Seorang suporter terlihat menangis saat Persebaya dikalahkan oleh Bhayangkara FC. [Official Persebaya]

Surabaya, greenforce.co.id – Rekor 13 match tak terkalahkan patah di Surabaya. Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil menundukkan Persebaya 2-1 di pekan ke-21 BRI Super League, Sabtu (14/2/2026).

Persebaya harus mengakui keunggulan tim berjuluk The Guardians tersebut. Bhayangkara membuka keunggulan melalui set piece sundulan Bernard Henry di menit ke 26′.
Terus mendominasi permainan Moussa Sidibé menambah keunggulan di injury time babak pertama.

Persebaya baru bisa memperkecil margin gol melalui Perović memanfaatkan gerakan dummy Jeferson di menit ke 64′. Terus menekan tak ada gol tambahan.

Bernardo Tavarez memperpanjang rekornya tak dapat mengalahkan Paul Munster. Kendati demikian, Tavarez mengucap rasa terima kasih dan meminta maaf pada Bonek yang hadir dengan tidak diberikan kemenangan.

Secara permainan di pertandingan, Tavarez mengatakan bahwa anak asuhnya juga menciptakan peluang, namun tembakan tidak akurat.

“Dua kali kami gagal mencetak gol dari Milos. Kami memiliki beberapa peluang dengan Rivera dan Bruno tetapi tidak mampu menembak ke gawang. Kami perlu memperbaiki ini” kata Tavarez di post match press conference.

Tavarez mengakui bahwa Persebaya kalah bola dan penguasaan di babak pertama. “Pada babak pertama kami tidak memenangkan bola kedua di depan dibandingkan dengan tim lawan yang memenangkan bola kedua di tengah.

” Di babak kedua, menurut saya ceritanya berbeda. Kami mendapatkan lebih banyak peluang daripada lawan” terangnya.

” Kita punya banyak kesempatan daripada tim lawan. Kita punya banyak tendangan gawang, kita punya banyak tendangan pojok.

“Kita memiliki peluang-peluang tapi sayang sekali kita hanya mencetak satu gol. Saya menghargai mengapresiasi attitude dari para pemain terutama di babak kedua” lanjutnya.

Di babak kedua tak ada pilihan bagi Tavarez untuk tidak menurunkan pemain muda seperti Alfan Suaib dan Dimas Wicaksono. ” Sangat sulit untuk menurunkan pemain muda ketika tim tertinggal 2-1 di kandang, dan saya tetap menurunkan mereka, tetapi saya menghargai keputusan itu karena tekanan yang mereka tanggung sangat besar, namun tanggung jawab tetap ada pada saya. Terima kasih atas pengorbanan mereka” kata Tavarez.

BACA JUGA  Menang Meyakinkan 1-3, Tavarez : "Sayang Banyak Pemain Kami Cedera"

Secara efektifitas Bhayangkara terbilang efektif menurut Tavarez. “Kami kalah karena lawan menembak dua kali ke gawang dan mencetak gol. Kami menembak berkali-kali dan hanya mencetak satu gol. Itulah sejarah pertandingan ini. Tapi saya rasa itu bukan alasan” sambungnya.

Ditengah catatan kekalahan pertama dirinya bersama Persebaya, Tavarez mulai menuding kinerja Wasit. “Saya rasa wasit perlu memberikan waktu tambahan karena 5 menit ketika satu tim di babak pertama dan juga di babak kedua selalu berusaha mengulur waktu.

Kiper baru saja mendapat kartu kuning di menit-menit terakhir dan para pemain berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan pertandingan. Saya rasa ini tidak baik dan saya terkejut bahwa wasit asing hanya memberikan waktu tambahan lima menit” sesal Tavarez.

“Tapi ini bukan alasan, ini hanya kenyataan. Jadi, mohon Bapak Ogawa periksa wasit ini” lanjutnya.
Leo Lelis dengan terpaksa menjadi striker dalam kondisi ini. “Di babak kedua, saya menyukai sikap mereka. Tapi setelah itu, ketika kita perlu mengganti banyak pemain di menit-menit terakhir, kita perlu menempatkan bek tengah bermain sebagai striker” ungkapnya.

“Kita perlu menempatkan pemain muda di sayap untuk meningkatkan kecepatan, tetapi setelah itu kita tidak bisa bermain karena permainan selalu terhenti.

