Marselino Ferdinan Pemain Kunci, Shin Tae Yong Siapkan Cadangan Yang Setara Marselino

0
25
4 Pelatih Tim Nasional Indonesia, Vietnam, Timor Leste, dan Hongkong Dalam Sesi Foto Bersama Setelah Jumpa Press Di Ballroom Hotel Platinum Jalan Tunjungan Surabaya, Selasa [13/9]. (Foto greenforce.co.id)

Surabaya, greenforce.co.id – Pertandingan pertama kualifikasi AFC U-20 Asia yang akan mempertemukan Timnas Indonesia versus Timnas Timor Leste, Rabu (14/9) di Gelora Bung Tomo Surabaya pukul 20.30.

Berikut petikan konfrensi press pelatih Indonesia Shin Tae Yong, pelatih timnas Vietnam Dinh The Nam, pelatih Hongkong Cheung Kin Fung, dan pelatih Timor Leste asal Malaysia Gopalkhrisnan A.S. Ramasamy.

Shin Tae-Yong (Pelatih Timnas Indonesia)

Shin Tae Yong. Pelatih Timnas Indonesia U-20. [Foto greenforce.co.id]

“Memang mulai besok akan ada pertandingan, sebagai home kami harus kerja maksimal pastinya juga akan berusaha mendapatkan prestasi. Ketiga negara pasti akan kerja maksimal, dan kerja keras dengan pemain” kata pelatih asal Korea Selatan itu.

Marselino Ferdinan yang menjadi pemain andalan telah di siapkan penggantinya jika Wonderkid asal Persebaya ini mengalami cedera atau sakit. “Sudah diantisipasi untuk masalah itu tak perlu dikhawatirkan” sambung Shin.

Pencoretan beberapa nama pemain dari tim, Shin Tae Yong menjelaskan hal tersebut “Chemistry dengan pemain lama, maka dari itu memutuskan 23 pemain, tak perlu khawatir Timor Leste, makin jadi baik dengan melihat atau menonton, yang sudah hadir di AFF kemarin kita tidak akan lengah dan mempersiapkan diri dengan baik menghadapi Timor” terangnya.

Kekuatan Timor Leste bertumbuh kembang. Dengan begitu STY menghimbau pemainnya untuk tetap kerja keras dan bermain all out “Memang bola itu bundar ya tidak boleh meremehkan siapapun. Timor Leste menemukan pertandingan terbaik, kita tak boleh tersandung kita akan berikan motivasoli ke pemain agar tidak lengah dan maksimal”. Papar STY

Pelatih Timnas Hongkong Cheung Kin Fung

Cheung Kin Fung. Pelatih Timnas Hongkong U-20. [Foto greenforce.co.id]

 

“Kami baru tiba, baru saja merasakan passion tentang bola, punya fans, merasakan tim siap menghadapi tiga tim lain, berharap menampilkam permainan terbaik dan hasil terbaik” kata Cheung.

Hongkong menjadi satu-satunya tim diluar Asia Tenggara. Hal ini mendorong dan menjadi motivasi tersendiri bagi negeri non Cina Daratan ini. “Kami memahami di grup ini. Dari Asia Tenggara mereka bermain cepat, sebagai tim kami harus bermain bertahan dengan baik dan mengantisipasi pemain cepat mereka” pungkas Cheung.

Pelatih Tim Nasional Timor Leste GopalKrishnan Ramasamy

Pelatih Timnas Timor Leste GopalKhrisnan Ramasamy. [Foto greenforce.co.id]

 

“Pasukan kami dari Timor Leste berjuang dengan baik. Ada 4 pemain muda dari AFF kemarin yang baru bergabung bulan Juli” kata Gopal.

Gopal mengatakan pertandingan yang ketat, perhatian ke perangkat pertandingan harus baik. Sebab, pertemuan Indonesia dan Timor terbilang sangat ketat dan keras. “Permainan yang passionate menurut saya tetap harus kawal wasit, yang tahu berharap memimpin pertandingan agar pemain tak mudah emosi” sambungnya.

“Tak ada strategi khusus saya hanya ingin tampilkan yang terbaik” masih kata pelatih keturunan India itu.

“Timor leste dalam rancangan pembangunan sepak bola,  jadi tak sembarang, ada harapan tinggi, kami ingin lakukan yang terbaik” tandasnya.

Pelatih Timnas Vietnam Dinh The Nam

Pelatih Timnas Vietnam U-20 Dinh The Nam. [Foto greenforce.co.id]

 

Kami baru tiba di Surabaya kemarin. Sama seperti tim lain, kami akan menampilkan permainan terbaik” ujarnya.

Dinh berharap Vietnam dapat tampil bagus saat mereka nyaris menjuarai AFF. “Seperti kompetisi lain yang kami ikuti. Mengingat pentingnya pertandingan youth mereka mengincar hasil terbaik, kami harapkan yang terbaik juga”  kata Dinh.

Vietnam hampir merombak sebagian kedalaman squad-nya. Banyak pemain baru akan menghiasi negeri itu. “Kami tahu ada banyak pemain, tetapi kami tak khawatir punya kualitas makanya mereka gabung, tak perlu khawatir chemistry sudah main sangat lama jadi memahami permainan yang kami bangun” tandas Dinh.

(tr/yl)