[greenforce.co.id /tonirupilu (pre), yans.loss27 (pho)]
Jakarta, greenforce.co.id – Persebaya kembali menelan kekalahan telak di Jakarta. Musim ini, Persebaya tidak bisa mengatasi Macan Kemayoran.
Putaran pertama di Surabaya, Bajul Ijo tunduk pada Risky Ridho dkk dengan skor mencolok 3-1 di Gelora Bung Tomo Surabaya.
Di putaran kedua, Sabtu (11/4/2026) Persebaya kembali takluk dengan skor 3-0 oleh tim asal Ibu Kota, Persija Jakarta.
Kekalahan besar kedua setelah melawan Borneo FC Persebaya kembali disorot soal skema dan kedalaman squad musim ini.
Tavarez mengatakan bahwa ini bukan hasil yang diharapkan dirinya dan tim. Persija memang kayak menang kata Tavarez di post match press conference malam itu.
Gol penalti pertama Persija diakuinTavarez bahwa itu adalah kesalahan mutlak, dan menjadi sebuah kekacauan yang merusak fokus pemain.
“Saya katakan di ruang ganti bahwa kita melakukan kesalahan konyol yang menyebabkan penalti” ungkapnya.
PETAKA DIMULAI
Persija berhasil unggul melalui titik putih yang diceploskan Allanno menit ke-16 setelah Milos diketahui melalui VAR melakukan pelanggaran.
Andhika Ramadhani sebenarnya mampu membaca arah bola, namun ia terlambat sepersekian detik menghalalu arah bola dari jangkauannya.
Terus dikurung Persija di babak pertama, Persebaya baru mulai keluar menyerang di penghujung babak pertama.
Persija bermain di depan ribuan pendukungnya. Itu tentu sangat mudah bagi mereka. Kendati demikian Persija memang memiliki transisi menyerang dan bertahan yang menakutkan.
Babak kedua, Persija membuktikan sebagai penantang juara musim ini, meski berat untuk kampiun, namun mereka.
Menit ke-54 Eksel Runtukahu membuktikan diri sebagai striker haus gol. Ia memaksa Andhika memungut bola dari gawangnya setelah sepakan ke sudut tiang jauh, dan mengeco bek-bek Persebaya.
Belum selesai serangan Macan Kemayoran, praktis Persebaya hanya bertahan, meski di babak pertama Perovic bisa mencetak gol, namun dianulir karena offside, Persebaya keteteran pressing Persija.
Eksel kembali menceploskan bola menit ke-76. Persebaya tak berdaya gempuran dahsyat anak asuh Mauricio Souza.
Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan usai. Hasil ini membuat Tavarez mengomentari banyak hasil yang diterima secara teknis.
“Pemain tengah kita tidak membuat transisi bertahan, kita memiliki peluang melalui Matos dan Gali, mereka telah mencoba dengan baik” katanya.
“Kita butuh belajar dari kesalahan kita, sekali lagi selamat untuk Persija, kami akan memperbaiki dan menatap laga selanjutnya” pungkasnya.
Rahmat Irianto ikut mengomentari hasil yang di dapat Persebaya. Anak sulung legenda Persebaya ini mengatakan Persebaya bermain tidak baik.
“Ya, kita bermain tidak bagus hari ini dan perlu banyak evaluasi karena kita melakukan banyak kesalahan di area sendiri maupun di depan. Dan yang terakhir selamat untuk Persija untuk kemenangan hari ini” kata Ryan.