“Dan saya pikir jika wasitnya orang Indonesia, saya mengerti, orang Jepang itu sama-sama berkebangsaan dengan Bapak Ogawa. Ayo. Bicaralah dengannya. Bisa beri dia lebih banyak menit bermain.

“Saya tidak mengatakan kita kalah karena wasit tahu kita kalah karena lawan mencetak dua gol dan kita hanya mencetak satu gol. Ini adalah cerita dari pertandingan tersebut” ungkap Tavarez.
Persebaya bermain dengan pemain yang tidak lengkap. Malik Risaldi dan Bruno Pariaba pun masih dililit cedera. “Kami tidak memiliki skuad lengkap. Memang benar, tetapi kami bermain dengan 11 pemain.

BACA JUGA  Bertemu Paul Munster, Bernardo Tavarez : "Kita Harus Menang, Kita Pantas Menang"

“Tetapi bagi pemain yang masih ada di sini, itu bukan alasan. Itulah mengapa mereka ada di skuad kami, mereka memiliki kontrak dengan klub. Jadi, ketika beberapa pemain tidak bisa bermain, pemain lain bisa bermain dan mereka harus memanfaatkan kesempatan ini” papar Tavarez.
Saat ditanya berhentinya rekor, pelatih asal Portugal ini mengapresiasi Bonek dan bonita.

“Terima kasih kepada penonton. Saya bisa meminta maaf karena kami tidak menang. Kami berusaha bermain untuk menang karena jika Anda tidak berusaha bermain untuk menang, Anda tidak menempatkan bek tengah sebagai striker, Anda tidak mencoba bertaruh” lanjutnya.

” Tapi ini sepak bola. Satu tim bisa menang, tim lain harus kalah. Sayangnya, hari ini kami kalah. Um, sekarang kami perlu mencoba mengumpulkan poin di laga tandang”

“Hal baiknya dalam sepak bola adalah kita bisa menjalani pertandingan lain untuk mencoba mengubah sejarah. Mari kita lihat apakah kita bisa memulihkan beberapa pemain agar memiliki lebih banyak pilihan untuk pertandingan berikutnya”.
Saat Bruno Moriera ditarik keluar, terlihat pemain asal Brasil itu kecewa, namun, Tavarez membantah hal itu.

“Saya rasa tidak ada yang suka diganti. Jika dia senang keluar, saya tidak menyukainya. Saya lebih suka dia marah.

” Jadi, sekarang kita perlu bekerja keras agar dia bisa menjadi pilihan untuk pertandingan selanjutnya. Saya rasa performa mereka tidak sebagus yang saya harapkan. Bruno bagi saya adalah pemain yang sangat penting dalam skuad. Dia kapten kami. Jadi, dalam sepak bola terkadang seperti ini” beber Tavarez.

“Terkadang kita melihat dia atau pemain lain bisa bermain buruk dan saya rasa hari ini permainan Bruno tidak begitu bagus. Dan sekarang hal positifnya adalah, dan juga untuk tim yang kalah, cobalah untuk pulih dengan cepat, cobalah menganalisis hal-hal yang tidak kita lakukan dengan baik, dan cobalah untuk menjadi lebih baik untuk kesempatan selanjutnya, yaitu pertandingan selanjutnya”.

BACA JUGA  Lawan PSM Makassar, Tavarez : "Kita Fokus Perbaiki Kesalahan Sendiri"

Sisi kanan terlihat hidup di babak kedua setelah Arif Catur masuk. Bek jebolan internal Persebaya ini mampu menghidupkan lini serang.

Ya, saya setuju dengan Anda. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama. Tapi di babak pertama kami memiliki momen-momen bagus, terutama di awal.

Tavarez mengakui bahwa di akhir babak kedua dirinya mengatakan bahwa pemainnya lebih emosi. Ia tak membenarkan jika catur dibanding-bandingkan dengan Koko Ari, sebab Koko baru sembuh dari cedera serius kata Tavarez.

“Jadi Koko belum memiliki stamina yang bagus. Dan Catur tidak berlatih kemarin dan kemarin Catur mengalami cedera. Jadi kami perlu menyeimbangkan para pemain.

“Tapi saya pikir sikap semua pemain membuat perbedaan di babak kedua karena kami melihat pemicu, kami langsung menekan, berbeda dengan babak pertama, sikap yang ditunjukkan tim di menit-menit terakhir, terutama saat kami kebobolan gol kedua.

_____________
greenforce.co.id
tonirupilu /pre
yansloss27 /pho