Dhion Prasetya, Kanal edukasi, seorang Bonek, Pemerhati Persebaya, Penulis, dan Ahli statistik

0
450
Dhion Prasetya saat memaparkan/bedah buku karyanya "Persebaya and them" di sebuah acara. (Foto Koleksi Dhion)

Dunia literasi supporter Persebaya semakin kaya dengan munculnya penulis dan pemerhati yang intens pada perjalanan tim kebanggaan arek suroboyo ini. Hal itu di tandai dengan banyaknya karya-karya dari penulis di banyaknya toko buku dan perpustakaan yang ada.

Klub yang berdiri sejak 1927 ini meninggalkan jejak prestasi dan peristiwa mengantarai perjalanan tim berjuluk bajul ijo dan green force ini. Atas dasar itulah catatan prestasi tim dan peristiwa di rekam secara tajam oleh penulis sebagai materi karya penulisan mereka yang dapat menjadi rangkuman dan gagasan yang dapat di nikmati dari generasi ke generasi.

Dhion bersama Abah Dahlan Iskan di lapangan Jenggolo Sidoarjo. (Koleksi FB Dhion Prasetya)

Dhion Prasetya, penulis asal Surabaya yang juga sebagai bonek ini memberikan sumbangsih intelektualnya melalui kemampuan menulis dengan baik, sebagai kekuatan eksistensi bonek yang selalu di lekatkan sesuatu yang negatif. Dhion menyatakan secara konkret bahwa bonek juga dapat berprestasi melalui apa saja yang di miliki termasuk menulis.

Dhion Prasetya telah menelurkan buku berjudul “Persebaya and them”. buku yang di launching pada 20 oktober 2018 menuliskan tentang “Jejak Legiun Asing”. Buku sejumlah 213 halaman ini detail dan lengkap mengisahkan perjalanan pemain asing di Persebaya sejak regulasi dan model liga memperbolehkan penggunaan pemain asing di liga tanah air. Generasi terakhir legiun asing di tim yang musim 2019 bertengger sebagai runner up adalah David Da Silva, dan oleh karenanya, literasi berbasis edukasi ini akan terus menggugah bonek untuk menunggu karya-karya pria kelahiran Riau Sumatera ini.

Acara pelucuran buku “Persebaya and them” di Surabaya Town Square tahun 2018 bersama pembawa acara Barry Junius. (Foto Koleksi Dhion)

Dhion tidak hanya cakap dalam menulis. Pria yang bekerja di Bea Cukai Surabaya ini seorang ahli statistik pemain dan tim. Suami Yeni Triwulandari ini memiliki akun instagram bernama “Stats Rawon”. akun tersebut lugas, rinci, dan memiliki tingkat akurasi 99 % ketepatan analisa statistiknya. Tak ayal, beberapa akun bonek kerap memakai hasil analisa statistiknya sebagai materi konten akun mereka dalam menganalisa pemain baru maupun lama.

Semangat mengedukasi alumni SMA 2 Surabaya ini tidak berhenti disitu. Tergabung dalam komunitas Bonek Writer Forum (BWF), dhion dan kawan-kawan mendirikan akun Pemerhati Sejarah Persebaya (PSP) di facebook dan instagram serta website sejarah persebaya.com. Talenta semacam ini adalah sebuah kemampuan yang dapat ditularkan kepada bonek lainnya untuk dapat mengasah ide serta menampilkan sesuatu yang positif dan dapat bermanfaat bagi khalayak.

Dalam sebuah acara diskusi sepak bola nasional Dhion menjadi narasumber. (Foto skrinshot NET koleksi Dhion)

Dhion sosok yang humble dalam segala kelebihan menulis dan analisa yang ia miliki. Ayah tiga anak ini begitu ramah dan santun dalam memberikan informasi dan sejuk ketika berdiskusi dengannya, ketika membahas Persebaya. Basis data dan fakta yang di milikinya menjadi sumber informasi sarat edukasi bagi siapapun yang berdiskusi dengan pria yang pernah menjadi komentator liga Elite Pro Academy U-20 di lapangan Jenggolo Sidoarjo musim lalu.

Ditanya soal mengapa memakai nama rawon di akun statistik miliknya, ia mengaku bahwa nama itu sebelumnya bernama “Opta Rawon”, “Saya memakai nama rawon karena semasa SMA panggilan saya adalah rawon” kata dhion pada greenforce.co.id. “nama stats rawon agar eye catchy dan akrab di telinga warga, disamping nama rawon juga sebagai nama kuliner populer di masyarakat Jawa timur” sambungnya.

Dhion dan kawan-kawan dalam menyaksikan Persebaya di Gelora Bung Tomo. (Foto Koleksi Dhion)

Buku Persebaya And Them telah memasuki tahun ketiga sejak di rilis. Terjual sebanyak 300 unit lebih dari beragam market. Prestasi dhion di buku ini menguatkan kehebatan bonek yang mengeksplorasi talenta yang di miliki. Dhion berencana akan mengeluarkan buku lagi tentang talenta lokal Persebaya dari pembinaan internal Persebaya. Dari konsep penulisannya tentu menghadirkan tantangan tersendiri dalam menyajikan data pemain dalam batasan kurun waktu yang akan ditampilkan penulis.

Layak di tunggu karya selanjutnya cak dhion. Teruslah berkarya untuk Persebaya dan kemegahan talenta yang di miliki bonek. Semoga cak dhion menjadi inspirasi generasi bonek untuk lebih memompa kretivitas apa saja yang di miliki sebagai sebagai kekuatan tambahan dari stigma negatif yang ada. Dengan begitu maka semboyan yang tercipta oleh Dhion Prasetya akan membumi, “Cintai klub kebanggaanmu dengan tertib, baik, dan pantas”. (tr)