Bentuk Presidium Nasional, Suporter Desak Pemerintah Serius Menyelesaikan Persoalan Sepakbola Tanah Air

0
70

JAKARTA – Terjadi keresahan kuat di internal suporter sepak bola tanah air. Itu setelah sejumlah permasalahan sepak bola tanah air tak kunjung mendapatkan titik terang penyelesaian. Kasus Tragedi 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan yang belum diusut tuntas adalah salah satu penyebabnya.

Padahal, tragedi yang mengakibatkan hilangnya 135 jiwa suporter Arema FC itu sudah melewati masa bergabung lebih dari 50 hari. Faktor keresahan lain, kompetisi sepak bola nasional yang sejatinya adalah ruang pembinaan sepak bola anak anak bangsa pun terpasung, alias dihentikan secara paksa.

Dua alasan tersebut yang menjadi dasar seluruh elemen suporter tanah air yang mayoritas berasal dari klub Liga-1 seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, Persikabo Bogor, PSM Makasar, Borneo FC, dan Dewa United mulai menentukan sikap.

    Doa Bersama

Suporter dari Klub Liga 1 tersebut, juga disokong oleh sejumlah elemen suporter kub Liga 2 seperti Persela Lamongan, Persipura Jayapura, Persiba Balikpapan serta Persijap Jepara yang sama – sama bersepakat membentuk sebuah wadah taktis untuk berjuang bersama, yaitu Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia.

Iwan Bule Bersama Perwakilan Supporter

Wadah baru perjuangan suporter sepak bola Indonesia itu dicetuskan setelah seluruh suporter bertemu dalam sebuah Sarasehan Suporter di Jakarta pada 17 November lalu. Setelah melalui diskusi panjang tentang situasi sepak bola nasional, Presidium Nasional Sepak Bola Indonesia mengeluarkan enam tuntutan kepada Presiden Indonesia sebagai kepala pemerintahan, juga PSSI dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (terlampir).

PERNYATAAN SIKAP
PRESIDIUM NASIONAL SUPORTER SEPAK BOLA INDONESIA

Kepada Yth,
1. Presiden RI, Joko Widodo sebagai Kepala Negara Republik Indonesia
2. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sebagai Penanggungjawab Tertinggi Sepak Bola Indonesia
3. Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jendral Listyo Sigit Prabowo

Pertama dan paling utama, kami PRESIDIUM NASIONAL SUPORTER SEPAK BOLA INDONESIA menyampaikan rasa belasungkawa terhadap seluruh korban Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang. Melihat kondisi sepakbola belakangan ini, kami ikut prihatin karena berlarut-larutnya upaya pengusutan tuntas kasus Kanjuruhan Malang, serta matinya sepak bola nasional.

Dengan ini, kami PRESIDIUM NASIONAL SUPORTER SEPAK BOLA INDONESIA menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang Tanpa Pandang Bulu.
2. Mendorong Percepatan Kompetisi Sepakbola Indonesia bergulir dengan normal.
3. Hilangkan Arogansi Aparat Terhadap Suporter.
4. Kepastian Kenyamanan Supporter di Stadion, Verifikasi Stadion Sesuai Standar FIFA, serta Kedisiplinan Pengaturan Kapasitas (Tiket).
5. Percepatan Transformasi Sepakbola Nasional Dengan Melibatkan Perwakilan Supporter.
6. Percepatan Implementasi UU No 11 tahun 2022 Tentang Keolahragaan.

Bila pernyataan kami ini tidak direspon dalam jangka waktu 7 hari kedepan, maka kami PRESIDIUM NASIONAL SUPORTER SEPAK BOLA INDONESIA akan menggelar aksi serentak di seluruh
kabupaten/kota Indonesia.

Demikian pernyataan sikap kami ini dibuat dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab berdasarkan hasil kajian dan diskusi yang berlangsung di Jakarta.

Jakarta, 17 November 2022

Narahubung Presdium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia
– Sadat
– Cak Congk
– Bung Ferry