Ini hanya tentang detail kecil.

BACA JUGA  Tak Gentar Bersaing Dengan Emil Audero, Ernando : "Sama-Sama Makan Nasi"

Jika Anda mencetak gol, kemungkinan besar kami bisa bermain imbang malam ini atau menang, tapi ketika peluang jelas untuk mencetak gol dan Anda gagal, apa yang bisa saya lakukan? tanya Munster.

Saya tidak bisa memintanya. Saya hanya bisa memberikan solusi dan cara mencetak gol. Para pemain harus bangkit. Anda tidak bisa bersembunyi, Anda tidak bisa bersembunyi di belakang pelatih.

Pelatih tidak ada di lapangan. Saya memberikan solusi bagaimana cara bermainnya. Namun sayangnya tidak ada gol. Itu adalah perbedaan ketika Anda berjuang untuk menjadi yang teratas. Kami harus mencetak gol dan malam ini kami tidak melakukannya, jadi saya kecewa dengan itu tutup Munster.

________
greenforce.co.id
tonirupilu/pre
yans.loss27/pho