Busa Pustaka, Perpustakaan Dan Sekolah Keliling Karya Bonek Jabodetabek

0
82

Lampung, greenforce.co.id – Bonek terus menjadi pewarna bagi perjalanan Persebaya. Kelompok supporter ini menjadi pembeda dari geliat supporter kebanyakan, ada banyak kegiatan yang menjadi manfaat bagi banyak orang, dan salah satunya adalah Bonek Jabodetabek dengan kegiatan literasi bagi warga di pelosok.

LITERASI. Bonek Jabodetabek Saat Menggelar Sekolah Keliling Untuk Anak-anak di Pelosok. [Koleksi Bonek Jabodetabek/Joe Octavano]

Adalah Busa Pustaka. Sebuah aktivitas sosial dalam literasi yang dibangun oleh anggota Bonek Jabodetabek, Adi Sarwono atau yang akrab di panggil Mang Adiono. Pria kelahiran Prabumulih, Sumatera Selatan 34 tahun silam ini, memiliki banyak suka duka dalam membangun pendidikan bagi anak-anak pelosok di Provinsi Lampung itu.

Ada banyak halangan dan rintangan mengganggu aktivitasnya tersebut. Naluri Bonek-nya menuntun untuk tetap berada di depan sebagai amanah yang harus di jalankan, mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang diamanahkan UUD 1945.

TERJAL. Mang Adiono tidak terlalu mulus menjalankan ide brilian bersama rekan-rekannya. Banyak kendala hingga ancaman penghilangan nyawa kerap di terima aktivis Busa Pustaka.[Foto Dokumentasi Bonek Jabodetabek/Joe]

Cak Adiono bahkan pernah mengalami kekerasan atau penyerangan terhadap dirinya yang mengancam keselamatan nyawanya (penembakan). Adiono tak gentar untuk tetap mendidik anak-anak yang tak tersentuh akses pendidikan formal.

Busa Pustaka menghadirkan perpustakaan keliling. Disana anak-anak mendapatkan pendidikan bagi mereka yang tidak sekolah secara formal, sementara untuk yang mengeyam pendidikan formal, Adiono dkk memberi pendidikan tambahan, alat tulis, al-quran, dan lain-lain plus biaya sekolah secara gratis, dimana biaya tersebut dari dana pribadi Adiono dan di support donasi.

Adiono dkk saat ini sedang bergerak menggali dana dari masyarakat, BUMN, dan swadaya Bonek Jabodetabek sendiri. Menggali dana CSR ( Coorporate Social Responsibility) dari industri di wilayah Lampung dan Jabodetabek untuk memberi manfaat bagi masyarakat secara merata hingga pelosok melakui pendidikan ini.

Busa Pustaka berdiri sejak 2015 yang digagas oleh Adiono. Bonek yang juga karyawan di sebuah perusahaan swasta, Adiono juga aktif melukis. Busa Pustaka sejauh ini banyak di bantu relawan dari kampus-kampus, komunitas automotif, dan bahkan komunitas supporter yang berada di kota Bandar Lampung.

Cak Joe, yang menerangkan perjalanan Busa Pustaka melalui chat whatsapp mengatakan bahwa filosofi dari Busa adalah gelembung-gelembung yang melimpah, dan menjadi ilmu pengetahuan bagi banyak orang secara melimpah juga terang Joe.

Sebagai Bonek, Cak Adiono dkk tak lupa mendekatkan Persebaya kepada peserta didiknya melalui yel-yel Persebaya. Di kesempatan lain mereka membagikan jersey dan merchandise lain Persebaya. Kata Cak Joe hal itu agar spirit “Wani” dari slogan bonek tersadur ke masyarakat.

Lika-liku memberi pendidikan dan literasi bagi anak-anak oleh Bonek Jabodetabek harus mendapatkan apresiasi. Dari kota menuju lokasi di perkebunan kelapa sawit, mereka harus menempuh 4-5 jam perjalanan.

“Sekolah Rakyat” dan Busa Pustaka dilakukan seminggu sekali, untuk perpustakaan keliling dilakukan setiap hari hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bakung di Lampung.

Rumah Baca House Of Busa Pustaka berada di Perum Bukit Kemiling Permai Blok V No.15, Kemiling, Bandar Lampung, dan alamat Busa Pustaka berada di Jl.A.Kadir I No.95, Rajabasa, Kec.Rajabas, Kota Bandar Lampung.

BUKU LAYAK PAKAI

Cak Joe mengatakan harapan melanjutkan aksi Bonek lempar boneka yang diberikan kepada anak-anak penderita kanker, di laga perempatfinal Piala Presiden 2019 antara Persebaya melawan PS Tira Persikabo.

Anggota Bonek Jabodetabek ini menyampaikan ide berupa “Buku Dari Bonek”, dimana setiap bonek di setiap laga memberikan satu buku atau lebih yang masih layak baca dan berkualitas untuk anak-anak.

Buku-buku tersebut akan di bagi kepada anak-anak di pelosok di dalam jangkauan Bonek Jabodetabek. “Tak harus buku, mungkin bisa alat tulis, atau penunjang belajar mengajar bagi anak-anak di daerah pelosok” kata Joe.

Langkah ini kiranya dapat menjadi bantuan dari bonek di setiap laga home, yang akan di sampaikan kepada anak-anak di daerah, bahwa kepedulian pada literasi dan pendidikan sangat di dukung oleh supporter Persebaya yang masih saja di sematkan stigma negatif oleh masyarakat, harap cak Joe mewakili rekan-rekannya.

________________________________
greenforce.co.id
tonirupilu/jurnalis
yans.loss27/fotografer

Tinggalkan Komentar