Surabaya, greenforce.co.id – Piala Presiden tahun ini Persebaya berpeluang menjaga asa menuju babak selanjutnya jika menang melawan PSMS Medan.
Bajul ijo, sebelumnya mengamankan tiga poin atas kemenangan melawan Persija Jakarta 1-0 pada hari Minggu (26/7/2026).
Namun, meski diatas kertas Persebaya diunggulkan atas Ayam Kinantan, hal itu bukan menjadi tim kebanggaan Surabaya harus santai-santai menghadapi tim besutan Eko Purdjianto tersebut.
Setelah beristirahat sehari, Persebaya hanya melakukan latihan pemulihan jelang laga klasik tersebut.
“Kami tidak bisa melakukan apa yang kami inginkan karena beberapa pemain sangat, sangat lelah. Jadi mari kita lihat bagaimana latihan ini dan bagaimana kualitas tidur mereka. Besok pagi, kita akan tahu pemain mana saja yang tersedia untuk pertandingan.” ungkap Tavarez saat diwawancarai di lapangan latihan, Selasa (28/7/2026).
Dipertandingan sebelum Persebaya versus Persija, laga sebelumnya di Grup B antara PSMS Medan versus Port FC.
PSMS harus mengakui keunggulan Port FC 2-0 di pembuka grup B tersebut. “Saya pikir kita tidak bisa hanya fokus pada pertandingan terakhir karena ini akan menjadi pertandingan yang berbeda. Mereka akan bermain melawan tim Indonesia; mereka pasti lebih mengenal kami daripada tim Thailand” kata Tavarez.
“Mungkin motivasi pemain Indonesia untuk bermain melawan Persebaya akan lebih tinggi. Dan satu hal yang menurut sudut pandang saya sangat penting: pertandingan nanti akan memiliki intensitas lebih tinggi. Karena sebelumnya mereka bermain di sore hari melawan tim Thailand, dan setelah mereka kebobolan, intensitasnya sangat menurun” sambungnya.
“Jadi saya yakin besok malam mereka akan memiliki intensitas lebih tinggi, sehingga ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami. Contoh yang bagus adalah persiapan pertandingan pertama kami melawan PSPS Serang, yang juga tim Liga 2”.
“Kami sempat unggul 2-0 dan setelah kami mengganti banyak pemain, kami kebobolan dua gol. Jadi kita tidak bisa berpikir bahwa karena mereka tim Liga 2 maka akan mudah. Terkadang ini adalah pertandingan yang paling sulit.” ungkap Tavarez.
Tavarez ditanya apakah akan menurunkan pemain lapis atau rotasi, Tavares mengatakan “Ini pertanyaan yang bagus karena saat ini kami masih melihat bagaimana performa pemain-pemain terakhir kami, ketika saya bilang performa, maksud saya adalah apakah mereka bisa pulih atau tidak”.
“Karena jika saya lihat pemain tidak bisa bermain dalam kondisi baik, saya lebih suka tidak memasang pemain tersebut. Mungkin hanya di menit-menit akhir, atau mungkin bermain di pertandingan lain dan memberikan kesempatan kepada pemain lain yang tidak bermain banyak menit di pertandingan ini”.
“Tapi ini tergantung pada latihan. Jika mereka tidak menunjukkan performa di latihan, saya tidak bisa memasang mereka.” tegasnya.
Jika Persebaya berhasil mengalahkan PSMS Medan, maka dengan mengemas 6 poin Persebaya akan aman paling tidak di posisi kedua jika kesulitan mengalahkan Port FC.
Dengan begitu, Tavarez tak memikirkan langkah selanjutnya, baginya ia lebih fokus ke per pertandingan, “Saya pikir belum, sepertinya Anda belum menghitungnya dengan benar. Karena bayangkan, jika Persebaya menang, mereka mendapat 6 poin. Tapi jika Persija menang, mereka mendapat 3 poin. Dan setelah itu jika Persebaya kalah melawan Port FC dan Persija menang melawan Medan, ketiga tim akan memiliki 6 poin” papar Tavarez.
