Bonek Advokat : “Mendukung Persebaya walau langit akan runtuh”

0
345
Anggota Bonek Advokat membentangkan syal di acara International Friendly Games di Penang Malaysia (11/10/2019) (Foto : Bonek Advokat)

SURABAYA (GF) Persebaya mungkin satu-satunya klub yang patut berbangga setengah mati oleh kreativitas dan inovasi supporternya yang terus menerus melihatkan kecintaan dan kesetiaan yang tiada duanya. Antoni Sutton tidak salah jika memberi 1 bab sendiri dalam ulasannya di buku “The Way of life Indonesian Football” tersebut. Buku itu bercerita tentang sebuah militansi supporter tim asal Surabaya yang menjadikan Persebaya seperti hidup walau sebenarnya sedang “mati suri” oleh federasi saat itu.

Seiring sejalan dengan kembalinya Persebaya berkompetisi di tahun 2017, maka kemudian bonek meng-ikrar-kan diri sebagai kelompok supporter yang akan ber-evolusi menuju perbaikan stigma negatif di hadapan masyarakat. Ratusan komunitas berdiri untuk memudahkan alur koordinasi dan menyatukan tujuan bersama menjaga dan mengawal Persebaya pada kejayaannya.

Segala komunitas dari latar belakang profesi bermunculan, satu tujuan untuk bersama mendukung dan memberi sumbangsih positif melalui karya dan pemikiran guna menjadi kekayaan nilai yang menemani perjalanan Persebaya mengarungi kompetisi di liga indonesia.

Adalah Bonek Advokat, 1 dari ratusan bahkan ribuan komunitas yang bermuara pada dukungan Persebaya. Komunitas ini berisikan lawyerlawyer berkisar 20 pengacara. Sebagaimana ahli hukum dan ber-acara, tentu komunitas ini membawa semangat untuk memberikan bantuan hukum, perlindungan hukum untuk bonek dan Persebaya, se arah dengan motto yang mereka ciptakan “ Mendukungmu (Persebaya) walau langit akan runtuh”.

Komunitas yang bermarkas di bilangan Karang Menjangan Surabaya ini berdiri sejak 19 Juni 2018, sehari setelah ulang tahun Persebaya setiap tanggal 18, komunitas ini berulang tahun pula. Bonek Advokat di gagas oleh Yakub Miradi, SH, MH yang juga menjadi koordinator komunitas tersebut.

Bonek advokat telah melakukan 2 pendampingan pada masalah Persebaya dan bonek. Pendampingan pertama adalah laporan Persebaya ke Polres Surabaya terkait muatan berita di salah satu media Surabaya yang mengaitkan persebaya dan match fixing, serta pendampingan Cak Andie Peci di Polda Jatim terkait laporan Aremania pasca kericuhan Arema kontra PSS Sleman di pembukaan liga 1 musim 2019 lalu.

Semoga dengan adanya komunitas Bonek Advokat dari latar profesi ini dapat menginspirasi profesi lainnya untuk dapat bersinergi bersama menjaga dan mendukung Persebaya untuk kejayaan bersama.