Coach Ardiansyah, Satu Dari Sekian Banyak Alumni Internal Yang Malang-Melintang Di Sepak Bola Nasional

0
525
Ardiansyah Rachman, Bonek Yang Kini Menjadi Pelatih SSB Klub Internal Persebaya. Meskipun Tidak Sempat Bermain Untuk Persebaya, Coach Ardin Menumpahkan Segala Kemampuan Melatih Pada Klub Yang Membawanya Menjadi Pemain Profesional Di Beberapa Klub Besar. (Dok IG Ardiansyah)

SURABAYA, GREENFORCE – Medio 2000-an sepak bola nusantara terdapat pemain asal Surabaya yang lama malang-melintang di beberapa klub sejak sebutan nama liga Indonesia berubah-rubah, mulai dari ISL, ISC, dan kini Liga 1 hingga liga 3.

Ardiansyah Rachman, tubuhnya, hingga saat ini, posturnya masih terlihat atletis meski tak lagi sebagai pemain profesional. Semasa bermain pria kelahiran Sulawesi ini berposisi bek kiri yang juga mampu bermain di posisi stopper.

Ardiansyah Saat Mengikuti Kursus Kepelatihan Lisensi C PSSI Di Jakarta, Foto Bersama Mantan Pelatih Persebaya Iwan Setiawan Di Sela-Sela Acara Pelatihan. (Dok IG Ardiansyah)

Sebagai arek suroboyo ardin berawal dari internal klub Persebaya PS Pelindo III. Rentetan perjalanan pemain yang kini berdomisili di teluk weda Surabaya berpengalaman sebagai pesepakbola, dan kini pria kelahiran 1988 kembali ke klub dia berasal untuk menjadi pelatih kepala PS Pelindo III.

Ardiansyah memulai mengembangkan bakat di sepak bola diawali dari SSB Pelindo III. Sejak 1998 hingga 2002 dan kemudian pindah di Putra Gelora hingga 2006.

2006 ardin sapaan akrab pria yang besar di Johor Perak Surabaya ini mengikuti diklat Mandau Bontang Kalimantan Timur. Dari kematangan tersebut, klub Persinga Ngawi tertarik memakai jasa nya untuk mengarungi kompetisi dan berhasil promosi ke Divisi I PSSI saat itu.

“Reuni Karanggayam”, Kedua Pemain Ini Sama-Sama Alumni Klub Internal Persebaya, Bertemu Dan Menjadi Rekan Se-tim Di Persisam Samarinda. (Dok IG Ardiansyah)

Dari pengalaman membawa klub untuk promosi lirik oleh Persisam Samarinda. Ardin turut serta membawa pesut etam juara Divisi Utama dan promosi ke Indonesia Super League (ISL). Disana ardin bermain bersama Uston Nawawi, Kurniawan Dwi Julianto, Ilhan Jayakusuma, dan lain-lain. Kebersamaan ardin bersama klub kebanggaan publik Samarinda hingga 2011.

2012 saat ISL berjalan ardin tercatat sebagai pemain Persiba Balikpapan. Disana ardin bermain bersama Asri Akbar, Aldo Baretto, Kenji Aditiara, dan Matsunaga.

Tahun 2014 ardin kembali ke Jawa, Persikab Kabupaten Bandung sebagai tempat ia berlabuh. Saat itu Persikab Kab.Bandung sedang mengarungi kompetisi Divisi Utama PSSI. Tak lama di Jawa Barat, ardin kembali ke Kalimantan.

Borneo FC menjadi klub profesional dari Kalimantan Timur yang di bela ardin setelah Persisam Samarinda dan Persiba Balikpapan di ISL. Di Borneo FC ardin bermain bersama Hamkah Hamzah, Octo Mangiani, Usep Munandar, dan lainnya.

Ardiansyah Memiliki Kedekatan Luar Biasa Dengan Bos Borneo FC Nabil. Ardin Mengaku Kedekatan Itu Sebagai Hubungan Kakak-Beradik Layaknya Sebuah Keluarga. Terlihat Hamkah Hamzah Di Sebuah Acara Awayday Borneo FC. (Dok IG Ardiansyah)

Setelah berkelana di bumi Borneo, ardin berkembang terus sayap sebagai pemain. Kali ini Sumatera menjadi tujuan pemain yang juga bonek ini sebagai tempat ia bekerja. PSPS Riau pernah mencatat namanya sebagai squad mengarungi Indonesia Soccer Championship (ISC) B tahun 2016 (Red: saat ini Liga 2) saat itu.

Squad PSPS Riau 2016 Saat Mengarungi Indonesia Soccer Championship B (ISC-B) (Dok IG Ardiansyah)

Setelah lama menjadi pemain, ardin mulai menatap dunia kepelatihan. Tahun 2018 dia mengambil lisensi D Nasional di Cilodong Bogor Jawa Barat.

Karir kepelatihan ardin di mulai melatih Borneo FC U-15. Karena administrasi kepelatihan sangat dibutuhkan, ardin kembali mengambil lisensi C di Jakarta tahun 2020 kemarin. Seperti diketahui, lisensi C saat ini beberapa pemain Persebaya telah mengambilnya antara lain Rendi Irwan, Oktafianus Fernando, dan Syaifudin.

Coach Ardin Bersama Anak Asuh Dari Borneo FC U-16 Muhammad Ilham Yang Mengikuti Garuda Select Di Inggris. (Dok IG Ardiansyah)

Kini, pria dengan tinggi badan 180 cm itu telah menjadi pelatih kepala di PS Pelindo III. Coach ardin menguatkan pepatah “sejauh burung terbang, ia akan kembali ke sangkarnya”. Saat membesut Borneo FC U-15 coach ardin mengirim seorang pemain yang masuk Garuda Select ke Inggris bernama Muhammad Ilham dari Borneo FC U-16.

Mendampingi Borneo FC U-20 dalam Elite Pro Academy Di Lapangan Karanggayam Surabaya. (Dok IG Ardiansyah)

Perjalanan karir pelatih terus di tapaki-nya. 2018 coach ardin di dapuk menjadi head coach klub liga 3 Persipu FC Depok. Tak lama di Depok coach ardin kembali ke Surabaya untuk menjadi pelatih kepala SSB yang membesarkannya menjadi pesepak bola; Pelindo III.

Pelatih Kepala SSB PS Pelindo III Saat Memberi Materi Kepada Para Pemain. (Dok IG Ardiansyah)

Ardin tak hanya melatih dan sesekali bermain eksebhisi sepak bola. Di beberapa kegiatan komunitas bonek ia terlihat aktif. Bersama komunitas Bonek Moluccas Surabaya (BMS) ardin terlihat aktif di beberapa kegiatan saat bakti sosial di Jombang, Nganjuk, dan kampanye “Nonton di Rumah Saja” dalam rangka Piala Menpora 2021 mendatang.

Jika sepak bola kembali berjalan pelatih yang berniat akan meninggalkan Surabaya dan mengarungi liga 3 dan Suratin bersama Persipu FC Depok Jawa Barat.

Kepala Pelatih Persipu FC Ardiansyah Berpose Bersama Staff Dengan Latar Bus Persipu FC Depok. (Dok IG Ardiansyah)

Saat ditemui greenforce.co.id di sebuah tempat komunitas mereka berkumpul, “coach, jika Elite Pro Academy bergulir lagi dan semisal di tawari persebaya untuk melatih atau menjadi assisten pelatih di U-16 siap tidak?”

Tentu!, Siap tok untuk Persebaya! Jawab pelatih ardin.

WANI

(tr)