“Jadi besok mungkin belum akan diputuskan apakah kami lolos atau tidak, tergantung pertama pada pertandingan kami, apakah kami bisa menang atau tidak, dan juga pada pertandingan lainnya”.
“Tapi bagaimanapun, soal tahap selanjutnya, saya lebih suka tidak berpikir ke sana dulu. Saat ini fokusnya adalah melihat pemain yang sudah pulih, melihat performa pemain lain yang tidak bermain banyak menit atau tidak bermain sama sekali di pertandingan terakhir untuk melihat apakah mereka punya peluang bermain besok”.
“Karena jika mereka menunjukkan performa, mereka akan bermain. Ini adalah cara dan aturan saya sejak saya datang di bulan Januari. Dan saya pikir harus seperti ini agar pemain juga melihat bahwa kami bisa bersikap adil” ungkap Tavarez menambahkan.
“Kami bisa bermain dengan 10 pemain asing atau kami bisa bermain hanya dengan pemain lokal. Saat ini tidak ada aturan tentang berapa banyak pemain asing yang boleh bermain. Tentu saja, kami sedang bersiap untuk Liga Super, tapi jika saya lihat pemain lokal saat ini menunjukkan performa lebih baik daripada pemain asing, maka pemain lokal yang bermain” sambungnya.
“Jika pemain asing menunjukkan performa lebih baik, maka pemain asing yang bermain.” lanjutnya.
Kini, Persebaya memiliki pemain berposisi gelandang asal Portugal Diogo Ramalho. Datang dengan kondisi belum 100% Persebaya terus menjaga kebugaran pemain kelahiran 1999 itu.
“Semua pemain punya peluang bagus untuk bermain. Mari kita lihat bagaimana kondisi mereka di latihan. Diogo tidak datang dalam kondisi fisik 100%, itulah sebabnya kami mencoba melindunginya”.
“Tapi dia terus berkembang. Saya juga lebih menyukai penampilannya di pertandingan terakhir dibandingkan saat melawan PSIS Semarang, karena kita perlu menganalisis pemain tidak hanya saat dia memegang bola, tapi juga apa yang dia berikan kepada tim saat kita kehilangan bola”.
“Tapi saya setuju dengan Anda, pertandingan terakhir Diogo lebih baik dari yang lain. Kita lihat saja, tapi pemain lain juga sedang bersaing dengannya untuk posisi tersebut. Siapa pun yang berlatih lebih baik dan dalam kondisi lebih baik, besok akan mulai bermain.” tegas Tavarez.
Tavarez kemudian menuturkan bahwa dirinya tidak takut jika pola permainannya dibaca oleh lawan saat kompetisi berlangsung.
Pelatih asal Portugal ini mengatakan “Takut? Tidak. Dalam sepak bola kita tidak boleh takut. Ada banyak hal yang lebih penting daripada sepak bola, seperti jika Anda tidak punya uang, tidak punya uang untuk membeli barang untuk keluarga, tidak punya makanan… hal-hal seperti itulah yang harus kita takuti” ungkapnya.
“Dalam sepak bola, kita hanya perlu bekerja keras dan menikmatinya, tapi saya mengerti, karena kita memainkan banyak pertandingan, tim lawan di masa depan bisa merekam dan menganalisis”.
“Saya mengerti pertanyaan Anda, itu pertanyaan yang bagus. Tapi saya pikir pertandingan kami di Liga Super baru ada di bulan September, artinya masih lebih dari satu bulan lagi”.
“Jadi kami akan punya waktu juga untuk mencoba menganalisis tim lawan di sana. Dan sejujurnya, saat ini kekhawatiran saya adalah pada tim kami sendiri. Mencoba melihat siapa pemain yang memiliki performa terbaik, pemain yang bisa memberi kami rasa aman lebih untuk menghadapi Liga Super.” pungkasnya.
____________
greenforce.co.id
Tonirupilu /pre
yans.loss27/pho





