
Jakarta, greenforce.co.id – Persebaya harus takluk oleh Macan Kemayoran 0-1 dalam duel El Classico di pekan ke-9 BRI Super League, di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026).
Laga klasik ini kedua tim saling jual beli serangan. Di babak pertama Persebaya mampu meredam gempuran tim besutan Shin Tae-Yong, hingga wasit Yoko Suprianto meniup peluit turun minum.
Persebaya sebenarnya tidak beruntung dalam mengonversi peluang. Ramadhan Sananta yang memiliki sekitar empat peluang, mantan striker PSM Makassar ini tak mampu membobol gawang yang dijaga Nadeo Arga Winata.
Persebaya dengan kecakapan penampilan Reza Arya menjaga gawang, kiper asal Makassar ini banyak melakukan save penting dari kebobolan banyak gol oleh serbuan lini serang tim yang berdiri pada 1928 itu.
Berharap memboyong satu poin ke Surabaya, bombardir Persija akhirnya menjadi gol di menit ke-90. Gol tercipta usai kemelut yang terjadi dan dimanfaatkan Ivan Mamut.
Meski kecewa dengan hasil akhir apalagi kebobolan di pengujung waktu normal, ia tetap memuji kerja keras serta perjuangan anak asuhnya di lapangan.
Pelatih asal Portugal ini pun menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi Bonek Bonita yang datang mendukung langsung ke Jakarta.
Kekalahan ini menurut Tavarez terkait kendala waktu persiapan. Sebelumnya, Tavares sempat menyoroti bahwa timnya memiliki jeda waktu persiapan yang sangat singkat menjelang laga big match ini akibat jadwal padat yang harus dilakoni Persebaya secara beruntun sepanjang Oktober hingga awal November.
RISKY RIDHO SEBUT LAPANGAN JIS BEGITU BURUK
Lain hal dengan Persebaya. Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, justru melontarkan kritik dan keluhan tajam terkait kondisi permukaan rumput di Jakarta International Stadium (JIS).
Ridho menyoroti kondisi lapangan yang dinilainya tidak rata, ada bagian yang tinggi dan ada pula yang berbeda konturnya, sehingga membuat aliran bola tidak konsisten serta sangat menyulitkan pemain dari kedua kesebelasan untuk mengontrol bola dengan baik.
Dengan nada satire dan terbuka, ia mengaku sudah merasa lelah secara mental, bukan sekadar lelah karena fisik bertanding. Ia merasa frustrasi karena masalah kualitas rumput ini terus berulang dari waktu ke waktu tanpa adanya perubahan berarti.
Ridho sempat menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter (The Jakmania) karena timnya kerap kesulitan menampilkan permainan atraktif atau “main cantik” di kandang sendiri akibat kendala teknis tersebut.
Ia menyadari bahwa tim dituntut untuk selalu tampil bagus dan meraih kemenangan di kandang, namun kondisi lapangan yang buruk membuat jalannya pertandingan menjadi jauh lebih berat bagi pemain di lapangan, baik bagi kubu Persija maupun tim tamu.
RIVERA AJAK REKAN-REKANNYA FOKUS KEMBALI
Gelandang serang andalan Persebaya Surabaya asal Meksiko, Francisco Rivera, turut memberikan komentarnya usai Bajul Ijo harus mengakui keunggulan Persija Jakarta.
Rivera mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam karena Persebaya harus kebobolan di pengujung laga. Menurutnya, tim sudah berjuang keras sepanjang pertandingan dan layak mendapatkan hasil minimal satu poin dari markas lawan.
Rivera menilai jalannya laga sangat seimbang dan alot. Kedua tim saling jual beli serangan, namun detail kecil dan kelengahan di menit akhir menjadi pembeda yang merugikan Persebaya.
Rivera tetap mengapresiasi kerja keras rekan-rekan setimnya di lapangan serta menyampaikan rasa terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang telah datang jauh-jauh memberikan dukungan langsung di JIS.
Gelandang kreatif yang musim lalu tampil gemilang ini menegaskan bahwa kompetisi masih panjang. Ia mengajak seluruh skuad untuk segera melupakan kekalahan ini, melakukan evaluasi, dan mengalihkan fokus penuh untuk menatap laga-laga berikutnya agar kembali ke jalur kemenangan.
____________________
greenforce.co.id
tonirupilu (PRE)
yans.loss27 (PHO)




