Bernardo Tavarez mengawasi official training anak asuhnya di lapangan Manahan, Jumat (8/5/2026). Tavarez memberi instruksi pemainnya untuk bermain fokus, dan Rivera ingin Persebaya finish di 4 besar BRI Super League. (Foto Official Persebaya)

SURABAYA – Persebaya memandang Piala Presiden 2026 sebagai langkah awal membangun fondasi tim sebelum mengarungi kompetisi musim 2026/27. Di tengah proses pembentukan skuad dengan sejumlah wajah baru dan waktu persiapan yang masih terbatas, setiap pertandingan di turnamen pramusim menjadi kesempatan untuk mengasah permainan, memperkuat chemistry, sekaligus mengukur kesiapan tim menghadapi musim baru.

Persebaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan wakil Thailand, Port FC. Bajol Ijo akan mengawali perjuangannya dengan menjamu Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (26/7).

Jelang laga perdana, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan timnya tetap memiliki tekad untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan. Namun, ia menilai proses membangun tim menjadi prioritas utama pada fase pramusim ini.

“Piala Presiden kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi. Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya,” ujar Tavares.

Menurut pelatih asal Portugal itu, padatnya jadwal pertandingan membuat tim pelatih harus cermat mengelola kondisi fisik pemain. Persebaya dijadwalkan memainkan tiga pertandingan dalam waktu singkat, sehingga rotasi menjadi bagian penting dari strategi tim selama turnamen berlangsung.

“Dengan aturan delapan pergantian pemain (di Piala Presiden), besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya. Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan, sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen,” jelasnya.

Rotasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat secara langsung kemampuan seluruh pemain dalam atmosfer pertandingan. Terlebih, beberapa rekrutan anyar baru pertama kali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia sehingga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

BACA JUGA  Rawat Sejarah, Persebaya Rilis Jersey Mengenang Eri Irianto

Tavares menilai pertandingan memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap dibandingkan sesi latihan. Dari sana, ia dapat melihat bagaimana para pemain membangun komunikasi, memahami peran masing-masing, hingga beradaptasi dengan ritme dan tekanan pertandingan.

“Kami ingin melihat kemampuan seluruh pemain. Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya. Itu menjadi bagian penting dari proses yang sedang kami jalani,” tuturnya.

Selain meningkatkan kondisi fisik, Persebaya juga terus menanamkan prinsip-prinsip permainan yang akan menjadi identitas tim sepanjang musim nanti. Karena itu, Tavares memberi perhatian besar terhadap bagaimana para pemain bereaksi ketika tim kehilangan penguasaan bola.

Baginya, komitmen dalam melakukan transisi bertahan, membantu rekan setim, serta menjaga keseimbangan permainan merupakan fondasi penting yang harus dibangun sejak pramusim.

“Target utama saya di Piala Presiden adalah melihat komitmen para pemain, terutama ketika tim kehilangan bola. Mereka harus aktif bergerak, memberikan dukungan kepada rekan setim, dan menjalankan transisi bertahan maupun menyerang dengan baik. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola,” katanya.

Tavares juga memahami apabila intensitas pertandingan membuat beberapa pemain mulai mengalami kelelahan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian yang wajar mengingat Persebaya baru memasuki fase pramusim. Cuaca yang cukup panas, ditambah atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita, menjadi pengalaman penting yang harus dilalui para pemain.

“Bagi saya, Piala Presiden adalah kesempatan untuk membangun tim. Saya ingin mengetahui pemain mana yang paling siap bermain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya, bukan hanya saat latihan,” ungkapnya.

Kesempatan bermain, lanjut Tavares, akan diberikan kepada siapa pun yang menunjukkan kualitas terbaik tanpa memandang usia. Hal itu terlihat dari kepercayaan yang diberikan kepada Dava Yunna untuk berlatih dan tampil untuk pertama kalinya bersama tim utama saat menghadapi PSIS Semarang di 99th Anniversary Game.

BACA JUGA  Yuran Ke Persebaya Bawa Tekad Juara Bersama Persebaya

“Usia bukan faktor utama bagi saya. Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun. Dava mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama karena menunjukkan performa yang baik selama latihan. Itulah alasan dia diberi kesempatan bermain,” tegasnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu juga menilai seluruh pemain, termasuk para wajah baru seperti Diogo Ramalho, masih memiliki ruang untuk berkembang. Ia berharap setiap pertandingan di Piala Presiden dapat mempercepat proses adaptasi sekaligus menyempurnakan permainan kolektif tim.

Menutup keterangannya, Tavares kembali menegaskan bahwa fokus utama Persebaya selama turnamen ini adalah terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Baginya, setiap proses yang dijalani hari ini akan menjadi modal penting ketika kompetisi resmi dimulai.

“Sejarah memang menunjukkan bahwa juara Piala Presiden belum tentu menjadi juara liga. Namun, saya juga tidak percaya ada tim yang sengaja menolak untuk menang. Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Itulah fokus utama kami selama turnamen ini,” tutup Tavares. (*)