
Samarinda, greenforce.co.id – Persebaya babak belur di Stadion Segiri Samarinda dalam lanjutan BRI Super League pekan ke-25, Sabtu (7/3/2026).
Bajul Ijo tak berdaya menghadapi serbuan kedalaman Borneo FC yang menggeliat di segala sektor dan lini.
Tim asuhan Bernardo Tavarez ini harus mengakui keunggulan tim berjuluk Pesut Etam itu.
Persebaya digilas 5-1 (1-0). Borneo FC makin melihatkan dirinya sebagai tim penantang juara, sebab, kemenangan malam itu kini mereka berjarak tiga poin dari Persib Bandung.
Borneo FC menang dengan gol dari 5 pola sepak bola secara lengkap. Gol pertama Borneo FC melalui set piece bola mati oleh Juan Felipe Villa Ruiz menit ke-15. Skor 1-0 bertahan hingga wasit Yudi Nurcahya meniup turun minum.
Babak kedua petaka dimulai. Gol selanjutnya Pesut Etam melalui sepakan keras Villa Ruiz menit ke-59. Gol itu mencatatkan namanya sebagai brace malam itu.
Terus mengurung, Borneo menjauhkan jarak dan meyakinkan sebagai kado Anniversary mereka yang ke-12 tahun di tanggal yang sama mereka lahir.
Serangan balik Borneo menit ke-63 oleh Mariano Ezequiel Peralta Bauer membuat stadion Segiri bergemuruh, 3-0.
Tak puas dengan tiga gol, Borneo FC terus mengurung Persebaya. Bek-bek Persebaya kewalahan menghadapi penyerang-penyerang Borneo. Akibat blunder lini pertahanan Bajul ijo, Koldo Obieta Alberdi memperlebar jarak. Menit ke-68, ia membuat Ernando Ari memungut bola keempat kalinya.
Tak ingin malu dihadapan 8881 penonton di Samarinda. Persebaya melalui Leo Lelis, pemain yang sempat berseragam Borneo FC sejak cabut dari Surabaya memanfaatkan bola muntah dari Nadeo menit ke-73.
Gol ini sempat di protes Nadeo, sebab linesman telah mengangkat bendera offside menandakan Lelis telah berada di posisi offside saat menyambar bola rebound itu.
Namun, wasit Yudi tetap mengesahkan gol tersebut setelah berkoordinasi dengan wasit VAR.
Borneo sudah unggul 4-1, belum berhenti gempuran tim asal Ibu Kota Nusantara ini. Marcos Emamuel Astina yang masuk menggantikan Villa Ruiz ini membuat skor berubah dari kombinasi serangan menit ke-90+2.
Ini menjadi kekalahan terbesar Bernardo Tavarez sejak membesut tim kebanggaan Bonek dan Bonita ini. Dia memuji lautan oranye di Samarinda yang menurutnya sebagai vibes yang baik bagi sepak bola.
Tavarez mengatakan bahwa anak asuhnya tak punya banyak peluang ketimbang Borneo.
Secara teknis, pelatih asal Portugal ini mengakuo kedalaman Borneo, ” mereka memiliki mereka pemain bagus tanpa bola, dan juga memiliki beberapa blok line of space dan garis untuk passing dan sebagainya” ungkap Tavarez di post match press conference.
“Kita sudah memperbaiki itu melalui itu di latihan tetapi sayangnya hari ini kita tampil kurang bagus” sambungnya.
Tavarez mengakui kelebihan bola mati Borneo melalui Juan Villa. “Kami mencoba mempersempit jarak di dekat gawang, kami tahu tentang Juan Villa dan pemain lain yang memiliki tembakan keras” ucapnya.
Ditanya soal wasit, Bernardo tak mau mengomentari, ia mengatakan bahwa Persebaya kalah 5-1, dan sudah terjadi, sudah kalah, mengapa harus berbicara soal wasit lagi, ” selamat untuk Borneo” tutupnya.
________________
greenforce.co.id
tonirupilu /pre.
yans.loss27 /pho




